Gamers Of Tersesat

Gamers Of Tersesat
Eps - 17 Menyatakan Cinta


__ADS_3

Sekarang aku akan selalu tersenyum kapan pun, dimana pun, siapa pun, dan aku akan memberikan nya pada Haruka.


"Hei, Kei.. Cepat.." Bisik Maru yang sedikit menjauh dari Haruka bersama Kei.


"Tapi.."


Aku yang sudah melakukan tos bersama, tiba - tiba Maru menarik ku. Tanpa aku sadari, ia menyuruh ku untuk menyatakan cinta ku pada Haruka, tetapi, aku takut sekali untuk di tolak oleh nya.. Jujur, aku sangat takut sekali di tolak, aku merasa kalau Haruka akan menolak ku.


Dan karna aku belum siap, aku takut aku akan sakit di kemudian hari. Tanpa aku sadari, Maru pergi dan mengatakan pada nya kalau Kei mau berbicara pada nya.


What? Seriously?


Aku tidak menyanka kalau dia akan mengatakan itu, seperti nya kehidupan ku bersama Haruka akan hancur saat ini.


"Kei, apa kau mau berbicara pada ku..?" Tanya Haruka dengan sikap seperti biasa. Aku yang di tanyakan seperti itu, membuat diriku panik.


Seperti nya tidak dapat di hindar kan.


"Haruka, apa kau akan marah kalau aku menyukai mu?" Tanpa sadar diriku mengucap kan itu, bahkan aku mengatakan nya perlahan tapi pasti.


Tentu saja Haruka akan terkejut. "Eh? Apa kau bisa mengulangi nya lagi?" Tanya Haruka dengan wajah kebingungan sembari memiring kan kepala nya.


'****** sudah, ****** sudah..' Aku membatin terus. Aku yang malu membalik kan badan sebentar lalu mengahadapi Haruka lagi. "Aku tahu kalau kau pasti menganggap ku sebagai kakak, tetapi sebenar nya aku sangat cinta sama dirimu..


Aku takut kalau kau akan menolak ku, jadi.. Diriku selalu menghindari mu, aku ingin cinta ini berakhir, tetapi.. Kau selalu memaksa ku untuk bersama diriku, membuat diriku tidak dapat melupakan mu..


Maaf kan aku tidak bisa bilang cinta ini padamu, padahal aku sudah suka pada mu sejak kecil.." Ucap ku yang sesekali melihat Haruka lalu menunduk lagi.


Terlihat kalau Haruka hanya menganga mendengar itu. Aku hanya mengaruk kepala ku yang tidak gatal, memikir kan cara untuk mencair kan suasana.

__ADS_1


"Apa kau bodoh?" Ucap Haruka yang masih ternganga. Aku hanya diam. "Sekali lagi aku bilang, apa kau bodoh?" Ucap Haruka yang perlahan menetes kan air mata.


Tentu saja aku kaget ketika melihat Haruka menangis membuat diriku memang merasa salah, lalu mengatakan, "I-Iya, maaf kan aku.." Tanpa aku gerak kan, kepalaku tiba - tiba mengarah ke kiri menghindari tatapan mata Haruka yang kosong.


Tak lama, terdengar suara nangis, dan tak lama juga Haruka memeluk ku tanpa peringatan. "Apa kau bodoh? Kenapa kau baru memberitahu kan ini padaku.. Hikss, Hikss.. Apa kau tidak merasa, kalau aku ini suka pada mu..?" Tanya Haruka yang pelan, kadang meninggi kan tapi ganti lagi.


Aku sekarang sadar, kalau perkiraan ku sangat lah salah. Aku tidak mengetahui kalau Haruka sangat lah menyukai ku, membuat ku tambah bersalah lagi. Walau aku tahu salah, tetap aku ingin bertangung jawab dengan hal itu.


"Cup Cup.. Aku tahu aku bodoh, maaf kan aku.. Sebenar nya aku sangat lah mencintai mu lebih dari apapun, walau kau mati sekali pun, tetap aku akan pergi bersama mu.. Lagi pula aku tidak memiliki siapapun disini.." Ucap ku yang langsung balik memeluk Haruka, bahkan aku terus mengelus rambut nya yang putih itu. Sekarang Haruka terlihat lebih tenang.


Owh ya, ada yang lupa. Tanpa ku sadari, aku menghina tidak langsung ke arah Maru, membuat Maru kecewa.


"Hei Kei, apa maksud mu tidak memiliki apapun? Apa kau lupa teman mu ini..? Yah sudah lah, munkin aku harus mati dulu, biar dia nyusul sekalian.."Guman Maru marah.


Tentu saja aku mendengar itu, membuat diriku hanya tersenyum bahagia.


"Jadi.. Haruka, apa kau mau jadi pacar ku..?" Tanya ku yang tersenyum lembut.


"Ehh! Apa maksud mu? Apa kau menolak ku?" Ucap ku yang melepas pelukan ku.


"Maksud ku tidak untuk hal lain," Dengan meloncat sedikit manja. "Maksud ku aku tidak mau jadi pacar mu.." Ucap Haruka sedikit manja pada diriku.


"Terus kau mau jadi apa..?" Tanya ku kebingungan.


"Aku tidak mau pacaran, aku hanya ingin kepastian, karna pacaran tidak menjanjikan, dan aku ingin mendapat kan kepastian, untuk cepat menikah dengan mu.. Aku tidak mau jomblo meski pun pacaran.. Lihat, orang yang baca novel ini pun masih pacaran tapi tidak mendapat kan kepastian, jadi aku ingin mendapat kan kepastian darimu, agar diriku dapat dengan mu selamanya.." Ucap Haruka yang menceramahi ku.


Yah walau aku tahu, tetap aku merasa kasihan pada kalian yang masih pacaran belum di lamar, bahkan, aku lebih kasihan pada kalian yang masih jomlo.. Tak tega aku..


Yah walau aku tahu jomblo itu bebas, tetap akan sakit kalau kelamaan ngejomblo, bahkan kebanyakan di novel toon ini ber genre romantis, bahaya kalau orang jomblo membaca novel ber genre romantis, bisa - bisa mereka dapat mengkhayal tinkat tinggi.

__ADS_1


*** Baik, balik ke cerita.


"Jadi, kamu ingin aku nikah kan begitu?" Tanya ku. Haruka pun menganguk pelan.


"Baik, akan ku lakukan apapun itu, selagi itu kamu yang memerintah kan.." Ucap ku memberikan senyuman hangat.


"Kalau apa yang kamu katakan benar.. Apa bisa kamu mengendong ku ke arah ayah ku?" Tanya Haruka. Oke, selama itu kamu, akan ku lakukan. Aku mengendong Haruka.


'Seriously? Apa dia beneran?' Batin Haruka. "Hei Kei, apa kau serius..?" Tanya Haruka. Aku lalu menganguk pelan.


"Wiut Wiw.. Cie, cie, yang baru pacaran ni.. Sekarang kalian jadi bilang aku, kamu, jadi iri aku.." Ucap Maru yang sedikit menahan tawa ketika melihat tinkah kami.


Kami, jadi malu. Tanpa kami sadari, Maru dari tadi melihat tinkah kami, bahkan apa yang kami ucap kan. Sepertinya kami bahan tertawaan untuk Maru.


"Hihihihi.. Hehehe.. Ahahaha, maaf - maaf.." Ucap Maru yang tak menahan tawa lagi, seperti nya Maru melihat tinkah malu kami, membuat dirinya tertawa. Kami sadar, ini pertama kali nya kami melihat tawa Maru, dia.. Dia mirip sekali seperti anak kecil, tawa nya yang di sertai guling - guling di tanah, membuat seperti anak kecil saja.


"Sudah - sudah, kita harus berankat sekarang.. sekarang sudah jam 21:28, jadi nanti kita mulai penyerangan.."


----------


Yo, udah lama gak ketemu.


Ada pengumuman.


[Novel pertama, atau bisa di sebut novel ku yang bernama 'Dewa kedamaian dan Kehancuran,' maaf aja kalau eps 1 sampai 40 hanya 500 kata. Maaf dengan alur cerita nya, maklum orang pemula.


Awal nya novel itu hanya iseng - iseng aja, tapi yah udah terlanjur eps jauh, jadi mau tak mau aku harus melanjut kan nya. Dan untuk alur cerita, nanti saya akan ubah.


Untuk masalah perpanjang cerita, saya akan tunggu nanti di Eps ke 10, nanti ada pengumuman lagi. Jadi setiap udah lewat 10 Eps, nanti akan di perpanjang (Yah itu juga tergantung pada kalian juga sih.)

__ADS_1


Oke, kalau begitu, terima kasih sudah setia membaca, yah mau yang pembaca lama dan baru tetep sama.


Selamat menikmati~]


__ADS_2