
Sky mematung mendengar rentetan kalimat panjang yang baru saja di ucapkan oleh Yuni. sedalam itu lah luka Zeline? Apakah begitu kejam nya tuan Maheswari yang terkenal ramah dan royal kepada seluruh karyawan nya. Apakah sikap royal, ramah dan rendah hati tuan Maheswari hanya lah kamuflase. pengalihan agar orang-orang percaya bahwa dia adalah pria yang baik dan sayang terhadap keluarga.
Tapi apa yang baru saja di dengar nya adalah sebuah fakta yang memang nyata. terlihat sorot benci di mata Zeline, namun juga ada rindu dan kesedihan. dari suara Yuni yang tertahan dan bergetar ketika bercerita membuktikan bahwa ia pun ikut merasakan duka dalam yang telah terjadi pada Zeline.
Sky beranjak dari kursi nya, ia ingin mendiskusikan apa yang baru saja di dengar nya kepada kedua orang tua nya. begitu pula dengan Yuni yang berpikir untuk mengakhiri pembicaraan dengan wanita yang telah melahirkan Zeline itu. ia pun beranjak dan membalikkan badan. Bersamaan itu Sky melakukan hal yang sama.
Kedua nya sama-sama terpaku. Sky dengan perasaan kikuk karena ketahuan menguping. Tapi ketika melihat ke samping Yuni, ternyata Zeline sudah tak ada disana.
"sky.." lirih Yuni.
"lu bisa percaya sama gua Yun" ucap Sky.
Yuni mengangguk, ia berlalu meninggalkan meja dan masuk menghampiri Zeline yang sudah lebih dulu berlalu.
"kamu siapa?"
Sky yang memandang Yuni segera melihat ke arah wanita yang ternyata adalah ibu dari orang yang dia sukai.
"saya temen Yuni" jawab Sky.
"kamu temen Zeline juga?" tanya wanita itu antusias bahkan menyentuh lengan Sky.
Sky segera melepas kan tangan nya membuat wanita setengah baya itu tersadar spontan.
"saya permisi"
Sky berlalu meninggalkan wanita itu, sementara Bu Nadin memandang punggung Sky dengan senyuman lebar. kemudian ia bergegas pergi dari restoran itu.
sementara di sudut sana, di ambang pintu dapur resto, Yuni dan Zeline memandang ke arah Bu Nadin.
"pasti dia akan melakukan hal yang sama seperti saat dulu dengan Andra" lirih Zeline.
Yuni tak mampu melakukan apapun, ia menggenggam erat tangan Zeline sebagai bentuk penguatan agar sakit yang sahabat nya rasakan tidak terlalu dalam.
***
__ADS_1
Braak...
Sky menendang pintu ruang kerja sang papa tanpa peduli bahwa papa nya sekarang tengah mengadakan private meeting bersama seorang klien dari luar negeri. pembahasan mereka terhenti kala melihat Sky sudah berdiri tegap di ambang pintu.
tuan Adersn yang sedang berbincang dengan satu klien nya pun terkejut dan menatap tajam Sky yang telah ceroboh menendang pintu ruangan nya. Tuan Adersn melangkah menuju sang putra yang tengah mematung di tengah-tengah pintu karena merasa terkejut juga. ia baru sadar bahwa telah mengacaukan meeting penting sang papa. Sudah di pastikan ceramah panjang akan di terima nya nanti ketika sudah di rumah.
"dasar anak nakal!" seru tuan Adersn gemas sembari menarik telinga Sky ke atas.
"aduh paa,,, sakit" ringis Sky memegang tangan sang papa.
"salah kamu sendiri yang tidak ada sopan-sopan nya langsung masuk ke ruangan papa tanpa mengetuk pintu dulu"
"Sky hanya reflek pa" jerit Sky.
"reflek kamu ngga tepat"
"lepasin pa, sakit"
tuan Adersn melepas jeweran pada telinga Sky. Ia sedikit terkekeh melihat telinga sang putra yang telah berubah warna menjadi merah. Sementara dua klien yang tidak sengaja menyaksikan hal itu hanya tersenyum. Mereka memaklumi sikap tuan Adersn.
Sky pun keluar dari ruangan sang papa dengan tangan nya yang masih mengusap-usap telinga nya. Ia merutuki sikap sang papa yang tidak berkata dulu sebelum menjewer nya. Jika saja sang papa berkata terlebih dahulu tentu saja Sky akan memilih kabur.
"lagian udah lewat jam pulang kantor kenapa masih meeting aja sih" gerutu Sky.
Sementara tuan Adersn melihat pintu yang tadi di tendang oleh Sky. Tuan Adersn menghela nafas lega ketika melihat pintu nya tak rusak sama sekali.
"untung saja tidak rusak" gumam tuan Adersn.
Ia segera menghampiri kedua tamu nya dan mengucapkan maaf atas insiden kecil yang tak terduga.
"maaf kan atas kelancangan putra saya tuan-tuan"
"tak apa tuan Adersn, saya memaklumi. Anak muda memang masih lebih energi berbeda dengan kita yang sudah hampir berumur" jawab salah satu klien sembari terkekeh.
"kita lanjutkan pembahasan kita"
__ADS_1
Pembahasan pun berlanjut. Dua tamu utusan salah satu perusahaan milik orang Indonesia yang beroperasi di luar negeri itu sengaja datang ke kantor tuan Adersn untuk menawarkan sebuah kerja sama. Dimana mereka mendengar bahwa perusahaan tuan Adersn akan mengeluarkan produk makanan ringan baru. Tujuan mereka datang adalah mereka hendak menawarkan bahan-bahan yang harga nya terjangkau dan itu bersalah dari negara mereka.
Mereka tiba di Indonesia pukul 2 siang tadi. Tapi mereka tak langsung datang ke kantor tuan Adersn melainkan mereka datang di sore hari tepat ketika jam kantor usai.
Beda dengan Sky yang ketika pulang dari kantor langsung mampir ke resto Zeline hingga akhirnya ia mendengar pembicaraan rahasia tanpa sengaja. sehingga ia ingin berbicara dengan sang papa mengenai hal itu, dengan cepat ia kembali ke rumah namun ketika sampai di rumah rupa nya papa nya belum kembali. Ia pun memutuskan ke kantor dan akhirnya menendang pintu ruangan sang papa.
Pembicaraan di ruangan tuan Adersn telah berakhir. Akhirnya kerja sama sukses di laksanakan. Mereka pun bersama-sama keluar dari ruangan menuju lift. sampai di loby mereka melihat Sky yang sedang berdiri bersandar pada meja besar resepsionis.
Tuan Adersn yang melihat itu hanya menggeleng. kantor sudah sepi, hanya tersisa ob dan og yang sedang menyelesaikan tugas mereka masing-masing.
"ternyata hari sudah sangat sore pak. Kalau begitu kami permisi karena nanti malam akan langsung kembali"
"baik pak. terima kasih atas kunjungannya"
Dua tamu itu berlalu dan menyapa Sky dengan mengangguk kan kepala sopan.
"kenapa belum pulang?" tanya tuan Adersn.
"siapa yang nyuruh Sky nunggu disini?" tanya Sky sinis.
Tuan Adersn terkekeh kemudian merangkul bahu sang anak dan membawa nya keluar dari kantor.
***
"ma,, kenapa kakak dan papa belum pulang?" tanya Jeje yang sudah merasa lapar.
bocah itu sudah duduk di kursi makan, di hadapan nya piring berisi nasi dan beberapa lauk pauk sudah terhidang. Namun dua pria dewasa dalam rumah itu belum juga pulang dari bekerja.
nyonya Jessika tersenyum mendengar pertanyaan sang putra.
"papa tadi lagi ada tamu dari luar negeri jadi pulang nya telat. Kalo kakak tadi izin sama mama mau nyusul papa"
"kenapa Jeje ngga di ajak"
"karena kamu pasti bakal bikin repot kakak!!" sahut Sky.
__ADS_1
Jeje menatap tajam ke arah Sky yang justru gemas melihat tatapan bocah itu.