Gadis Yang Tak Tersentuh

Gadis Yang Tak Tersentuh
tersipu


__ADS_3

"cantik..." gumam Enda menatap Yuni yang sedang tersenyum manis.


"siapa yang cantik kak?" tanya Jeje menatap Enda.


Enda langsung mengerjap kemudian melotot ke arah Jeje karena ia merasa malu apalagi melihat tatapan Varo dan Sky seolah mengejek dirinya.


"e-em... Puding yang kamu makan bentuk nya cantik. Ya itu"


Karena Jeje masih polos maka ia pun hanya mengangguk mengerti. Lagipula Jeje pun setuju dengan jawaban Enda karena memang puding yang ia makan berwarna cerah dan di dalam puding itu seperti ada bunga mawar yang cantik.


Sementara Sky dan Varo mencebik mendengar jawaban Enda yang sangat tidak masuk akal menurut mereka.


"jadi ada apa lu nyari gua?" tanya Yuni.


"em....." Sky melihat ke arah kasir yang ternyata sekarang di tempati oleh orang lain.


"lu nyari Zeline?"


Sky pun mengangguk, bagaimana pun ia rindu melihat wajah cantik Zeline meskipun kadang-kadang wajah itu datar tanpa ekspresi.


"hari ini Zeline di kostan. Maklum dia kan bos jadi ngga perlu kesini" jawab Yuni terkekeh.


"lagipula tu bocah kalo udah mood nya buruk ngga mood juga mau ngapa-ngapain" lanjut nya.


Memang benar apa yang di katakan Yuni, karena memang benar Zeline sekarang sedang menyeduh mie instan kuah dengan telur ceplok dua juga irisan sosis. padahal tadi pagi mereka sudah makan mie instan tapi Zeline masih akan memakan nya lagi.


"kenapa bisa bad mood?" tanya Varo penasaran.


"mood nya Zeline itu baik nya cuma kadang-kadang. Sering nya ya bad mood. jadi ngga ada alasan yang pasti kenapa dia bad mood. karena emang udah bawaan"


"betul juga sih. tapi gua masih penasaran deh sama sikap Zeline semalem" sahut Sky.


Yuni tersenyum. Ia memang menduga hal ini akan terjadi tapi tidak menyangka akan secepat ini. beda sekali dengan pria di sebelah sana yang seolah tak peduli dengan perasaan Zeline.


"lu mau tau?" tanya Yuni menatap serius Sky.


Sky tak ragu untuk mengangguk. Ia ingin tau segalanya tentang Zeline agar ia bisa menentukan bagaimana caranya agar bisa meluluhkan hati yang kini kembali membeku.


"tujuan lu apa Ky?" tanya Yuni.


"lu pasti tau kalo gua tertarik sama Zeline Yun"


Yuni mengangguk.

__ADS_1


"apa alasan itu kurang"


"sangat kurang. karena gua ngga mau ngomongin sesuatu sama orang yang ngga penting. Apalagi ini tentang Zeline"


Sky terdiam.


"mungkin lu tertarik sama Zeline, saat ini. tapi nanti? Besok? ngga ada yang menjamin perasaan lu masih ada"


"gua serius Yun"


"gua lebih serius. Apapun itu jika menyangkut Zeline gua ngga pernah main-main" tegas Yuni.


Ketiga pria dewasa itu diam. Sepenting apa permasalahan Zeline sampai Yuni yang di kenal ramah bisa menjadi serius dan setegas ini.


Mereka pun diam, Yuni pun tak berbicara. Memberikan waktu sejenak untuk mereka berpikir lebih dalam. Hingga sebuah suara membuat mereka menoleh.


"Yuni..."


Yuni menatap malas ke arah wanita yang kini melangkah menghampiri dirinya. Yuni menoleh ke arah Sky dan tanpa sengaja Sky pun menoleh ke arah nya.


"silahkan duduk" ucap Yuni.


Wanita itu tersenyum kemudian menggeser kursi dan meletakkan nya tepat di samping Sky.


"ada perlu apa Tante kesini?" tanya Yuni.


"teman-teman Zeline semua tampan. Tante sangat rindu dengan Zeline tapi sayang Zeline tidak pernah kembali ke rumah dan justru memilih kost bersama Yuni" ucap Bu Nadin memandang Sky.


entah apa tujuan nya mengatakan itu tapi yang jelas membuat Yuni muak.


"sudah sering Tante kesini tapi Zeline tidak pernah menemui Tante. Entah apa kesalahan Tante hingga Zeline begitu membenci Tante"


"berhenti membuat asumsi buruk tentang Zeline Tante" sentak Yuni.


Bu Nadin menoleh ke ara Yuni, tersenyum manis kemudian menoleh ke arah Jeje yang sedang asik memakan puding hingga tak sadar dengan kedatangan nya.


"hai anak manis! Masih ingat nenek?" sapa Bu Nadin.


Jeje pun menoleh dan matanya melotot terkejut melihat seorang nenek penjual kue yang tempo hari ia temui.


"nenek!" seru Jeje.


Yuni mengernyit, heran kenapa Jeje bisa tau Bu Nadin.

__ADS_1


"hai anak tampan. Bisa bantu panggil kan kak Zeline, nenek rindu dengan kakak Zeline. Tapi kakak Zeline begitu benci dengan nenek sehingga kak Zeline tak mau menemui nenek" Bu Nadin memandang Jeje dengan ekspresi sedih.


Yuni geram, tangan nya yang ada di bawah meja terkepal erat. Ini tidak bisa di biarkan! sudah bisa di pastikan Bu Nadin ingin meracuni pikiran polos Jeje.


"sari!!!!" teriak Yuni lantang.


Sari yang sedang melayani pelanggan pun terkejut dan segera menghampiri Yuni karena tak biasanya bos nya itu memanggil nya dengan berteriak.


"a-ada kak?" tanya Sari takut.


"bawa Jeje ke belakang, dan jangan bawa keluar sebelum saya menyuruh"


Sari pun menghampiri bocah yang sedang memperhatikan dirinya.


"hai tampan, yuk kita ke belakang. Kakak mau bikin puding yang di dalem nya ada buah mangga loh"


mendengar itu Jeje pun langsung turun dengan antusias dan membuat Bu Nadin kesal.


"jangan meracuni otak polos bocah itu" sentak Yuni.


"oh iya, jika Tante ingin meracuni pikiran tiga pria ini silahkan saja. Jika sudah selesai tolong Tante pulang, jangan biarkan saya mengusir Tante dengan tidak hormat"


Yuni beranjak menyusul Sari dan Jeje. lebih baik ia merampungkan pekerjaan nya daripada meladeni ibu dari Zeline itu.


"Tante itu siapa?" tanya Sky.


melihat ucapan wanita di sebelah nya ia jadi tertarik untuk ikut memainkan drama. Pertanyaan Sky membuat bu Nadin tersenyum dan berpikir masih ada kesempatan.


"Tante adalah ibu kandung Zeline, kalian mengenal nya kan?"


Mereka bertiga mengangguk.


"Tante sedih, sudah lama sekali Zeline tidak pulang ke rumah dan memilih ngekost. Padahal Tante sangat ingin dekat dengan Zeline karena Zeline adalah putri satu-satunya Tante. Tante tidak ingin Zeline susah"


"tapi Zeline justru bahagia Tante, dia sukses sehingga bisa membangun restoran ini" sahut Enda.


"tapi jika Zeline di rumah dia akan lebih bahagia karena ayahnya adalah seorang pengusaha. Zeline tak perlu repot-repot membangun restoran dan bekerja seperti ini"


"benar kah?"


"ya, tapi Zeline tidak mau tinggal bersama kami dan lebih memilih ngekost sendirian. Tante tidak tau apa kesalahan Tante sehingga Zeline memilih pergi dari rumah"


Bu Nadin tampak mengusap pipi nya yang telah basah oleh air mata. Siapa pun yang melihat pasti akan iba. tapi apakah Sky pun sama?

__ADS_1


Zeline mengepal kan tangan nya mendengar sang ibu menjelekkan dirinya di depan Sky. Hal yang sama yang dulu pernah di lakukan pada Andra. Tapi Zeline ingin melihat apakah Sky pun akan melakukan hal yang sama.


__ADS_2