GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN

GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN
Bab 22


__ADS_3

Aluna dan nyonya Megan sampai di mansion utama kediaman keluarga Damian.


"Ayo turun," Ajak Megan pada Aluna.


Aluna mengangguk, dan mengikuti Megan masuk ke dalam mansion.


"Wahh! Ini rumah, atau istana? Megah sekali, Pantas saja anak nya kaya raya.Ternyata orang tuanya juga sangat kaya." Monolog kagum Aluna.


"Ada apa?" Kenapa hanya berdiri saja, ayo masuk." Ucap nyonya Megan. "I-i-y-a nyonya." Balas Aluna mengangguk.


Nyonya Megan membuang nafas nya kasar, sungguh ia tidak suka dengan panggilan Aluna padanya.


"Apa kau bisa mengganti panggilan mu padaku? Aku sangat terganggu dengan sebutan itu," ujarnya tersinggung. "Memang nya saya harus memanggil nyonya apa?" Sahut Aluna polos.


"Bagai mana kalau kau memanggilku momy saja hem? Ya anggap saja itu sebagai latihan sebelum kau menikah dengan putraku." Ucap nyonya Megan menyarankan. "Apa itu tidak berlebihan nyonya?" Tanya Aluna hati-hati.


"Berlebihan apanya? Itu sudah lebih baik, pokonya kau harus mulai memanggil ku momy dan Dady pada Dady nya Davin, Kau mengerti!?" Ujar nyonya Megan penuh penekanan. "B-baiklah nyo__maksud saya momy." Jawab Aluna tersenyum manis.


"Bagus! Anak pintar." Puji Nyonya Megan mencubit gemas ke dua pipi Aluna.


"Ayo kita masuk kau harus bertemu Dady nya Davin sekarang." Ajak nyonya Megan dengan antusias. "Pantas saja anak nya pemaksa, ternyata emak nya juga sama huffh," Ucap batin Aluna.


"Dady...,


"Dad, yuhuuuuuu..., Turunlah coba Dady lihat ini momy bawa siapa ke rumah?" Teriak Nyonya Megan memanggil sang suami.Tak lama setelah Megan berteriak, muncul lah seorang pria paruh baya dengan satu tongkat di tangan nya.


Takk


Takk


Takk....


Suara hentakan sepatu dari seorang tuan David Damian, terdengar semakin mendekat. Membuat Aluna gugup karena takut. Tuan David sampai di lantai bawah dan langsung menghampiri Aluna juga Megan sang istri.


"Ha-halo, Apa kabar Da-dy?" Sapa Aluna gugup seraya terus memilin jari-jari tangannya. "Kabar ku baik, Kau sangat manis, siapa nama mu hem?" Tanya tuan David tersenyum hangat.


"Saya Sagita Aluna dad, Dady bisa panggil saya Aluna/Luna saja juga tidak apa-apa." Jawab Aluna dengan senyum manis. "Baiklah aku panggil Aluna saja, mari duduk, kita berbincang sebentar." Ajak tuan David pada Aluna. Aluna nampak kebingungan, ia menoleh pada nyonya Megan dan langsung di jawab dengan anggukan kepala olehnya.


"Ayo sana kamu temani dia ngobrol dulu ya,


Momy akan bawakan kalian teh dan juga cemilan untuk menemani ngobrol kalian." Ujar nyonya Megan, gegas berlalu pergi menuju dapur. Aluna langsung mengikuti langkah David menuju halaman belakang. Setelah sampai Tuan David mempersilahkan Aluna untuk duduk di hadapan nya.

__ADS_1


"Duduklah," Perintah nya.Tak lama setelah Aluna duduk, muncul seorang pria muda dan tampan menghampiri mereka berdua. "Paman, Sepertinya kondisi mu hari ini jauh lebih baik, kau sampai bisa berjalan sampai ke sini." Sapa Mario sang dokter muda keluarga Damian.


"Kau benar Rio, lihat lah tamu istimewa keluarga Damian ini, Dia begitu cantik dan manis aku sampai tidak sadar kalau sudah membawanya ke mari." Ujar tuan David seraya tersenyum hangat.


Aluna tersenyum manis sambil menundukan kepalanya malu.


"Wahh siapa ini, Cantik sekali?" Goda Mario tak mau kalah dari sang paman.David memeukul lengan Mario pelan karena telah berani memuji calon menantunya. "Hati-hati menggoda nya Rio, Kalau kau tidak mau di buat perkedel oleh Davin," Peringat tuan David pada dokter muda itu.


"Owhh jadi ini calon nyonya Davin? Menarik tumben sekali mata anak itu sehat." Ujar Mario meledek Davin. "Jangan mengatai nya seperti itu, dia putraku Rio." Kesal tuan David seraya mendelikan kedua matanya. "Baiklah-baiklah aku minta maaf," pungkas Mario lagi, dengan tersenyum geli.


"Jadi siapa nama mu gadis manis?" Tanya Mario pada Aluna. "Aku Aluna ka, Sagita Aluna." Sahut Aluna seraya tersenyum manis. "Nama yang cantik sesuai dengan orang nya," Goda Mario dengan mengedipkan sebelah matanya genit. "Hentikan Rio, kau jangan terus menggodanya." Tegur tuan David lagi.


Davin Samapi ke kediaman keluarga Damian, ia memarkirkan mobil dengan sembarangan. Davin ke luar dari mobil dan langsung berlari masuk ke dalam mansion. 


Saat nyonya Megan sedang asyik menyajikan teh dan makanan ringan untuk suami dan juga Aluna, tiba-tiba saja terdengar suara pintu yang dibuka paksa oleh Davin.


Brakk!


Pintu terbuka dengan tidak sabaran, dan masuklah Davin dengan langkah bersarnya seraya berteriak-teriak. "Aluna..!" Teriaknya tak sabaran. Nyonya Megan gegas berlari untuk menghadang langkah Davin. "Hey! Ada apa? Mengapa kau berteriak-teriak di rumahku seperti itu!?" Teriak balik nyonya Megan


Davin menghampiri Nyonya Megan, seraya mendesak dan mengintrogasi nyonya Megan mengenai keberadaan gadis kesayangan nya.


"Dimana dia, Kau sembunyikan dia? di mana kau mengurung gadisku nyonya Megan!?" Tekan davin pada sang ibu.


"Jangan membahas yang lain lagi, sekarang katakan padaku dimana dia? Dimana Aluna?" Ujar Davin tegas pada ibunya. "Aku sudah pernah memperingatkan mu, jangan pernah ikut campur dengan kehidupan ku!" Teriaknya dengan menahan marah.


"Davin, tananglah! ayo kita duduk dulu," Ajak nyonya Megan pada sang putra. "Tidak perlu repot-repot membuang waktu ku, Cepat katakan dimana Aluna? Apa yang sudah kalian lakukan pada gadis ku itu hah!?" Pungkasnya dengan panik.


"Aluna...Alunaa..., Dimana kau? apa kau mendengar ku? Aku datang untuk menjemput mu, jawablah aku Aluna!" Teriak Davin terus mencari gadis kesayangan nya itu.


Saat ibu dan anak itu sedang bertengkar, tiba-tiba masuklah tiga orang yang sangat Davin kenali ke dalam mansion.


"Ada apa ini?" Tanya tuan David dengan suara bariton nya.


Davin menoleh dan betapa terkejutnya ia, saat melihat gadis kesayangan nya itu di gandeng oleh dokter muda keluarga Damian. Seketika saja amarah Davin yang sedari ia tahan memuncak juga, kala ia melihat pemandangan di hadapan nya itu.


"Hey! Lepaskan tanganmu darinya, Berani nya kau menggandeng gadis ku hah!" Teriak marah Davin hampir memukul wajah tampan Mario.


Ya, Mario adalah sepupu nya Davin yang berprofesi sebagai dokter pilihan ke luarga Damian.


Yang hari ini kebetulan ia sedang memeriksa ke sehatan paman nya tuan David.

__ADS_1


Mendapat amukan dari Davin, Mario malah semakin sengaja terus mengerjai Davin. Ia semakin erat memegang tangan mungil Aluna.


Davin melangkah menghampiri ke tiga orang yang baru muncul itu.


"Lepas! Berani sekali kau menyentuh milik ku! apa kau sudah benar-benar bosan hidup Rio!?" Geram Davin semakin menjadi.Dengan secepat kilat Davin menarik Aluna ke pelukan nya. Ia panik dan gegas memeriksa seluruh tubuh gadis kesayangan itu.


"Katakan pada ku, apa mereka menyakiti mu hah?Apa kau terluka? Dimana yang sakit nya?" Tanya beruntun Davin, karena khawatir ia lekas membolak balikan tubuh mungil Aluna seraya memeriksa jika gadisnya itu baik-baik saja.


Aluna geram melihat Davin yang bereaksi berlebihan seperti itu.


"Aishh! Ada apa dengan mu tuan? Kau berlebihan sekali, seolah aku di culik orang jahat saja. Aku tentu baik-baik saja, apa kau lihat ada luka di tubuhku?" Sarkas Kesal Aluna pada Davin.


"Mereka memang jahat Aluna! Bukan tidak mungkinkan mereka akan melukaimu!?" Sarkas Davin reflek membentak Aluna.


Aluna semakin di buat kesal, hingga ia ber pura-pura menangis karna bentakan Davin. "Huwaaaaaaaaa..., Kau yang jahat tuan! Mengapa kau membentak ku? Huwaaaaa..., Mom dad kalian lihat kan, dia sangat jahat sekali padaku. dia selalu memarahiku seperti ini." Keluh Aluna pada ke dua orang tuan Davin, yang membuat Davin kaget sampai mulut nya ternganga, ia tak percaya jika ke dua orang tuan nya memperlakukan gadisnya dengan sangat baik.


Nyonya Megan yang sudah tidak tahan, melihat calon menantunya di buat nangis oleh putranya sendiri, akhirnya tak tinggal diam. ia lantas menghampiri sang putra dan tanpa ba bi Bu lagi, wanita paruh baya itu menjewer sebelah telinga putranya. "Keterlaluan! Beraninya kau membentak menantu ku hah! rasakan ini." Kesal nyonya Megan menjewer daun telinga putranya.


"Aww...Aww..., Sakit mom." Ringis Davin seperti anak kecil yang meminta ampun setelah melakukan kenakalan. "Sakit kau bilang hah? Hati ku lebih sakit melihat mu membentak calon menantu ku." Ucap nyonya Megan semakin kesal.


"Wahaaaaaaa! Tawa semua orang pecah, saat menyaksikan tuan muda keluarga Damian di perlakukan seperti anak kecil.


Mario sangat puas melihat Davin di perlakukan seperti itu,ia sampai tertawa lepas melihat sang raja bawah tanah kalah dengan Omelan ibunya.


"Sudah-sudah...," Lerai tuan David


"Sayang, sudah hentikan! Kasian dia, malu di lihatin calon istrinya seperti itu." Ucap Davin menghentikan aksi sang istri.


Megan menghentikan aksinya.Namun, sekali lagi nyonya Megan malah memukul bahu putra semata wayangnya itu.


Pukk!


"Ahhh...," Ringis Davin lagi.


"Apa lagi sekarang salah ku? Mengapa kau senang sekali melakukan kdrt pada putra mu sendiri!?" Protes Davin mengusap telinga juga tangan nya yang terkena pukulan sang ibu.


"Kau menanyakan salah mu apa hah? Dasar anak nakal, Bagai mana bisa kau menyembunyikan keberadaan calon istri mu dari ku hah?" Teriak marah Megan melotot pada Davin. "Kau tau, aku sampai harus menjadi penjahat untuk menemui menantu ku sendiri, dasar keterlaluan!" Sarkas nyonya Megan kembali.


Davin kembali cengo mendengar ke marahan sang ibu padanya, ia begitu tidak menyaka ketakutan nya ternyata tak terbukti benar. Davin sudah salah paham pada orang tuanya yang dia kira akan menyakiti Aluna, Dia mengira orang tuanya tidak akan menyukai kembali gadis pilihan, sama seperti dulu pada Hanna.Namun, ternya Davin salah besar Aluna memang istimewa untuk nya, dia dengan mudah mampu membuat ke dua orang tua Davin menyukainya.


"Kau sungguh berbeda kelinci nakalku," ujar Davin membatin.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2