Gadis Yang Tak Tersentuh

Gadis Yang Tak Tersentuh
keseriusan Sky


__ADS_3

Seorang pria baya duduk termenung menatap keluar jendela dimana dia bisa melihat banyak nya kendaraan merayap karena sedang macet. Sesekali pria itu menghisap cerutu rokok di tangan nya, asap mengepul di ruangan itu namun dia sama sekali tak terganggu. Ruangan gelap karena lampu yang sengaja tidak di nyalakan membuat suasana hati nya kian meredup. Entah apa yang di pikir kan nya tapi melihat keadaan diluar seperti ada yang aneh dalam dirinya. terlebih senja ini hujan rintik-rintik turun menyapa umat manusia di kota metropolitan ini.


Helaan nafas berat terdengar dari mulut nya, ada sedikit sesal tapi rasanya ia tak melakukan kesalahan sama sekali. tiba-tiba tangan nya terkepal, matanya menyorot tajam dan secara kasar Putung rokok di matikan dalam asbak kemudian pria itu beranjak dari ruangan.


Sepi, ketika kaki menapak keluar ruangan semua karyawan telah pulang sejak dua jam yang lalu. lampu-lampu telah di matikan hanya tersisa mereka yang lembur. Beberapa ob dan og yang membersihkan lantai sebelum mereka pulang di waktu satu jam kemudian.


Dengan menerobos gerimis yang mungkin tak membuat jas nya basah ia masuk ke dalam mobil kesayangan nya. Mengemudikan perlahan dan fokus menuju perumahan elit yang tak jauh dari sana. Tanpa dia sadari bahwa di belakangnya dua pemuda yang mengendarai motor mengikuti dirinya.


***


Berbeda lagi dengan Sky Adersn yang sejak berenang tadi belum keluar dari kamar. Meskipun sudah di panggil berulang kali untuk makan malam tapi pria muda itu tak keluar dari kamar. entah apa yang di kerjakan nya.


Tok tok tok


"sayang,,, buka pintu nya dong. Ayo kita makan malam dulu"


Sky akhirnya membuka pintu kamar nya karena mendengar suara sang mama yang kali ini memanggil nya.


"Ayo makan mal.... mau kemana nak?"


nyonya Jessika terkejut dengan penampilan rapi yang putra. Biasanya jika hanya makan bersama keluarga sang putra tidak akan memakai kemeja dan celana limit formal itu. nyonya Adersn memandang menggoda ke arah Sky yang sudah mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"ekhem... Apakah putra mama ini akan menemui sang kekasih hati" ucap sang mama menjawil dagu Sky.


Blush. Pipi Sky terasa memanas. Sementara sang mama hanya terkekeh melihat Sky salah tingkah.


"baiklah, semoga putra mama ini berhasil meluluhkan sang pujaan hati"


"semoga saja" sahut Sky.


"ya, temui lah papa mu terlebih dahulu agar dia tidak risau karena kau akan makan malam di luar"


Sky mengangguk, nyonya Adersn menggandeng anak sulung nya menuruni tangga menuju ruang makan. di ruang makan sudah ada sang papa, Jeje dan jika Bara.


Ketika pria berbeda usia itu menatap ke arah Sky. dengan penampilan Sky mereka pun tau jika pria itu akan keluar.


"pa, aku akan makan malam di luar"


"baiklah, hati-hati membawa anak gadis orang" seru tuan Adersn.


"apakah kak Zeline?" sahut Jeje.


"anak kecil diam"

__ADS_1


Jeje hanya mencebik mendengar ucapan Sky, Sky pun mencium pipi yang mama kemudian berpamitan pergi.


"jangan malam-malam pulang nya"


"beres ma"


Dengan bersenandung ria sembari memainkan kontak motor nya Sky menuju garasi. Ketika baru hendak membuka pintu kening nya di ketuk oleh orang dari luar.


"asem, gi*la kalian ya" pekik Sky kaget.


"hehe,,, sorry Ky. lagian lu belum juga gua ketuk pintu udah main buka pintu aja" cerocos Varo.


Sky mendengus, ia melihat ke dua sahabat nya yang seperti nya baru saja kehujanan karena baju mereka sedikit basah.


"masuk gih, langsung ke kamar gua aja ganti baju"


"lah lu mau kemana?" tanya Enda.


"gua mau jemput si pemilik kalung permata biru"


Sky berjalan cepat dan mengeluarkan motor matic yang baru di beli nya kemarin. sengaja membeli motor itu karena ingin di gunakan berboncengan dengan Zeline.


***


"kenapa Zel?" tanya Yuni dari luar karena memang pintu sengaja tidak di tutup.


"nggak tau, perasaan aku kayak...."


"permisi kak, maaf" sela Dea yang baru datang.


"ada apa de?" tanya Zeline tak melanjutkan ucapannya.


"i-itu di depan mas Sky" jawab Dea.


"Sky? Dimana?"


"ada di samping Resto kak*


Meski heran, tapi Zeline tetap beranjak. Dengan penampilan yang masih acak-acakan karena memang seharian ini ia hanya rebahan Zeline keluar melalui pintu belakang. ketika pintu terbuka Zeline di hadap kan dengan senyuman Sky yang sangat manis. dan entah mengapa tiba-tiba Zeline pun membalas senyuman itu.


"ayok kita jalan Zel"


"ke-kemama?"

__ADS_1


"kemana aja yang penting kamu nyaman"


"emmm...."


"udah, iya in aja. Kelamaan mikir keburu jamuran entar" seru Yuni.


Yuni datang membawa tas selempang Zeline dan kuncir rambut Zeline.


"yuun...."


"jaga baik-baik sahabat gua ya Ky, kalo sampe dia nangis habis lu sama gua" canda Yuni mengancam. Yuni mendorong pelan tubuh Zeline hingga menabrak Sky.


Sky hanya tersenyum mengangguk. Gadis pujaan nya ini memang cantik meskipun bisa Sky pastikan dia belum mandi. sedang Zeline sendiri merasakan dirinya sedikit tremor. Jantung nya berdetak tak beraturan dan rasanya tubuh nya lemas.


Sky yang menyadari perubahan pada tubuh Zeline segera melepas pelukan tak sengaja itu.


"tenang Zel, aku ngga akan nyakitin kamu. Tangan aku disini, memeluk kamu." ucap Sky lembut.


Zeline menatap mata indah Sky, mata bening yang mampu menghipnotis nya.


"jadi, kamu mau kan kalo kita makan malem berdua sekarang?" tanya Sky lagi.


Zeline mengangguk, ia memakai tas selempang nya kemudian mengucir rambut nya asal.


"tapi aku belum mandi" seru Zeline meringis, ia menyemprotkan parfum beraroma vanilla ke tubuh nya.


"nggak masalah, ngga akan ada yang tau juga"


Zeline tersenyum, dari hal ini saja Sky sudah berbeda di banding Andra.


"kamu pakai motor?" tanya Zeline.


"iya, aku pikir biar kita bisa lebih Deket makanya pake motor. Kamu ngga suka?"


Zeline menggeleng cepat, justru jika Sky membawa mobil mungkin Zeline akan memilih memakai motor nya saja.


"yuk berangkat"


Sky tersenyum, ia naik ke atas motor dan mulai menghidupkan nya. sengaja tak membawa helm karena memang Zeline tak suka memakai helm. Lagipula menurut info yang di dapat, Sky tak suka makan di restoran ataupun di cafe.


Motor melaju melewati sebuah mobil yang berhenti di tepi jalan, Zeline tau mobil milik siapa itu tapi Zeline acuh dan memilih mengalihkan pandangan nya ke sebelah kiri.


Sementara di dalam mobil, Andes memukul stang mobil nya dengan kasar. Ia mengumpat menyadari bahwa Sky sudah satu langkah lebih maju daripada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2