GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN

GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN
Bab 8


__ADS_3

Alex.!!!!!!!!!


 Teriak Davin memanggil Alex sebagai leader dari para penjaga yang ada di mansion Davin.


Alex yang di panggil seketika lari terbirit-birit masuk ke dalam mansion dan menghampiri sang tuan nya.


" Saya tuan." Jawab Alex takut.


"Dari mana saja kau? Apa yang kau lakukan seharian ini hah? Teriak marah Davin.


"Maaf tuan, memang nya ada masalah apa? Saya dari pagi berjaga di depan bersama yang lain." Ucap Alex bingung.


"Benarkah? Apa kau melihat gadis yang ku bawa tadi pagi pergi dari sini?" Tanya Davin penasaran.


"Apa! Maksud tuan nona kecil itu pergi? Kaget Alex.


"Aku juga tidak tau, Lisa bilang dia tidak ada di kamar nya." Ujar Davin lagi.


"Saya selalu patroli keliling mansion setiap saat, tapi saya tidak melihat nona kecil ada keluar dari mansion tuan." Timpal Alex.


"Temukan gadis itu sekarang juga!


Cari dia sampai dapat, jika kalian gagal kalian akan menanggung akibatnya." Ucap Davin penuh penekanan.


"Baik tuan." Jawab semua orang.


Semua orang yang ada di mansion tengah sibuk berpencar mencari Aluna.


"Tuan sebaik nya kita periksa cctv, semua aktivitas di sini pasti sudah terekam di dalam nya." Ujar bian menyarankan.


"Kau benar bian! Kenapa aku tidak ingat itu, Ayo cepatlah kita periksa." Ajak davin antusias.


 Davin dan bian segera pergi ke ruang monitor, yang ternyata sudah ada Fathir di sana.


"Kau di sini?" Tanya bian kaget.


"Iya Kaka, Tuan muda saya sudah memeriksa rekaman di setiap sudut ruangan, dan terakhir nona terekam masuk ke dapur sekitar pukul 16:00 sore tadi, Menurut saya nona tidak akan bisa keluar melalui pintu belakang." Ucap Fathir menjelaskan.


Davin dan bian nampak berpikir, kira-kira ke mana perginya aluna.


Saat sedang fokus berpikir, Davin tiba-tiba saja mengingat sesuatu.


Davin dan bian saling berpandangan, seperti sedang memikirkan hal yang sama. Seketika saja mereka berdua bangkit dan buru-buru memeriksa rekaman cctv itu lagi.


Setelah memastikanya tiba-tiba saja dada Davin bergemuruh, Davin takut yang di pikirkan nya akan terjadi.


"Tuan.....! Tidak mungkin kan nona mas____


Belum juga bian menyelesaikan perkataan nya, tiba-tiba saja terdengar Lisa berteriak sambil terus menangis mencoba memanggil-manggil Davin. 


"Tuan...! Tuan muda dimana kau tuan....! Hiks hikss." Teriak Lisa sambil terus terisak.


 Davin yang mendengar teriakan Lisa seketika berlari ke luar ruangan, dengan cepat davin menghampiri Lisa yang tiada hentinya terus menangis.


"Ada apa Lisa?" Tanya Davin panik.

__ADS_1


"T-t-u-a-n...! Hikss, n-nona muda___ Lidah Lisa seperti kelu begitu susah untuk memberi tahu davin.


"Apa kalian sudah menemukan nya Lisa, dimana? Katakan dimana dia Lisa? Tanya penasaran davin.


Bian seperti mengerti maksud Lisa, dengan perlahan bian mencoba menanyakan nya lagi pada Lisa.


"Perlahan Lisa, coba kau tarik nafas lalu buang jangan menangis dulu, ayo coba lakukan." Ujar bian lembut.


"Cepat katakan dimana dia Lisa?" Tanya Davin lagi semakin panik.


"Jangan menakutiku Lisa, cepat katakan." Bentak davin.


"Sabar tuan, biarkan Lisa tenang dulu,"


"Bagaimana aku bisa sabar bian! Sarkas Davin menarik kerah kemeja bian.


"Tu-tuan, Nona muda ada bersama leon." Ujar lisa sambil sesegukan.


"Apa yang kau katakan Lisa?" Tanya Davin tak percaya.


"I-itu benar tuan, kami melihat kaki nona di dalam sana." Ucap Lisa lagi.


Davin kaget mendengar perkataan Lisa, tanpa ba bi Bu lagi Davin di ikuti bian dan Lisa di belakang berlari kencang menuju halaman belakang mansion. Yang mana ternyata semua penjaga juga ada di sana.


 Semakin dekat Davin melangkah kan kaki panjang nya, semakin kuat gemuruh ketakutan yang di rasakan di dalam dadanya.


Tak hentinya Davin menggelengkan kepalanya, berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi pada gadis kecil nya.


"Leon...! Seinci saja kau berani menyentuh nya, aku tidak akan mengampuni mu." ucap batin Davin yang ketakutan.


Mereka semua tampak ketakutan kala sang pawang hewan buas itu tiba di depan kandang nya.


Betapa syok nya Davin saat melihat ada kaki mungil yang sedang di himpit oleh badan besar hewan buas itu, seketika saja darah dalam tubuh Davin seperti mendidih, tangan nya mengepal kuat sampai memperlihatkan buku-buku jarinya.


Untuk pertama kali dalam hidupnya, Davin begitu marah pada hewan peliharaan kesayangan nya.


Dengan nada yang dingin bagai iblis, Davin meminta senjata pada salah satu pengawal nya.


"Berikan aku senjata." Ucap dingin davin.


Bian dan para pengawal lain nya nampak kaget dengan ucapan Davin, mereka yakin bahwa kali ini Davin akan melukai hewan peliharaan nya itu.


"Maaf tuan, tapi___Alex nampak sedang berpikir


"Berikan padaku Alex!" Pinta Davin lagi.


 


 Dengan pasrah Alex memberikan senjata nya pada Davin.


Sedang kan Leon di dalam kandang hanya bisa mengaung, mendengar suara tuan nya.


Dengan tanpa basa basi lagi, Davin segera menyetel senjatanya dan siap untuk menembak Leon.


Bian dan Alex nampak khawatir dan kasihan pada Leon, tapi mereka juga tidak bisa menolong nya karna mereka sudah tau bagai mana Davin jika sudah dalam mode marah seperti ini.

__ADS_1


Sedangkan Lisa dan bibi lin hanya bisa menangis mengingat nasib buruk yang menimpa Aluna.


"Berani sekali kau menyentuhnya! Aku menyesal telah merawat mu selama ini Leon." Kata Davin marah.


Saking marah nya Davin, sampai tak sadar jika ia ternyata meneteskan air mata.


Seolah mengerti dengan perkataan sang tuan nya, Leon terus saja meraung tanpa henti seperti sedang menjelaskan sesuatu pada Davin. 


Namun Davin sepertinya sudah gelap mata, sampai ia menulikan pendengaran nya. Jiwanya benar-benar sedang di selimuti amarah iblis.


Saat Davin hendak menarik pelatuk dari senjatany,


Tiba-tiba saja mereka semua di kaget kan dengan kemunculan sosok di belakang Leon.


Dan sosok itu tak lain adalah aluna, dengan mata merah dan rambut yang berantakan has orang baru bangun tidur. Saat Aluna bangkit dari tidur nya dan dengan tanpa takut Aluna memukul kepala Leon.


Sontak saja aksi Aluna itu pun membuat semua orang yang menyaksikan nya sport jantung,


Mata Davin sampai terbelalak melihat tingkah laku Aluna.


Plak.


Plak!" suara pukulan tangan aluna pada hewan buas itu.


"Kau bisa tidak pelankan suara auman itu? kau tidak lihat aku sedang tidur hah?" sarkas Aluna mengomeli hewan buas itu.


"Memangnya ada apa? Mengapa kau sangat berisik sekali hah?" Tanya Aluna bingung sambil mengucek ke dua mata nya.


"Ada apa dengan mu king? Tanya polos Aluna pada Leon.


Gerrrrhhh......! Balas Leon meraung.


"Wahh, hey! Ternya ada kalian di sini juga ya?" Tanya Aluna cengengesan.


"Kalian mau bermain juga bersama dia?" Tunjuk Aluna pada Leon.


  Davin kesal, sangat kesal pada Aluna. Bagai bisa dia setenang itu setelah dia membuat Dirinya ketakutan setengah mati. 


Dengan tidak sabaran, Davin menyeret Aluna ke luar dari kandang hewan buas tersebut.


"Hey tuan! Apa yang kamu lakukan? kenapa kamu tiba-tiba begini?" Tanya Aluna bingung.


"Lepas! Jangan menarik ku seperti ini, sakit tau." pekik Aluna menepiskan pegangan tangan Davin.


"Apa kau sudah gila hah! Siapa yang menyuruh mu datang ke tempat ini hah?" Teriak murka Davin pada Aluna.


Aluna beringsut, ia ketakutan melihat kilatan amarah di mata Davin.


"Ma-ma-af tuan, Aku tadi tidak sengaja masuk ke sini karena penasaran mendengar suara auman dari dalam ruangan ini, Jadi karna itu aku langsung masuk dan melihat nya." Jelas Aluna sambil menunduk takut.


"Maaf kalau aku sudah lancang, masuk tanpa meminta izin dari siapapun yang ada di rumah ini, Sekali lagi tolong maafkan aku tuan." ucap Aluna penuh penyesalan.


Davin menghela nafas nya lega, setelah mendengar penjelasan Aluna. Sejujurnya Davin tidak menginginkan penjelasan Aluna, dia marah hanya karna terlalu khawatir, dan takut jika hewan buas peliharaan nya akan melukai bahkan memangsa gadis kesayangan nya itu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2