Gamers Of Tersesat

Gamers Of Tersesat
Eps - 10 Cerita Masa lalu Vl


__ADS_3

[Kei POV~]


Aku yang kesal hanya bisa berjalan ke arah rumah ku, aku ingin merebah kan diri di kamar. Sudah cukup lama aku merebah kan diri di kasur, seseorang datang mengetuk pintu ku beberapa kali.


Aku yang tahu siapa itu, hanya bisa menghembus kan nafas pelan lalu berkata sembari membuka pintu, "Tidak ada orang.." Ucap ku lalu menutup pintu, dan sayang nya pintu itu tertahan oleh sepatu di bawah pintu.


Aku membukakan pintu dengan wajah datar lalu membanting kan pintu dengan keras. Paman Porugi yang melihat ku membanting kan pintu kaget bukan main, tak memikir kan apapun, dia lalu menarik kaki nya.


Aku yang melihat dia entah mengapa sangat marah, membuat ku tidak bisa mengontrol emosi ku. Sekarang aku lalu membuka pintu bawah tanah yang berada di bawah kasur. Aku yang ada di sana menjadi lebih tenang, membuat ku ingin merebah kan diri kasur.


Tempat itu munkin kedap suara, karna disana tidak terdengar suara ketokan pintu yang terus menerus bahkan aku yang rebahan menjadi tertidur pulas. Sementara Porugi terus mengetok pintu tanpa berhenti bahkan dalam 1 jam ia masih melakukan nya.


Kalau aku bisa mendengar ketokan itu tak berhenti membuat ku salut pada paman Porugi. "Haiss.. Seperti nya lain kali saja memberitahu kan nya.." Guman paman Porugi. Paman Porugi lalu berjalan menjauh, meninggal kan Kei yang tertidur.


Ke esokan hari nya dimana tempat makan, seperti biasa kami akan makan pagi disana. Hanya keluarga tertentu saja yang boleh makan bersama Paman Porugi. Aku yang sudah mandi lalu ketempat makan, aku dari kemarin belum makan membuat ku lapar sekali.


"Selamat pagi.." Ucap ku menyapa.


"Oh Kei, mari - mari.. Makan bersama.." Ucap ibu Haruka.


Ketika masuk, orang pertama yang kulihat adalah Haruka, dan kedua adalah orang tua Haruka. Seperti biasa aku melihat Haruka yang tersenyum ramah kepada ku, tetap diriku tak peduli. Berbeda dengan paman Porugi yang yang menatap ku sangat tajam.

__ADS_1


Aku duduk di tempat biasa. Baru saja duduk, paman Porugi sudah mengatakan hal kemarin, membuat ku marah lalu memukul meja disana. Haruka dan Bibi terkejut ketika melihat ku marah, bahkan paman Porugi pun terkejut.


Ruangan itu menjadi sunyi dan canggung, membuat acara makan jadi terhenti. Aku menyadari hal itu, lalu pergi dari sana tanpa makan sedikit pun.


Ruangan yang tadi nya menyenang kan jadi terhenti membuat selera makan mereka menjadi menghilang. Haruka dan Bibi memandangi paman Porugi tajam - tajam. "Ibu, aku akan pergi dulu, menyusul Kei.." Ucap Haruka.


"Hmm.. Bawa makanan untuk nya, pasti dia belum makan.." Tambah Bibi, "Hati - hati di jalan.."


"Baik~.." Ucap Haruka yang selesai membawa rantang mankuk lalu pergi.


Kei sedari tadi berjalan - jalan mengusapi perut nya yang lapar, membuat dirinya menyesal pergi tanpa membawa makanan, bahkan uang pun di tinggal di rumah nya.


Saat berjalan, ia merasakan hawa yang di kenal nya. Haruka, sedari tadi dia mengikuti ku dari belakang, membawa entah apa. Di suatu tempat, dekat dengan sungai yang terdapat rerumputan aku lalu duduk di atas rumput, aku menyuruh Haruka untuk keluar dari persembunyianya.


Aku pun mengambil nya tanpa pikir. "Terima kasih makanan nya.." Aku lalu membuka dan memakan nya.


"Pemandangan nya indah yah.." Ucap Haruka yang duduk sembari menikmati indah nya pemandangan. "..." Haruka tak mendapat kan jawaban sama sekali membuat dirinya marah mengembung kan ke dua pipinya itu.


"Ummm.. Terima kasih makanan nya.." Ucap ku sembari memandang Haruka. Tetap walau diriku senang, aku tidak akan tersenyum, hanya menunjukan wajah datar seperti sekarang ini.


"Nihh, minum nya.." Akupun mengambil minuman itu dan menghabis kan nya. Aku yang sudah kenyang lalu tiduran. "Hei, Haruka.. Aku ingin tiduran sebentar jadi jangan ganggu.." Aku pun dengan cepat menutup mata.

__ADS_1


Aku mengunakan tangan ku sendiri untuk di jadikan bantal, dan akibat pohon yang ada di atas kami, aku dapat tidur dengan cepat. Tak terasa mata ku sangat lah lelah, bahkan diriku sudah tidak bisa lagi mengankat kelopak mata ku lagi.


"E-Ehh, Serius..?" Tanya haruka yang melebar kan mata terkejut. ".. Dia sangat keren saat tidur, bahkan tampan nya itu membuat ku tergila - gila padanya.. Kalau saja aku dapat memberitahu mu kalau diriku mencintai mu.. Tapi aku sangat tidak yakin kalau dirimu mencintaiku sama hal nya dengan ku.." Guman Haruka dengan senyum masam.


"Hoamm, entah mengapa aku melihat mu, membuat ku ketagihan ingin tidur.." Ucap Haruka lalu berbaring di sebelah Kei. Tanpa di sadari, waktu berputar sangat cepat, sampai tadi nya siang menjadi sore hari.


"Ehh.. Kenapa dia ada disini.." Kataku yang melihat wajah Haruka dari dekat. jarak antara mukaku dan muka nya hanya tingal beberapa cm lagi. 'Dia sangat cantik sekali.. Andai kalau kau adalah milik ku, aku tidak akan membiar kan laki - laki lain mendekatimu.. Tapi seperti nya kau mengangap ku sebagai kaka? Munkin aku tidak akan dapat bersama mu selamanya..' Batin ku yang serasa sakit.


Tanpa ku sadari, aku terbawa hanyut bersama dengan pikiran ku, sampai - sampai tidak menyadari kalau Haruka sedang menatapi nya.


'Apa dia sedang memikir kan ku..' Telinga Haruka sekarang sangat lah panas, ia curiga kalau Kei sedang memikir kan nya. "Hei, Kei, apa kau masih disana..?" Ucap Haruka keras.


Tetap Kei tidak membalas apapun, membuat dirinya lebih yakin. Haruka pun mengeleng - geleng kan bahu milik Kei kedepan belakang. Tanpa Kei sadari, ia tak sengaja mencium Haruka tepat pada bibir Haruka. Yah walau hanya sentuhan, tetap ia merasa malu.


Ciuman mereka sangat lah lama, bahkan Kei pun tersadar, tetapi ia juga terdiam bersama Haruka, membuat keduanya berciuman sangat lama.


'Aduh, bagaimana ini.' Haruka sangat lah panik sampe - sampe ia bergulat bersama pikiran nya. Di alam pikiran Kei, ia merasakan manis yang luar biasa, serasa eskrim menempel disana, yah walau tidak dingin tetap sangat manis, munkin bukan eskrim tepat nya permen.


Kei ingin lebih dari dalam tetapi ia sadar kalau itu sangat lah dilarang untuk dilakukan, membuat dirinya hanya terdiam.


----------

__ADS_1


Emm, Munkin kalian yang pernah melakukan nya pasti tidak berpikiran begitu. Aku? Tidak, aku tidak pernah.


__ADS_2