Gadis Yang Tak Tersentuh

Gadis Yang Tak Tersentuh
mendekati calon mantu


__ADS_3

Sebuah mobil sport milik Sky berhenti tepat di depan restoran bread and butter. seorang wanita keluar dengan begitu anggun, dengan dress bunga-bunga cerah dan kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancung nya. Ia melihat sekeliling yang ternyata parkiran lumayan ramai padahal baru jam delapan pagi.


wanita itu melangkah masuk ke restoran dan langsung di sambut oleh senyum ramah Dea.


"selamat datang nyonya, silahkan duduk di tempat yang membuat anda nyaman"


"terima kasih"


Wanita itu yang tak lain dan tidak bukan adalah nyonya Jessika tak mencari tempat duduk justru menghampiri Zeline yang duduk di kursi kasir.


"selamat pagi Zeline" sapa nyonya Jessika melepas kaca matanya.


Zeline mendongak, ia mencoba tersenyum ramah kemudian mengalami nyonya Jessika.


"selamat datang Tante, silahkan duduk"


"Tante mau ngobrol berdua sama Zeline boleh?" tanya nyonya Jessika.


Zeline terdiam, ia melihat sekitar dan suasana begitu aman terkendali karena selain Dea, kemarin Zeline baru saja merekrut karyawan baru. Ia memanggil Yuni yang sedang membawa nampan pesanan pelanggan.


"Yuni!" seru Zeline.


Yuni menoleh kemudian mendekat, di letakkan nya nampan itu di atas meja karena akan mengalami nyonya Jessika. nyonya Jessika tersenyum ramah, ternyata kedua gadis di hadapannya sangat sopan.


"tolong gantiin aku sebentar ya"


tanpa banyak tanya Yuni pun segera mengangguk setuju.


"gua anter pesenan ini dulu"


"thanks"


"Tante mau ngobrol dimana?"


"gimana kalo di depan danau sana, Tante pengen makan ketoprak"


Zeline tersenyum dan mengangguk. Mereka pun berjalan keluar restoran. Memasuki mobil sport milik Sky yang tadi di bawa oleh Tante Jessika.


"Tante bangga deh sama kamu Zel, masih muda udah bisa buka usaha, restoran lagi. padahal Tante aja perlu bantuan suami Tante buat mendirikan restoran. itu pun sepenuhnya Tante pake karyawan langsung karena Tante tuh ngga terlalu bisa ngurus kayak gitu" ucap Tante Jessika sembari menyalakan mesin mobil.


Zeline hanya tersenyum, hatinya terasa hangat mendengar ucapan yang terdengar seperti sedang memuji dirinya. Ia bahagia tapi juga merasa aneh. sebab kedua orang tua nya justru tak pernah memuji pencapaian dirinya.


Tante Jessika yang melirik sekilas ekspresi wajah Zeline yang tampak biasa. Padahal seharusnya gadis itu merasa rendah hati dan mencoba untuk mengatakan bahwa dia belum terlalu sehebat itu. Tapi bagaimana pun Tante Jessika tau, bahwa Zeline tak pandai berkata seperti gadis pada umum nya.

__ADS_1


"maaf kalo ucapan Tante bikin kamu ngga nyaman"


Zeline menggeleng, entah bagaimana ia harus mengatakan bahwa ia bahagia mendengar ucapan Tante Jessika tapi dia tak bisa mengungkapkan dengan perkataan jadi lah ia hanya tersenyum saja.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang karena memang jalanan sedang lenggang di jam pagi seperti ini.


Mobil berhenti di pinggi jalan tepat di mana ada penjual ketoprak di jalanan. Mereka berdua keluar kemudian duduk di kursi plastik dekat gerobak.


"mang, ketopraknya dua ya. Makan sini" ucap Tante Jessika.


"Zeline mau pedes atau enggak?"


"emm,,, kalo pedes nya sedang boleh enggak Tan"


"boleh dong. Mang ketoprak nya jangan terlalu pedas ya putri saya tidak suka"


"siap Bu"


Deg.


Jantung Zeline berdebar-debar karena mendengar Tante Jessika mengatakan bahwa ia adalah putri nya. Perasaan haru menyeruak, bahwa jika itu adalah kedua orang tua nya. mereka belum pernah mengakui Zeline jika tanpa suatu keinginan.


"Zeline.." panggil Tante Jessika.


"ada yang kau pikir kan nak?"


Zeline menggeleng meskipun benar banyak permasalahan yang ia pikirkan terutama mengenai ibu nya yang kemarin datang dan sempat bertemu dengan Sky. Meskipun kedua nya tak terlibat obrolan tapi Zeline takut masa lalu terulang kembali.


Walaupun Yuni selalu mensugesti dirinya agar selalu berpikir positif tapi nyata nya ketakutan lebih besar dalam dirinya.


Melihat Zeline termangu, Tante Jessika menghela nafas. mereka belum terlalu dekat untuk saling bertukar cerita.


***


"lu mikir apa sih ky?" tanya Varo pada Sky.


Sky menggeleng, ia tak tau harus menceritakan hal itu pada kedua sahabat nya atau tidak.


"lagi ada masalah percintaan? Tentang Zeline atau cewek lain?" tanya Enda.


"set dah, perasaan kalo gua diem bentar aja pasti lu pada ngira nya gua galon karena masalah cinta. Kek ngga ada permasalahan lain aja" sungut Sky.


"buka nya gitu Ky, ya kita mah yakin kalo lu diem berarti permasalahan cinta lu yang kagak bener. karena kan secara kalo masalah keluarga kagak mungkin. Keluarga lu paling harmonis seantero komplek ky" gurau Enda.

__ADS_1


"iya bener itu. Jadi masalah apa lagi yang bikin Sky Adersn terdiam bahkan banyak tumpukan berkas yang di abaikan. nanti di abaikan balik kagak terima" sahut Varo.


"minggir dah lu pada. Gua mau ngerjain nih kerjaan biar cepet kelar"


"pulang mampir ah yuk ke resto Andra. Udah lama banget ngga kesana kita. Sesekali lah kumpul bareng, sejak lulus kuliah belum pernah kesana anjir"


"gas lah, lu berdua yang traktir gua"


"sip dah"


Mereka kemudian fokus mengerjakan tugas mereka yang menumpuk. hingga ketika mendekati hampir jam pulang mereka keluar ruangan lebih dulu.


"pegel banget elah badan gua" keluh Varo.


"kek ngga pernah kerja aja lu, kayak cewek kebanyakan ngeluh"


"ya elah, kalo ngeluh karena capek kerja ngga cuma cewek aja kali"


"diem dah, kuy pake mobil bokap aja. Gua tadi bareng doi"


"oke deh.. Eh tapi begimane nanti bokap lu balik nya?"


"gampang lah, tinggal telpon supir kelar"


"oh iya, gua lupa kalo temen gua sultan"


Mereka terkekeh kemudian memasuki mobil Jeep dan Sky segera melajukan mobil nya menuju restoran milik Andra.


Setelah beberapa saat mereka sampai di jalan yang sudah dekat dengan restoran Andra, dan kebetulan juga dekat dengan sekolah Jeje yang ternyata Jeje sedang di jemput oleh Tante Jessika dan juga Zeline. Setelah hampir setengah hari Zeline bersama Tante Jessika rasa canggung sudah lumayan berkurang.


Karena pembawaan Tante Jessika yang baik, lembut dan ramah membuat Zeline merasa sedikit nyaman. Ya, baru sedikit tidak lebih.


"ma, itu kayak mobil papa" seru Jeje yang melihat mobil di sebrang sana.


Tante Jessika dan Zeline menoleh, menatap mobil itu hingga mobil itu belok di sebuah restoran yang namanya terpampang dengan besar di pinggiran jalan. Food o'clock resto.


Bukan kah itu restoran Andra, mantan kekasih nya? Ada urusan apa gerangan tuan Adersn datang kesana? Apakah mereka masih memiliki hubungan kerabat?


Begitu banyak pertanyaan berkecamuk dalam hati Zeline dan semakin gusar ketika mendengar jawaban Tante Jessika.


"ohh, mobil itu di pake kak Sky. Mungkin sekarang kak kyky lagi mau ke resto kak Andra"


Deg.

__ADS_1


__ADS_2