Gadis Yang Tak Tersentuh

Gadis Yang Tak Tersentuh
semakin ragu


__ADS_3

Sky tersenyum tipis melihat gambar manis yang di kirim oleh sang mama. Gambar seorang wanita yang di sukai nya yang tengah berbelanja dengan sang adik. Mereka bergandengan tangan selayaknya seorang kakak dan adik. Perasaan bahagia tiba-tiba menghampiri hari Sky.


"kenapa elah? di tanyain diem-diem bae!" seru Varo.


"kepo lu. udah ah habisin makanan lu terus balik"


"lah kenapa? kita udah janjian mau nonton basket malem ini sama Andra sama Bara"


Sky menepuk pelan dahi nya. ah seperti nya hari ini ia akan absen menemui sang pujaan hati.


"


Drrrt drtt


"sebentar ya Zel, Tante angkat telpon dulu"


"iya Tante"


nyonya Jessika menggeser tombol hijau ketika melihat panggilan dari sang suami.


"kenapa pa?" tanya nyonya Jessika lembut.


"sayang, kamu dimana?"


"aku lagi di supermarket ini mau ke resto Zeline. Hari ini mama mau bikin kue sama Zeline"


"papa boleh minta tolong?"


"apa pa?"


"jemput papa ya ma nanti. sebentar lagi papa pulang. Si Sky kurang ajar itu bawa mobil tanpa izin"


"hust. Sama anak ngga boleh gitu. Ya sudah nanti kalo mama sudah anter Jeje dan Zeline ke restoran mama jemput papa"


"makasih sayang.. emmuuach"


nyonya Jessika mematikan sambungan telepon tanpa membalas ciuman jarak jauh sang suami. pipi nya sudah memerah bak udang goreng. Ia memasukkan kembali ponsel ke tas selempang dan melihat ke belakang.

__ADS_1


"kita jalan ya"


"iya Tante. tapi kalo Tante mau jemput om Adersn biar Zeline naik taksi aja"


"jangan. Kamu Tante yang bawa keluar jadi Tante harus anterin kamu juga"


Zeline hanya tersenyum. Entah mengapa perasaan Zeline begitu lemah hari ini. Ia gampang tersentuh dengan hal kecil yang di lakukan atau di katakan oleh wanita yang kini sedang fokus menyetir mobil.


Bukannya lebay atau berlebihan, tapi untuk seseorang seperti Zeline yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya di perhatikan oleh orang tua membuat Zeline sedikit terharu. tapi masih belum sepenuhnya mampu mempercayai nyonya Jessika. Karena Zeline terlalu takut untuk kembali percaya dengan orang lain.


Zeline mengalihkan pandangan nya pada bocah umur lima tahun yang dengan nyaman bersandar pada lengan nya karena bocah itu tengah tertidur. Lagi-lagi ada perasaan aneh yang hinggap tanpa izin di hatinya. Ia menyentuh pipi tembam Jeje dengan jari nya. Kulit lembut dan putih Jeje mengingat kan ia pada bocah usia tiga tahun yang harus pergi selama-lamanya karena terkena demam.


Zeline memejamkan matanya menahan gejolak dalam hati. Rasa marah, benci, sedih, kehilangan menjadi satu. Dadanya kembang kempis menahan gejolak hati yang rasanya memberontak ingin di keluarkan. bulir bening hampir jatuh namun segera di hapus oleh Zeline. Padahal apa yang di lakukan Zeline telah terekam di otak nyonya Jessika yang sejak tadi selalu melirik ke arah belakang melalui kaca dalam mobil itu.


***


"mari saya duluan pak" ucap seorang staf menyapa tuan Adersn.


tuan Adersn hanya tersenyum ramah menanggapi sapaan pada karyawan nya. meskipun dalam hati merutuki sikap Sky yang pergi tanpa pamit. Memang kesalahan nya yang membiarkan sang istri pergi dengan mengendarai mobil Sky. Akhirnya dirinya dan Sky harus berangkat bersama dan dirinya lah yang di tinggalkan.


Tak lama tuan Adersn keluar dari kantor saat melihat mobil sport milik Sky memasuki halaman kantor.


"sudah lama pa?"


"belum ma. Jam pulang baru aja kok. Tuh masih rame"


nyonya Jessika melihat ke arah yang di tunjuk sang suami. Disana tak jauh dari mereka beberapa karyawan sedang mengobrol di area parkir. Mereka tak sengaja menoleh dan mengangguk sopan ketika melihat bos dan istrinya sedang melihat ke arah mereka.


"istri bos cantik banget ya" celetuk mereka melihat mobil sport itu mulai melaju pelan.


"iya. Mana dua anaknya ganteng-ganteng banget lagi"


"iya. Seandainya pak Sky melirik diriku aah sudah pasti aku akan sangat bahagia"


"jangan mimpi non, tidur sore ngga baik"


"ah sialan kamu"

__ADS_1


Mereka pun kemudian pergi karena sudah ada janji untuk menonton basket bersama.


***


"Zeline... Apakah karena kamu sudah sukses kamu jadi lupa sama mama nak?"


Zeline memejamkan matanya menahan amarah. Ini yang tidak di sukai nya dari sang ibu. Bukannya instrospeksi diri atas apa yang terjadi tapi sibuk mencari kesalahan orang lain.


Suasana restoran sedang ramai karena memang jam pulang kantor ada yang sengaja mampir untuk membeli oleh-oleh kue untuk sang anak dan ada juga yang hanya sekedar membeli menu makan malam.


"cukup ma... Jangan buat aku malu"


"kamu malu? kamu malu karena kedatangan mama?" ucap Bu Nadin dengan suara hampir berteriak.


Hal itu membuat beberapa pelanggan menoleh ke arah mereka namun kembali cuek seperti tak melihat apa-apa. Bagi mereka yang sudah langganan di resto itu sudah tak asing melihat sang owner resto di datangi oleh pria dan kadang wanita yang mengaku sebagai orang tua.


mereka akan menciptakan drama yang sangat bagus di tonton oleh mereka yang tidak menyukai Zeline. tapi menjadi tontonan menjijikan bagi mereka yang pernah menempati posisi seperti Zeline.


***


"lu yakin mau nutup resto lebih awal?" tanya Sky kepada Andra.


Andra mengangguk tanpa menoleh karena pria itu sedang mencatat hasil kerja keras nya hari ini.


"gua tunggu di mobil"


Sky berlalu, entah mengapa sejak Varo dan Enda mengatakan jika pernah melihat tuan Maheswari datang dan mengobrol akrab dengan Andra dan Bara membuat Sky menjadi tidak terlalu menyukai Andra. Alasannya cukup tidak mendasar memang, tapi perasaan ingin melindungi Zeline membuat ia sedikit menjaga jarak dengan Andra.


akhirnya Sky memilih diam di mobil sembari menunggu ke empat temannya. Jenuh menunggu ia pun membuka ponsel dan langsung mengklik pesan sang mama. karena deringan ponsel yang sudah di buat tak menyala membuat Sky tak sadar dengan beberapa pesan yang masuk dari sang mama.


Sky membuka satu per satu pesan gambar dari mama nya. dan pesan gambar itu rupa nya adalah foto Zeline yang sedang mengaduk adonan, sesekali bercanda dengan Jeje dengan sama-sama mengusap kan adonan basah di pipi.


Sky tersenyum, mood nya tiba-tiba membaik ketika melihat gambar yang membahagiakan itu. Ia jadi bermimpi akan seperti apa indahnya kehidupan rumah tangga nya kelak bersama Zeline.


"pasti sangat menyenangkan. Ohh betapa dia sangat menggemaskan" gumam Sky.


Ia menatap foto yang sangat pas menurut nya. Foto Zeline sedang tersenyum sembari mengaduk adonan dengan mixer. Foto yang di ambil candid tapi tidak mengurangi kecantikan Zeline.

__ADS_1


__ADS_2