
"ohh,, mobil kakak di bawa sama mama ya makanya kak kyky baaa mobil papa. Kayak penculik aja pake nya mobil Jeep" seloroh Jeje.
"hust, ngga boleh ngomong begitu"
"ayo kak kita naik. Kata mama kak Zeline mau bikinin kue di rumah Jeje kan"
Jeje meraih jemari Zeline membuat Zeline reflek mengibaskan tangan itu.
"ehh,, ya ampun sayang. Maafin kakak, kakak ngga sengaja, kakak kaget tadi" ucap Zeline segera berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Jeje.
"enggak apa-apa, ngga sakit kok. Jeje juga minta maaf ya udah bikin kak Zel kaget"
"maafin kakak ya...."
Zeline memeluk Jeje dengan mata berkaca-kaca. Interaksi itu tak luput dari pandangan Tante Jessika. Sepertinya memang benar jika gadis incaran putra nya ini sangat menyayangi anak kecil karena menganggap nya sebagai adik. Adik yang telah pergi dan tak akan kembali.
"Jeje nggak apa-apa, ayok kita belanja dulu di supermarket sekalian cari es krim"
Zeline tersenyum, ia menatap tangan yang di genggam oleh Jeje. Rasa haru dan rindu menyeruak dalam hati Zeline. Seandainya, seandainya adik nya masih ada pasti adik nya lah yang sering menggenggam tangan nya seperti Jeje saat ini.
"Zeline..."
Zeline segera memalingkan wajahnya dan menghapus air mata yang belum sempat jatuh ke pipi ketika Tante Jessika menepuk pundak nya. Ia kemudian menatap Tante Jessika sembari tersenyum.
"kamu ngga keberatan kan kalo bikin kue nya di rumah Tante, atau kamu mau ke resto aja"
"em,, kalo di resto aku aja gimana Tan"
"enggak papa. jadi nanti setelah belanja kita langsung ke resto kamu"
"ngga usah belanja Tan, di dapur resto masih ada kok bahan-bahan kue. Soalnya kami belanja setiap hari"
"itu kan barang resto kamu. Kamu beli bahan itu sebagai modal untuk membuat kue. Tante ngga mau kamu rugi kalo harus ngasih bahan kue itu cuma buat Tante"
__ADS_1
Zeline tersenyum, lagi dan lagi ia merasa tersentuh dengan ucapan Tante Jessika.
***
"widih, tuan muda tumben nyempetin dateng kesini?" gurau Bara yang melihat Sky masuk ke restoran.
"gimana kabar?" tanya Sky ketika mereka berpelukan singkat dan bertos ria ala cowok.
Di susul oleh Varo dan Enda di belakang mereka memilih private room yang ada di lantai dua. Restoran milik Andra memang sudah lebih besar daripada restoran milik Zeline. Di restoran Andra selain menyediakan menu makanan, mereka juga menyediakan menu camilan, dan juga kopi trend masa kini. View restoran nya pun indah jika untuk anak muda nongkrong bersama teman. Restoran ini juga sudah berlantai tiga, dimana lantai satu adalah restoran umum, lantai dua untuk mereka yang request private room dan lantai 3 adalah tempat istirahat Bara dan Andra yang memang tidak tinggal di kostan atau pun apartemen.
Sebenarnya baik Sky ataupun kedua sahabat nya mereka heran darimana seorang Andra yang hanya anak yatim piatu dari desa bisa memiliki restoran yang waah seperti ini. Namun sebagai teman ketiga nya mencoba berpikir positif.
"ini ruangan nya, lu pada milih deh menu makan nya biar gua yang bayar" ujar Bara.
"ya elah, kita kesini bukan nya mau makan gratisan kali" seru Enda.
"eleh, kagak mau gratisan ngomong lu juga mau minta bayarin sama si Sky kan" sahut Varo.
Enda hanya terkekeh saja, tapi rasanya sangat berbeda jika Bara yang akan membayar makanan mereka karena Bara juga bekerja disini.
"lagi keluar"
"sama?"
"ada sama donatur resto"
"ohh, resto ini ada donatur nya?" tanya Enda.
Bara hanya mengangguk, ia pun kemudian berlalu setelah Sky melingkari menu makanan yang mereka pesan.
"siapa donatur nya ya? Apakah Tyan Maheswari atau pengusaha lain?" tanya Enda dengan pose seolah dirinya sedang berpikir keras.
"kagak usah di pikirin juga kali, biarin aja lah. tapi kalo sampe yang jadi donatur si mahes sumpah emang ngga ada o*ak tuh orang tua" seru Varo geram.
__ADS_1
"gue yakin pasti Zeline bakal ngerasa sedih dan jatoh banget kalo sampe si tuan mahes lebih milih resto Andra daripada anak nya sendiri" ujar Sky.
Enda dan Varo mengangguk setuju, ketika mereka mau menjawab kembali pintu ruangan terbuka dan seorang pelayan dengan Bara di belakang nya datang mengantarkan pesanan. Akhirnya mereka pun menikmati menu makan sore yang terlihat menggugah selera itu.
***
Sementara Jeje, bocah yang baru berusia lima tahun itu dengan gembira imut berbelanja mama dan juga gadis yang sudah di anggap nya sebagai kakak. Ya Zeline, siapa lagi. Jeje menarik tangan Zeline kesana kemari untuk mengambil makanan yang di sukai nya. dan Zeline yang biasanya tak mau repot jika berbelanja saat ini justru ia merasa bahagia.
"kak ayo kesana lagi, Jeje tadi lihat ada sosis kemasan yang guede banget"
"masa?"
"iyaa"
Akhirnya Jeje menarik tangan Zeline mendekati sebuah freezer yang menyediakan food Frozen. Di dalam freezer itu terdapat beberapa makanan siap saji seperti sosis, bakso, otak-otak, nugget dan lainnya. Di antara makanan itu ada bagian sosis yang sama seperti sosis lainnya hanya saja yang berbeda adalah ukuran panjang nya yang sekitar 30 centi.
Jeje menunjuk sosis itu kemudian dengan sigap Zeline mengambil kan nya. Jeje memeluk sosis itu seperti memeluk benda berharga. Ia kemudian mengajak Zeline kembali ke tempat tadi sebelum sang mama mengomel karena dirinya tidak ada.
"ayo kak kesana lagi"
Tak jauh dari tempat tadi rupanya nyonya Jessika sudah siap dengan belanjaan nya dan tengah menunggu Zeline dan Jeje. nyonya Jessika tersenyum melihat Jeje yang sedang memeluk sesuatu dengan tangan satunya dan tangan lainnya menggandeng tangan Zeline. Mereka berdua tampak akrab berbicara dan entah ide dari mana tiba-tiba nyonya Jessika ingin mengabadikan momen itu.
cekrek.
Satu foto di dapat, dan dengan jail nyonya Jessika sengaja mengirim foto itu kepada sang putra.
Sementara Sky yang sedang menikmati steak panggang pun terkejut ketika ponsel nya tiba-tiba bergetar. Ia masih menikmati rasa juicy dari daging sapi empuk itu tapi ponsel nya tiba-tiba bergetar dan berbunyi sedikit keras.
"anjir, untung masuk room private kalo sampe di lantai bawah malu" ledek Enda.
"sialan. Ini pasti kerjaan bocah rusuh itu" seru Sky.
Sky mengambil ponsel nya dan terlihat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari sang papa. Ia mengabaikan panggilan papa nya yang kembali masuk dan memilih membuka pesan dari sang mama.
__ADS_1
sebuah pesan gambar telah di buka oleh Sky. Ia memperbesar layar ponsel nya dan terkejut melihat gambar apa yang di kirim sang mama.
"kenapa?"