GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN

GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN
Bab 17


__ADS_3

"Apa...!?"


"Kau gila ya? Kenapa aku harus mencium mu dulu?"


"Bukan, kau bukan sudah gila tapi kau benar-benar gila! Tidak, aku tidak mau melakukan nya." Pungkas Aluna mengerucutkan bibir mungilnya.


"Ya sudah kita begini saja sampai rumah." Ujar Davin lagi.


"Astagaa...! Kau sudah membuatku seperti ini, apa itu juga masih kurang hah?" Sahut Aluna mulai kesal.


"Coba lihatlah ini, kau membuat tanda ini dimana-mana." Ujar Aluna menunjukan tanda merah di lehernya.


"Bwhaahaaaaa...!"


Seketika tawa Davin pecah mendengar perkataan Aluna.


Bian yang mendengar pengakuan Aluna, seketika tersedat sampai terbatuk-batuk. Bian tidak menyangka kalau tuan nya akan bertindak secepat itu.


Tawa Davin terhenti saat mendengar Bian yang terbatuk-batuk.


"Ada apa bian?" Tanya Davin bingung.


"T-tidak ada tuan," Jawab Bian singkat.


 Tidak mau mengganggu kesenangan tuan nya, Bian langsung memilih menurunkan pembatas antara dirinya dan sang tuan yang duduk di kursi penumpang.


Bian nampak sangat senang, melihat sang tuan mudanya kembali merasakan ke bahagiaan yang sudah lama tidak dia rasakan.


"Terimakasih tuhan, kau telah mempertemukan mereka berdua, Semoga kali ini alam semesta juga merestui kalian berdua." Ucap batin Bian Mendo'akan.


******************


Sementara di belakang masih terdengar keributan yang seperti nya tak kunjung selesai.


"Ayolah kau lakukan sekarang juga, kalau tidak aku tidak akan mau melepaskan mu." Ujar Davin dengan gaya tengilnya.


"Dasar tuan mesum! Kau selalu saja mengancam ku, kekanakan sekali." Timpal Aluna semakin kesal.


"Aku yang di rugikan, kenapa malah kau yang meminta imbalan!? Harusnya aku yang memeras mu, bukan malah sebaliknya." Ujar Aluna lagi.


" Jadi kau ingin memeras ku? Baiklah katakan kau mau apa dariku?" Tanya Davin sambil menduselkan kepalanya pada leher jenjang Aluna.


"Ishh kau jangan begini geli tau," Seru Aluna mendorong kepala Davin.


"Aku tidak mau apapun, aku hanya ingin kau turunkan aku sekarang juga." Ujar Aluna lagi.


"Baiklah kali ini aku berbaik hati padamu, Hanya kali ini saja.tidak untuk lain kali oke!?" Jawab Davin lalu mengangkat tubuh Aluna dan mendudukan nya kembali di kursi bersamanya.


"Terserah kau sajalah, aku malas berdebat lagi dengan mu." Balas Aluna menyandarkan kepalanya ke belakang.


"Lihat itu apa di sana!?" Bohong Davin.


 Saat Aluna menengok ke luar jendela, Davin dengan cepat menyandarkan kepalanya pada pundak Aluna.


"Yak! Kau membohongi ku!? Awas ih berat, jangan begini."Protes Aluna.


"Diamlah. biarkan aku seperti ini sebentar saja, Hari ini aku sangat lelah, banyak yang ku kerjakan di kantor. Jadi biarkan aku tidur sebentar sajah Hem!?" Ujar Davin seraya memejamkan kedua matanya.


"Iya, marah-marah juga sekarang adalah hobi baru mu," Ledek Aluna pada Davin.


"Itu juga karna kau," Tuduh Davin sambil berpura-pura tidur.


"Ishh karna ku katanya? Dasar menyebalkan!" Gerutu Aluna mengumpati Davin.

__ADS_1


 Davin hanya tersenyum mendengar Omelan Aluna, Davin begitu menikmati kenyamanan bersama Aluna. 


Ya mulai saat ini Davin sudah mengakui dan menobatkan Aluna sebagai belahan jiwanya, dan Davin berjanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaga dan melindungi Aluna dari siapapun termasuk keluarga nya sendiri.


"Kali ini aku akan menjadi yang paling egois mengenai dengan kehidupan ku sendiri, tidak akan ku biarkan siapapun merebut mu dariku. kau hanya milik ku, Dan akan selamanya menjadi milikku." Ucap batin Davin tegas tak terbantahkan.


 Tanpa terasa akhirnya mereka pun sampai ke mansion, Davin dan Aluna pun turun dari mobil. Aluna langsung berlari masuk ke dalam mansion karna takut Davin akan mengerjainya lagi.


"Jangan berlari seperti itu Aluna!" Teriak Davin yang hanya di balas juluran lidah oleh Aluna.


 Davin kembali tersenyum melihat tingkah lucu Aluna.


"Kau sangat menggemaskan kelinci nakal," Ujar Davin tersenyum lebar.


"Ekhemmm!" Tegur Bian dari arah belakang.


"Sepertinya tuan sudah betul-betul tertarik pada nona kecil?" Tanya Bian hati-hati.


Seketika Davin menghentikan senyum nya, saat sang asisten menanyakan itu padanya.


Davin menoleh dan mengangguk, mengakui jika ucapan Bian memang benar adanya.


"Kau benar bian, Sejak saat pertama kali aku melihat nya di club waktu itu. aku sudah jatuh hati padanya, Ku kira itu hanya perasaan sesaat ku saja. ternya semakin hari aku melihatnya semakin besar rasa itu tumbuh di hatiku." Ucap Davin tersenyum hangat.


"Saya turut senang melihat tuan kembali bahagia seperti ini." Ujar Bian tulus.


"Tapi bagai mana dengan tuan dan nyonya besar tuan?" Tanya Bian khawatir.


"Aku tidak peduli lagi dengan mereka, mau mereka suka atau tidak untuk kali ini aku tidak akan melepaskan Aluna!" Sahut Davin tegas.


"Tugasmu sekarang, beri tahu semua orang di rumah untuk tetap waspada pada mereka yang berniat tidak baik pada calon istrku. Peringatkan semuanya untuk tidak membiarkan Aluna sendirian, Apa kau mengerti maksudku bian!?" Perintah Davin panjang lebar.


"Baik tuan!" Jawab sigap Bian.


"Ayo masuk lah, dan beristirahatlah malam ini aku tidak akan mengganggu istirahat mu."  Ucap Davin tersenyum sumringah.


"Malam ini kau ku bebas tugaskan. Jadi jika kau mau mengajak Lisa kencan pun tidak masalah buatku." Goda Davin berlalu pergi.


"Ya Tuhan...! Apa selama ini tuan muda tau, aku suka memperhatikan Lisa?" Monolog Bian malu sendiri.


**********************


Di dalam mansion, tepatnya di dalam kamar Aluna. Aluna sedang sibuk menonton Drakor  ke sukaan nya, sampai tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.


Tok..Tok..Tok...


"Ya, masuklah!" Teriak Aluna.


Cklek!


Pintu kamar terbuka, Lisa masuk seraya berkata,


"Nona, makan malam sudah siap." Ujar Lisa memberitahu.


"Oh, Baiklah ka Lisa, aku turun sekarang." Jawab Aluna bangkit dari tempat tidurnya.


Aluna berjalan beriringan dengan Lisa, saat akan menuruni tangga, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Davin.


"Tuan muda," Sapa Lisa membungkuk hormat pada Davin.


"Hemmmz," sahut Davin singkat.


"Kau tidak pergi bersama Bian Lisa?" Tanya Davin pada Lisa.

__ADS_1


"T-tidak tuan," Jawab Lisa terbata.


Aluna bingung, sampai ia pun bertanya pada Lisa.


"Ka Lisa memang nya kau mau pergi ke mana bersama tuan patuh?" Tanya Aluna penasaran.


"Tidak tau nona, Tuan Bian tidak ada berkata apapun pada saya." Sahut Lisa jujur.


"Dasar tidak peka!" Gerutu Davin, tak habis pikir.


"Ya sudahlah ayo kita makan dulu ka, habis itu nanti ka Lisa temenin aku nonton lagi ya!?" Pinta Aluna pada Lisa.


"Tidak bisa! tidak bisa, Setelah makan kau harus temani aku menyelesaikan pekerjaan ku." Serobot Davin menyela perkataan Aluna.


"Ishh, Kau tuh ya? gak bisa ya liat orang seneng sedikit!? Menyebalkan." Omel Aluna kesal dan lalu pergi meninggalkan Davin dan Lisa begitu saja.


"Terserah padaku, aku atasan mu jadi kau harus patuh padaku.!" Teriak Davin menyusul Aluna ke ruang makan


 Lisa yang melihat keributan itu pun hanya bisa menepuk jidatnya sendri.


"Setiap bertemu selalu saja ribut." Monolog Lisa keheranan.


Kini Davin dan Aluna tengah makan dengan tenang. meskipun Aluna masih dengan mode yang kesal pada Davin. Namun, tiba-tiba Aluna bersuara dan meminta bantuan pada Lisa.


"Ka Lisa...?" Panggil Aluna.


"Iya nona? Apa nona mau menambah sesuatu lagi?" Tanya Lisa sigap.


"Tidak, tidak! Aku hanya mau bertanya saja, apa Kaka punya ponsel?" Tanya balik Aluna.


"Oh, ada nona ini," sahut Lisa menyodorkan ponsel miliknya.


"Apa aku boleh meminjam nya sebentar ka?" Tanya Aluna lagi.


"Silahkan nona, pakai saja." Kata Lisa ramah.


"Terimakasih, kau sangat baik." Ucap Aluna tulus.


Davin yang memperhatikan interaksi mereka berdua tiba-tiba saja hatinya mulai tersentil, Davin sepertinya melupakan sesuatu untuk Aluna. Dia lupa kalau Aluna tidak memiliki handphone sejak Aluna ikut dengan nya.


"Bagai mana bisa aku melupakan hal sepenting itu? Ahh dasar bodoh kau Davin! dia masih muda ponsel akan sangat penting untuk nya, Sial bisa-bisanya aku lupa itu!?" Teriak batin Davin menyesal.


"Selesai! Nih ka ponselnya, sekali lagi terimakasih banyak ya." Ucap Aluna lagi.


"Sama-sama nona, tidak perlu sesungkan itu." Jawab Lisa tulus.


"Ekhemmm! Davin berdehem.


"Kau menghubungi siapa?" Tanya Davin tiba-tiba.


"Teman kerja ku dulu," sahut Aluna singkat.


"Siapa, Pria atau wanita?" Tanya Davin lag


"Seorang wanita tuan Davin Damian! Tegas Aluna menekan setiap perkataan nya.


"Oh," Ujar Davin berOh ria, dalam hati Davin bersorak girang.


"Baguslah setidaknya dia tidak mengingat kekasih sialan nya itu!" Batin Davin bersorak.


"Aku menghubungi teman ku, karna aku sudah sangat rindu pada pacar kesayangan ku!" Ujar Aluna sambil tersenyum polos.


Apa...!?" Teriak Davin kaget.

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2