
Ukhuk ukhuk
"kenapa Yun?"
"keselek kuah mie" jawab Yuni nyengir.
Yuni meminum segelas air es yang ia keluarkan dari kulkas. Ia segera meminum nya karena merasa sedikit panas di dada akibat tersedak kuah yang di buat sedikit pedas.
"hati-hati"
***
"oke fix, jadi kita harus datangi Yuni buat ngorek info nya" ucap Sky.
"kalo gitu nanti om titip Jeje ya kalo kalian mau kesana"
"lah, om mau kemana?"
"om mau pacaran dulu sama Tante. Ayok ma"
Tuan Adersn menarik lembut tangan nyonya Jessika. nyonya Jessika pun mau tak mau mengikuti sang suami. Sementara Jeje yang asyik menonton anime di televisi hanya acuh. bocah itu sudah sering melihat adegan romantis dari kedua orang tua nya. Apakah Sky, yang sudah hampir muak namun juga iri.
"ngomong-ngomong si Andra ngga jadi kesini? katanya mau main PS"
Sky angkat bahu acuh. Ia mendekati Jeje mengambil pisang goreng kemudian ikut nonton Jeje. Varo dan Enda pun mengikuti Sky menonton anime kesukaan Jeje. Tak peduli lagi Andra akan datang atau tidak.
***
Suasana restoran ramai seperti biasa. Apalagi ini tanggal merah banyak anak muda yang nongkrong bersama teman atau pun kekasih. Restoran yang Andra kelola memang restoran masa kini yang di desain mengikuti trend yang ada sehingga selalu ramai anak muda.
Andra yang baru saja selesai mandi karena tidur kembali ketika pagi hari ini turun dari lantai atas menuju dapur untuk menghampiri Bara. Karena biasanya Bara selalu ada di dapur untuk membantu koki memasak atau menata pesanan dalam nampan. Padahal sudah sering kali Andra menyuruh Bara agar duduk mengawasi di meja kasir saja tapi berulang kali juga Bara menolak nya.
"selamat siang pak" sapa para koki yang melihat kedatangan Andra.
Andra mengangguk tanpa menjawab, ia kemudian menghampiri sahabat nya yang sedang sibuk melihat-lihat isi freezer sembari membawa buku catatan dan pena. Seperti nya Bara sedang mencatat barang-barang yang stok nya sudah menipis.
"Bar" seru Andra.
Bara menoleh sekilas kemudian kembali fokus mencatat.
__ADS_1
"jadi ke rumah Sky?"
Andra yang tau bahwa Bara masih marah padanya pun maklum dengan sikap acuh Bara.
"ngga usah deh, lagian gua udah bilang sama Sky kalo ngga jadi"
"kok gitu?"
"lu ngebo sih, Sky aja sekarang udah keluar sama anak-anak"
Andra menghela nafas kasar. Sedikit kesal dengan keputusan yang Bara buat. Tapi ia tak bisa terlalu marah karena memang ia juga salah. jika ia tak tidur kembali pagi tadi pasti mereka sudah berada di rumah Sky saat ini.
Sementara Sky dan kedua temannya serta Jeje sudah stay di mobil menuju resto Zeline. Tujuannya kali ini untuk bertemu dengan Yuni dan menanyakan hal apa yang membuat Zeline kembali menghindari Sky. karena sedari tadi malam chat serta panggilan dari Sky hanya di abaikan oleh Zeline.
Sedangkan Zeline, gadis itu saat ini masih rebahan di atas ranjang kostan Yuni. Padahal rencana nya siang ini ia dan Yuni akan ke restoran. Tapi Zeline terlalu malas keluar sehingga hanya Yuni saja yang berangkat dan Zeline memilih bermalas-malasan di kamar. untuk hari ini Zeline akan bersikap layak nya bos yang sebenarnya. Bukan kah dia sudah memiliki dua karyawan dan satu chef jadi untuk apa terjun langsung. Untuk masalah kue Yuni bisa menghandle nya. Jadi Zeline hanya ingin bersantai hari ini.
Berbeda lagi dengan pasangan suami istri yang sudah tidak muda lagi. pasangan yang sudah memiliki satu anak bujang dan satu bocah itu kini sedang melaksanakan makan siang romantis di sebuah pinggiran pantai. Di bawah pohon kelapa, duduk di atas kursi santai di pantai. Di tengah-tengah mereka ada meja yang terdapat sepasang kelapa muda dan beberapa camilan.
"aduh pa, mama jadi serasa muda lagi deh" ucap sang wanita yang kini memakai dres di bawah lutut sembari memandang pantai luas di depan sana.
"he he, memang itu tujuan papa membawa mama kesini. Biar mama dapat energi positif dan selalu merasa muda"
"memang nya selama ini mama selalu dapat energi negatif apa!" wanita itu cemberut.
"mama itu selalu membawa energi positif untuk orang sekitar mama apalagi papa. Maksud papa adalah supaya mama selalu bahagia dan tidak memikirkan sesuatu yang bisa membuat mood mama buruk jadi sesekali kita harus menikmati waktu liburan. Lagipula jarang-jarang anak bujang mama mau ngomong adik nya kan" tuan Adersn terkekeh.
nyonya Jessika pun ikut terkekeh, ia jadi tak membayang kan bagaimana Sky sekarang jika sedang momong sang adik. Tapi kemudian ia ingat dengan Varo dan Enda yang sudah pasti membantu Sky momong Jeje.
"kemana mereka ya pa, mama jadi kangen"
"sudah lah ma. Lupakan sejenak kenyataan kalo kita sudah memiliki dua putra. Anggap saja kita ini masih pengantin baru"
Tuan Adersn memeluk penuh kasih sang istri dan menciumi tengkuk nya.
"hentikan pa, malu di lihat orang. Kita ini sudah tua"
Tuan Adersn terkekeh kemudian melepaskan pelukan nya dan berhenti mencium sang istri.
***
__ADS_1
"permisi kak Yun, itu di luar ada yang nyari kakak"
Yuni berhenti dari aktivitas membuat pudding mangga pesanan pelanggan. Ia menoleh ke arah Sari, karyawan yang memberi tahu nya.
"siapa sar?" tanya Yuni heran.
"enggak tau kak, tiga cowok tampan sama anak kecil yang juga tampan"
Yuni terdiam kemudian ia pun mengangguk.
"oke. bilang sama mereka suruh nunggu kakak beberapa saat lagi"
"baik kak"
Sari berlalu dan menghampiri rombongan Sky untuk menyampaikan pesan Yuni.
"maaf kak, kak Yuni sedang menyelesaikan membuat pudding. mohon tunggu sebentar"
"iya terima kasih"
sari pun berlalu ke dapur kembali untuk mengambil menu pesanan pelanggan.
"gua heran deh, kenapa pria bangs*t itu ngga mau ngasih dana buat memperluas restoran Zeline. Padahal resto ini lumayan ramai" seru Varo.
"kita kan ngga tau apa yang terjadi Var"
"kak, Jeje mau jelly itu"
Sky menoleh, ia pun mengangkat tangan nya dan Dea langsung menghampiri mereka.
"iya mas, ada yang bisa di bantu"
"tolong ambil kan puding dan jelly yang ada di etalase nomor dua itu ya"
"baik mas"
Dea berlalu, ia menuju etalase dan mengambil pesanan Sky. setalah nya ia membawa ke meja Sky. Sky menggeser puding dan jelly itu ke hadapan Jeje dan Jeje dengan gembira memakan nya.
"sorry lama nunggu" ucap Yuni yang baru datang.
__ADS_1
ketika pria muda itu menoleh dan salah satu di antara nya ada yang tersipu.
"cantik" lirih nya dan di dengar oleh Jeje.