Gadis Yang Tak Tersentuh

Gadis Yang Tak Tersentuh
ada apa?


__ADS_3

Sky menoleh ke arah Andra yang sedang menundukkan kepalanya padahal pertandingan basket sudah di mulai. Ia melihat lagi ke arah Zeline yang sekarang sudah fokus menonton pertandingan dengan raut wajah datar dan pandangan mata yang tajam. Sky pun mencoba abai dengan keadaan itu dan fokus menonton pertandingan meskipun sesekali menoleh ke arah Zeline.


Tidak seperti yang ada di pikiran Sky bahwa saat ini Zeline sedang fokus menonton pertandingan. Nyata nya gadis itu sekarang sedang menekan kuat-kuat perasaan pada dirinya. Rasa takut sekaligus khawatir bersamaan yang menghampiri dirinya. Matanya memang fokus ke depan tanpa menoleh sama sekali. tapi siapa yang bisa menebak apa yang di pikirkan oleh gadis ini sehingga Yuni melihat Zeline seperti sedang melamun bukan menonton pertandingan.


Yuni menepuk pundak Zeline membuat gadis itu terlonjak kaget. Sesuai dugaan bahwa perasaan Zeline kembali buruk karena bertemu pria itu. Seharian ini sudah memiliki mood baik dan hancur seketika hanya karena bertemu dia,,, Andra.


Tanpa diketahui siapapun, Bara pun terkadang sesekali melirik ke arah Zeline. Zeline memang sering menganggap nya tiada meskipun mereka bersitatap muka. Bara pun maklum, karena mencoba memposisikan diri sebagai Zeline yang mungkin akan bersikap sama jika di khianati.


Bara hanya sedih, kedekatan yang dulu pernah terjalin kini pupus dan mereka seperti tidak saling kenal. tapi bukan dirinya, karena yang bersikap seperti itu adalah Zeline. tapi Bara maklum.


Beberapa jam menonton basket membuat Zeline bosan. beruntung Sari mengajak pulang terlebih dahulu jadi Zeline pun mengiyakan dengan senang hati. Sari memang tipikal gadis yang jarang sekali begadang. Bahkan jika restoran tutup pukul sembilan malam gadis itu akan sering-sering menguap karena sudah merasa mengantuk.


Dan malam ini adalah malam yang patut di apreasiasi karena sudah mendekati dini hari tapi Sari masih kuat melek. Meskipun matanya sudah memerah karena menahan kantuk. Beruntung lokasi tak terlalu jauh jadi mereka pun bisa sampai dengan cepat.


melihat pergerakan tiga gadis disana, Sky ikut beranjak. Andra yang melihat itu pun mengikuti. Sedang tiga temannya mau tak mau juga beranjak.


Sky mengikuti langkah Zeline dan mencoba mengejar nya.


"Zel!" seru Sky.


Zeline berhenti, ia membalik dan menatap ke arah Sky. Sky terhenyak, tatapan ini sama persis seperti tatapan dimana mereka belum mengenal dulu. Akhir-akhir ini Zeline sudah menatapnya dengan ekspresi bukan dengan raut datar seperti ini. Sky yang tak mengerti pun hanya abai meskipun ada rasa nyeri di hati.


Yuni yang melihat itu segera menarik tangan Zeline. Sebenarnya bukan kehadiran Sky yang membuat Zeline menjadi dingin. Tapi sepertinya Zeline belum bisa mengontrol perasaan nya.


"permisi ky, kami mau pulang dulu"


Yuni menarik tangan Zeline menuju taksi yang memang di sewa oleh mereka karena kebetulan supir taksi itu pun suka menonton pertandingan basket. Sari mengikuti kedua bos nya dengan pandangan bingung sebab belum mengenal siapa pria tampan yang menghampiri bos dingin nya.


Mereka masuk ke dalam taksi dan taksi pun melaju.

__ADS_1


"gua heran deh, kenapa Zeline jadi cuek lagi" keluh Sky.


"positif thinking aja ky, mungkin capek. Kan lu tau Zeline pasti dateng kesini pas resto baru tutup" jawab Varo.


"bener itu" sahut Enda.


Sedang dua orang di belakang mereka hanya memandang taksi yang sudah hilang dari pandangan mata.


"ya udah lah kuy pulang. Kita nginep di rumah lu yak. Besok kan tanggal merah" seru Varo.


Sky pun mengangguk. Ia berbalik dan berpamitan pada dua temannya.


"kita balik dulu, jangan lupa besok main ke rumah gua. kita main PS" ucap Sky.


"oke" balas Bara.


"eh, tapi lu sadar ngga sih ky ekspresi wajah Zeline tuh berubah pas lihat rombongan kita tadi" seru Varo tiba-tiba.


Sky yang memejamkan matanya pun menoleh ke arah Varo. Sementara Enda yang kebagian tugas menyetir hanya diam mendengarkan.


"maksud lu?"


"ya gua ngga ada maksud apapun sih. Cuma gua sedikit heran aja kenapa raut wajah Zeline yang tadinya biasa aja pas dateng bisa jadi dingin dan datar pas lihat rombongan kita. Bukan maksud apa-apa karena gua sempet lihat tadi kalo Andra tuh natap Zeline dalem banget"


Sky terdiam. Apa yang di katakan oleh Varo masuk akal. memang ekspresi Zeline begitu cepat berubah. dan Andra yang tadi excited ingin menonton pertandingan basket tiba-tiba menjadi diam seribu bahasa. Bahkan tak terdengar bersuara sama sekali semenjak melihat kedatangan Zeline.


'sebenarnya ada apa?' batin Sky.


***

__ADS_1


"Zel lu ngga ada niatan tidur?" tanya Yuni.


Zeline masih setia membuka mata meskipun tubuhnya sudah berbaring. sedang Sari sudah berkelana ke alam mimpi sejak tadi. Yuni saja heran bagaimana bisa gadis itu bisa langsung tertidur di kasur lantai padahal belum mandi. Bahkan kaus kaki nya pun belum di lepas. Yuni menebak gadis yang menjadi karyawan baru nya itu belum pernah tidur sampai larut malam seperti ini.


"Zel"


Zeline menoleh. Ia menatap Yuni seperti ingin mengatakan sesuatu namun kemudian memejamkan matanya dan tak lama terdengar suara dengkuran halus membuat Yuni tersenyum. Yuni pun mencari posisi nyaman dan menyusul kedua gadis yang sudah berlabuh ke alam mimpi.


Mengenai apa yang terjadi bisa di bincang kan besok. Besok kebetulan tanggal merah, mereka sudah berencana ingin berlibur ke dufan atau sekedar nongkrong di mall. mencari barang diskon yang mungkin saja ada.


***


"lu ngga ada niatan buat minat maaf sama Zeline Ndra?" tanya Bara.


Mereka berdua baru sampai dan baru selesai bersih-bersih. kedua pria ini memang sudah biasa tidak tidur semalaman suntuk. Karena terkadang restoran mereka buka full 24 jam. Malam ini pun rencana tutup awal hanya omongan belaka bukti nya restoran itu masih buka hingga dini hari.


"gua salah apa sih Bar?"


"lu ngga ngerasa bersalah?"


"menurut lu letak kesalahan gua dimana?"


"lu ngga percaya sama Zeline Andra. Lu lebih percaya sama bokap nya"


"ya gimana gua mesti percaya sama Zeline kalo Zeline bilang bokap nya pelit sementara yang terjadi sama gua tuan Maheswari sangat royal Bara. Bahkan restoran tiga lantai ini bisa berdiri atas bantuan tuan Maheswari"


"ini yang salah Ndra. Ini yang bikin Zeline ilfeel sama lu. Lu tuh kayak cowok yang bakal mundur dari hubungan cinta karena uang, lu percaya sama bokap Zeline karena sikap nya ke elu yang beda. padahal bisa jadi apa yang di katakan Zeline itu benar"


"udah lah Bar, gua ngga nyesel masalah itu. Yang gua sesalin kenapa Zeline justru memilih pergi dari rumah nya dan menghindari kedua orang tua nya padahal kedua orang tua nya baik banget. dan gua nyesel juga karena gua ngga bisa bikin Zeline berbakti sama orang tuanya"

__ADS_1


__ADS_2