Gamers Of Tersesat

Gamers Of Tersesat
[GoT - S2] Eps - 35 Cinta di bawah pohon


__ADS_3

"Grrr.." Sfx: Suara gertakan gigi. Anggota serta para tetua gemertak, marah membara. Karna tak kuasa menahan emosi, salah satu tetua menyerang Kei dengan bola api.


"Dhuarr.." Terdengar suara ledakan yang keras, bahkan ledakan nya pun tak biasa. Bagaimana tak biasa, kalau tinkat nya level Hitam. Untung nya tidak ada korban, karna di selamat kan oleh Kei dan teman - teman nya.


"Sialan kau! Berani - berani nya kau membunuh Fang Huazi! Apa kau tidak takut sama kami hah?! Kau pikir kalau kami sedang di depan banyak orang, lalu tak berani membunuh kalian!!" Teriak bapak tua, memasuki arena hidup - mati.


"Sialan!! Akan ku bunuh kau sekarang! 'Bola Api Langit'.." Ucap Orang yang menyerang. Dalam seketika langit di penuhi bola api, terdapat puluhan bola api besar berkumpul menjadi satu, dan.. Pas! 'Bola Api Langit' Sangat lah besar, bahkan dapat menghancur kan 1 stadion.


"Rasakan ini,, Sampah!" Ucap orang yang meyerang. Ia pun lalu mengayunkan tangan nya, sembari berteriak.. "Hiyahhh.." dalam kecepatan lumayan cepat, bola itu perlahan hampir menyentuh atasan arena, untung nya Kepala desa sudah menyiap kan pelindung yang sangat kokoh.


"Sialan! Siapa yang berani menghalangi ku untuk membunuh bocah sampah itu.." Orang yang menyerang tadi marah - marah, melihat serangan nya tertahan oleh pelindung, ia pun bertanya, tapi..


"Aku.. Memang kenapa?!" Ucap Kepala desa, berteriak.


"Sialan kau! Berani - berani ny--" Ucapan nya terhenti ketika mendengar suara yang lumayan familiar. "ehh? Kepala Desa?" Tanya orang yang meyerang tadi. Dalam sekejap, perubahan sikap yang cepat, dari marah langsung sopan, perubahan yang cukup drastis.


***Oke, balik lagi ke topik pembicara'an.


"Kenapa? Apa kau takut sekarang..?" Tanya kakek (Kepala desa) yang sedang memegang tonkat sihir nya. Seketika, orang tadi jadi berkeringat dingin, takut kepada nya.


'Sialan dasar kaket tua! Kalau kau bukan tinkat legenda, sudah ku bunuh kau dari awal tadi..' Batin orang yang menyerang tadi. "Eh Hehehe?? Tidak, tidak.. Maaf kalau begitu, saya pergi dulu.. Permisi.." Ucap orang yang menyerang tadi.

__ADS_1


Dengan cepat, ia balik ke kursi semula, tanpa sedikit pun rasa malu. "Haish, orang tak tahu malu.." Ucap para penonton.


"Karna nak Kei sudah memenang kan pertandingan dengan Fang Huazi (Semi final pertama, semi final ke 2 nya melawan Izune, Izune kalah), sekarang kita akan melakukan babak final, di mana Kei dan Maru akan bertarung. Jadwal pertarungan nya akan di adakan besok pagi..


Untuk pemenang pertama, akan mendapat kan barang "Tulang berumur 80 ribu tahun", untuk pemenang ke 2 mendapat kan uang senilai 100 jt koin emas. Juara ke 3 mendapat kan 80 jt, dan juara 4-5 mendapat kan 50 jt. Kalau begitu kalian istrirahat lah yang banyak, karna besok akan ada pertarungan yang sengit." Ucap kepala desa ke semua orang. Dalam beberapa saat, mereka pun pergi dari arena dan stadion.


Note Author: Untuk Maru, ia melawan anak dari Huazi di babak semi final pertama, dan kalah. Untuk ke 2 nya melawan Haruka. Karna Izune dan Haruka kalah, tinggal Kei dan Maru yang bertarung.


*** Di Taman yang biasa Kei dan teman - teman nya kunjungi.


"Kei, kamu sangat hebat dan keren hari ini.." Ucap Haruka senang.


"Apa yang aku bilang.." Ucap Kei sombong.


"Grrr.. Bukk - Buk - Bukk.. Huh, dasar pria ga peka.." Teriak Haruka mengembung kan pipi. Saat - Saat di pukuli..


"Ohok - Ohok.. H-Hei,, Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku.. K-Kan aku ini pacar mu, bagaimana bisa memukul ku seperti itu.. Kau ingin membunuh ku ya?!" Tanya Kei. Terlihat di kepala, perut bahkan pungung pun kena. Hampir saja Kei tersedak makanan.


"Huh.. Makan nya kalau wanita mu sedang menjelas kan, tolong perhatikan!" Teriak Haruka membalikan badan ke arah sebalik nya.


"Iya - Iya, maaf deh.. Jadi, apa yang kau ingin kan?" Tanya Kei.. Tapi sebelum itu.. " *Menghirup udara*, Eh? Bau Farfum?? *Menghirup udara sekali lagi*, Iya, bau farfum,, Tapi yang ini beda, sangat wangi.." Ucap Kei kewangian.

__ADS_1


"Siapa yang memakai bau farfum ini..? Ini.. Bau yang sangat Familiar, seperti daun sakura..?" Tanya Kei celingak - celinguk, tapi di sekitar mereka sangat lah sepi, padahal belum sore - sore amat, dan aneh nya tidak ada 1 pun di sekitar sini ada pohon sakura. Yang ada hanya ada Haruka seorang..


[Author Note: Mau menjelas kan secara rinci.. Sebenar nya di area ini, sangat lah tidak munkin terdapat pohon sakura, karna terdapat di negara cina bukan di jepang. Oh ya, jangan salah kira kalau Kei dan teman" nya berada di negara jepang sekarang, tapi di cina.. Dan, awal cerita nya, mereka berasal dari negara jepang, jadi nama mereka beda dari orang yang lain..


Oh ya untuk rinci penjelasan area sekitar, sebenar nya desa dan kota di sini tidak lah di jaman modern atau jaman penjajahan, tapi di jaman pertengahan, dimana tidak ada elektronik atau kendara'an bermesin, jadi wajar saja kalau kalian penasaran, karna belum di jelas kan]


"Ehh Haruka? Kenapa merona??" Tanya Kei bingung.


"Bukk" Suara pukulan pas di kepala Kei. "Itu bau farfum ku! Mau apa?!" Tanya Haruka merah merona malu.


"Eh? Punyamu?? Pantas sangat lah wangi di sekitar sini.. Bahkan walau di hirup berkali - kali pun, ini tak terasa buruk saat di ulang - ulang di hirup.. Bahkan, terdapat penyembuhan nya?!" Ucap Kei kaget ketika mendapat kan Notifikasi.


"Hei Haruka! Apa kau masih punya?! Aku ingin minta satu.. Dan.." Saat kei berbicara, Haruka menyela, sekali lagi Kei di pukul pas di kepala yang di pukul tadi, membuat nya kesakitan. "Hikss - Hikss.. Bagaimana bisa kau melakukan ini? Padahal aku tidak memiliki salah, tapi kau masih memukul ku.. Hikss - Hikss kau kejam.." Ucap Kei tersedu - sedu kesakitan, sembari mengusap kepala nya yang benjol.


"Maka nya, jangan meminta sesuatu pada perempuan! Bagaimana bisa pria seperti mu meminta pada wanitamu, seharus nya aku yang minta padamu..!" Teriak Haruka, menyilang kan tangan nya.


Untuk Kei.. Dia hanya memperhatikan dirinya sendiri, tak mendengar kan, dan sedikit berguman,, "Dasar monster.." Guman kei pelan sekali.


"Apa katamu! Bukk - Bukk.." Sekali lagi Kei mendapat kan Jackpot kasih sayang dari Haruka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


["Hei Hei Hei.. Kasih sayang pala mu! Lagian, kenapa aku harus di pukuli terus, Thor..?" Tanya Kei.


Author pun berkata: Yah itu nasib mu.. Kalau sudah di katakan di pukuli, kau pasti di pukuli,, Bahkan di di pukuli se kampung pun ku bisa, hehehe :').]


__ADS_2