Gadis Yang Tak Tersentuh

Gadis Yang Tak Tersentuh
2


__ADS_3

Sky membawa Zeline ke sebuah warung makan yang ada di belakang restoran Zeline. Agak jauh dari keramaian jalan raya karena memang agak masuk lorong warung makan itu. Ia menerima saran dari seseorang untuk membawa Zeline ke sebuah warung makan yang juga menyediakan bakso dan mie ayam itu.


Zeline memandang warung makan itu, ia memandang Sky tak percaya. Tak percaya jika seorang tuan muda kaya tau mengenai warung makan di lorong seperti ini.


"kamu biasa kesini?" tanya Zeline.


"enggak. Aku dapet rekomendasi dari temen"


Zeline mengangguk mengerti, kedua nya masuk ke dalam warung makan itu yang lumayan sepi karena memang jam sudah pukul 8 malam.


"selamat datang mas mbak, mau pesan apa?" tanya seorang pria setengah baya menyambut mereka.


"silahkan duduk dan ini daftar menu nya"


Sky mengambil satu dan memberikan nya pada Zeline.


"kamu yang pesen" ucap Sky.


"kamu mau pesen apa?"


"aku samain dengan kamu, apa aja yang kamu pesen aku pasti makan"


Zeline pun mengangguk, diam-diam dia tersenyum dengan sikap manis Sky. tapi Sky tak akan tau jika Zeline tengah tersenyum karena tertutup oleh lembaran kertas berisi daftar menu.


"em, mie ayam dua porsi sama dua jus jeruk ya pak" ucap Zeline.


"siap mbak, tunggu sebentar ya"


Zeline mengangguk. Ia melihat sekeliling. Warung makan sederhana yang sangat nyaman sekali, di dinding-dinding warung makan itu terdapat gambar dan quotes yang lucu juga membuat semangat. sedang menikmati kenyamanan tempat itu Zeline tak sengaja mendengar sebuah suara yang membuat Zeline mengalihkan pandangan nya.


"Fara, sudah biar bapak saja nanti yang mencuci. kamu belajar aja, kamu pasti dapat pr kan?" tanya bapak penjual itu yang sedang berbicara dengan gadis kecil yang mungkin masih SMA.


"iya pak, Fara memang salah pr. Tapi Fara ngga bisa kalo bapak kerja sendiri. Biar Fara bantu bapak dulu ya"


"Fara,, kamu tau kan kalo bapak kerja buat kamu. Ini kewajiban bapak sebagai orang tua nak. sudah kamu masuk ke dalam saja"


Gadis remaja itu pun akhirnya mengalah dan masuk kembali ke dalam rumah.


Zeline menunduk, matanya berkaca-kaca. Andaikan, seandainya ia yang berada di posisi gadis tadi pasti ia akan merasa sangat bahagia. Asyik menyelami perasaan nya, ia terkejut ketika jemari hangat menggenggam tangan nya. ketika mendongak, ada mata teduh Sky yang menatap nya sendu.


Zeline menarik nafas nya perlahan mencoba mengontrol perasaan nya sendiri. Hingga ia mampu tersenyum dan meyakinkan diri bahwa semua baik-baik saja.

__ADS_1


"aku okay kok"


Sky tersenyum, ia mengelus lembut jemari yang di genggam nya. Hingga ketika bapak penjual itu datang membawa pesanan mereka baru lah Sky melepas genggaman nya.


***


Varo dan Enda sedang bergantian berganti baju di kamar Sky. Mengganti baju mereka dengan baju Sky kemudian duduk di sofa membaca laporan baru tentang Zeline.


"tapi btw Ro, emang bener ya kalo si mahes itu punya dua kepribadian?"


"ya kan gua bilang kayak nya En, gimana sih"


"tapi gua juga mikir gitu sih, kok bisa sih ada suami yang pelit sama istri tapi royal banget sama orang lain. Sama anak sendiri juga ngga pernah menafkahi. Salut banget gua sama Zeline bisa bertahan sejauh ini" kagum Enda.


"sama"


"lu mau kemana?" tanya Enda melihat Varo akan keluar kamar.


"minta makan sama Tante Jessi, siapa tau aja ada sisa. gua laper" Varo memelas sembari memegang perut nya.


Enda pun beranjak dan mengikuti Varo.


Di lantai bawah, pasangan Adersn, Jeje dan Bara yang sedang menonton acara televisi mengernyit ketika mendengar suara langkah kaki seseorang dari arah kamar Sky.


"masa sih ma"


"itu suara nya?"


"malem Tante" sapa Varo menghampiri orang-orang di ruang tamu.


"laahh,, tumben ku disini Bar, nginep?" tanya Varo.


"iya. udah lama gua ngga nginep sini"


"Tante, boleh ngga kita minta makan. Laper" ucap Enda memelas.


nyonya Jessika terkekeh, begitu pun tuan Adersn. Bagi mereka kedua pemuda yang sedang berdiri sembari memegang perut nya itu sudah seperti anak nya sendiri layak nya Sky.


"ada, kalo kurang atau pengen makan apa biar di masakkin sama bibik"


"makasih Tante, kalo gitu kita makan dulu"

__ADS_1


nyonya Jessika mengangguk.


"mereka itu kayak sama siapa. Biasa nya juga baru dateng langsung ke ruang makan ngga perlu izin dulu"


"kamu kayak ngga tau tingkah mereka aja ma"


Bara yang mendengar itu sedikit merasa sakit, ia seperti tamu disini sementara Varo dan Enda seperti anak sendiri. Bahkan jika dilihat tadi mereka berdua baru dari kamar Sky. sedang Bara tak memiliki keberanian untuk sekedar masuk ke kamar Sky.


"enak nya kita makan apa ya Var?" tanya Enda.


"seadanya lah En, mau bangunin bibik juga ngga enak udah malem"


"lu sih kebanyakan bac*ot di kamar tadi"


"berisik lu ah, lu juga ikutan"


Varo membuka lemari yang biasanya di gunakan untuk menyimpan makanan yang tersisa. Varo mengambil beberapa wadah dan meletakkan nya di meja. Ada telur mata sapi, sambel kecap, ayam tumis dan cah kangkung yang tinggal sedikit.


"lumayan lah En, cukup untuk kita berdua"


Enda mengangguk, mereka pun kemudian mengambil piring dan nasi kemudian mulai makan dengan lahap. Mereka makan seperti makan di rumah sendiri karena memang selama ini baik nyonya Adersn mau pun tuan Adersn tak pernah mempermasalahkan hal itu. lagipula dua pemuda itu adalah pemuda yang baik dan jujur.


***


"indah banget pemandangan nya dari sini" seru Zeline sumringah.


Zeline mengangkat kedua tangan nya menikmati hembusan angin yang menyapa dirinya. rambut yang di kuncir asal itu ikut beterbangan menambah kecantikan nya. Sky yang berdisi di samping Zeline hanya tersenyum melihat gadis itu.


"gua harap lu akan senyum kayak gini terus Zel" gumam Sky lirih.


merasa di perhatikan, Zeline menoleh ke arah samping. ia tersenyum ketika Sky tersenyum ke arah nya. Malam ini ia merasa sangat bahagia.


Menikmati hembusan angin di atap gedung perkantoran milik tuan Adersn membuat Zeline bisa melihat apapun yang ada di bawah sana. Sky pun tak menyangka hanya dengan membawa Zeline datang ke kantor ayah nya, ia bisa melihat sang pujaan tersenyum tulus.


"makasih ya Ky"


"for?"


"for everything. Aku rasa setelah sekian lama baru sekarang aku ngerasa bahagia tanpa beban"


Sky mendekati Zeline, di raih nya bahu Zeline hingga keduanya bertatapan.

__ADS_1


"aku bahagia lihat kamu senyum Zel, tolong berikan kesempatan buat aku masuk ke dalam hati mu. Izinkan aku membahagiakan dirimu. Aku tak bisa menjanjikan apapun karena aku tak tau apa yang akan terjadi di masa depan. tapi aku akan selalu berusaha untuk selalu ada buat kamu dan membuat kamu tersenyum"


__ADS_2