
Andra langsung beranjak ketika melihat Zeline sudah ada di dekat nya. Pria itu tersenyum manis, namun Zeline hanya menampilkan wajah datar.
"ada apa?" tanya Zeline to the point.
"aku minta maaf Zel"
"untuk?"
"untuk semuanya... Aku tau aku salah, dan aku mohon maafin aku Zel. ayo kita ulang semua nya dari awal. Aku janji aku akan lebih baik lagi"
Zeline terdiam, apakah ia bahagia? Tidak. Ia justru semakin benci dan muak pada pria di depan nya ini. Apakah Andra tau bahwa Sky mulai gencar mendekati Zeline jadi Andra mencoba meminta maaf. cih, Andra pikir akan semudah itu Zeline memaafkan kesalahan nya yang terlalu banyak.
"Zel..."
Andra mencoba meraih jemari Zeline tapi Zeline langsung menarik tangan nya.
"Udah telat. kamu sudah sangat ... terlambat. Hatiku sudah terpaut pada yang lain"
Zeline beranjak, ia lebih baik menyelesaikan pesanan kue daripada harus berhadapan dengan pria di depan nya.
"apakah itu Sky?" tanya Andra tak suka.
Zeline yang sudah berbalik pun menghadap kembali ke arah Andra kemudian tersenyum manis. Andra pun rasanya terhipnotis karena senyuman itu.
"kalau iya? kenapa?"
"Zel, aku lebih baik dari dia. Dia ngga punya usaha apapun, dia cuma numpang sama orang tua nya. Aku...."
"cukup!!!" pekik Zeline.
Suasana di restoran menjadi tidak kondusif, beruntung hanya beberapa yang datang. Yuni dan Dea pun berdiri di depan meja kasir karena tadi di panggil Sari. kenapa Andra tak tau kondisi, mengajar Zeline berbicara di tengah keramaian. apakah memang berniat mempermalukan Zeline.
Tapi, di antara beberapa pelanggan yang datang. Ada satu orang yang tetap tenang menikmati makanan nya tanpa peduli dengan pemilik restoran yang tengah bertengkar dengan seorang pria. berbeda dengan mereka yang memang sengaja menonton dan mengabaikan makanan nya. Tapi rupanya, pria pendiam itu lebih menyeramkan karena diam-diam mengaktifkan kamera video dan memvideo Zeline. Tak ada yang menyadari tingkah nya sebab semua sedang fokus pada Zeline dan Andra.
__ADS_1
"kamu jangan lupa kalo kamu bisa mendirikan sebuah restoran atas bantuan papa ku! Jika hanya mengandalkan tingkah mu yang menji*jikan itu, sudah pasti kau tak bisa apa-apa. ingat Andra! Kau jauh di bawah ku, apalagi Sky. memang nya kenapa kalau Sky tidak memiliki usaha apapun. Tapi dia sudah di pastikan akan menjadi pewaris perusahaan papa nya. Apakah kau pantas membandingkan kesuksesan mu yang di dapat dari menjilat itu?!" sekak Zeline.
Andra diam, tak tau akan mengatakan apapun. Pun dia tak percaya jika Zeline mampu menjawab ucapannya.
"apa yang kau berikan padaku selama kita pernah menjalin hubungan? Tidak ada" ucap Zeline meremehkan.
mendengar ucapan Zeline, terdengar kasak kusuk bisikan yang melihat Andra dengan tatapan mencemooh. Bagaimana pun para pelanggan yang datang rata-rata adalah pria dan sangat percaya dengan Zeline yang selama ini memang jujur dan baik hati.
tangan Zeline bersedekap dada dan memandang sinis ke arah Andra.
"kita pacaran bertahun-tahun tapi kau tak pernah percaya sedikit pun padaku. Kau justru menyalah kan aku atas kesalahan yang tidak pernah ku perbuat. Apakah pantas jika hari ini aku memaafkan mu? Apakah kau pikir setelah bertahun-tahun berlaku luka di hatiku akan sembuh? Tidak semudah itu Andra!" tegas Zeline.
Zeline pun berlalu, wajah datar yang ia tampil kan langsung hilang ketika ia masuk ke dalam dapur. Yuni yang melihat itu langsung mengkode Dea dan Sari agar mengkondisikan kembali restoran sedang dirinya menyusul Zeline.
Sementara orang yang tadi diam-diam memvideo kejadian tadi pun langsung mengambil ponsel nya dan mengirim video berdurasi 3 menit itu kepada kontak yang di beri nama 'anak bos'.
tring...
***
Sementara kembali ke restoran, Yuni bisa menebak apa yang di lakukan oleh Zeline. Menangis. Ya apa lagi selain menangis untuk menumpahkan segala kesedihan dan kemarahan yang memang tidak sepenuhnya bisa di salur kan dengan emosi. Yuni langsung memeluk tubuh Zeline yang sedikit telungkup di atas meja.
Zeline mendongak kemudian langsung memeluk tubuh Yuni erat. Yuni hanya bisa menepuk-nepuk lembut punggung Zeline. Bagaimana pun ia adalah saksi dimana Zeline ada di situasi terpuruk. Tak ada yang mendukung nya bahkan kedua orang tua nya sekali pun.
Zeline menangis sesenggukan, siapa pun yang mendengar nya pasti akan merasa iba. Begitu banyak luka hati yang di simpan oleh Zeline. menumpuk hingga merubah karakter yang tadi nya ramah menjadi gadis dingin. Rasa trauma yang di salah dari keluarga nya di tambah dari Andra membuat Zeline tak ingin mengenal lagi sosok pria dan berencana tak ingin menikah karena rasa takut bertemu dengan pria yang memiliki sikap yang sama seperti ayah nya.
Tak tau berapa lama Zeline menangis hingga kemudian tubuh nya terasa lemas dan Yuni tau bahwa Zeline tertidur. Yuni tau kondisi tubuh Zeline yang begitu ringkih apalagi jika emosi nya sudah terkuras seperti tadi.
"apakah tidak apa-apa mbak?" tanya chef Ardi.
"tidak apa-apa chef, Zeline hanya sedikit lelah" jawab Yuni tersenyum tipis.
"tolong bantu saya membawa Zeline ke kamar chef"
__ADS_1
Chef Ardi pun menggendong tubuh langsung Zeline ke sebuah kamar kecil yang baru selesai di bangun kemarin dan memang belum di tempati. kamar kecil yang bisa di gunakan untuk sekedar beristirahat melepas lelah.
Yuni membenarkan bantal agar Zeline bisa tidur dengan nyaman. Chef Ardi pun meletakkan tubuh Zeline dengan pelan.
"terima kasih chef"
"sama-sama mbak. Saya permisi"
"oh, chef. tolong bilang sama Dea untuk membuatkan teh hangat tawar ya"
"baik mbak"
"gua tau hati lu lembut banget Zel, tapi gua salut seenggaknya lu udah berani ungkapin perasaan lu. pengaruh Sky emang bagus banget buat lu" lirih Yuni sembari membenarkan anak rambut Zeline yang menutupi wajah.
"permisi kak..."
Yuni menoleh, ia tersenyum mendapati Dea membawa segelas teh hangat.
"terima kasih de"
"sama-sama kak."
Yuni meletakkan teh itu di atas meja kecil yang ada di kamar. sengaja meletakkan nya di situ agar ketika Zeline bangun langsung bisa meminum nya. Dan Yuni pun beranjak, menutup pintu kamar kemudian menyelesaikan pekerjaan Zeline tadi.
***
"bang*saaat!!!!" teriak Sky marah.
"kenapa lu ngga nasihaten dia sih Bar, lu tuh sahabat macam apa sih!!!"
"sorry Ky, gua udah sering ngomongin Andra baik secara baik-baik ataupun marah. tapi Andra tetap pada sikap nya ky"
Sky mengatur nafasnya, ia pun menyesal membentak Bara.
__ADS_1