Gamers Of Tersesat

Gamers Of Tersesat
[GoT - S2] Eps - 37 Cincin Merah


__ADS_3

"Slashh! Slashh!" Dengan cepat Maru mengunakan lankah cahaya nya, menyayat - nyayat tubuh 'B*** Gelap' itu. Terlihat Bar Hp milik 'B*** Gelap' itu mengurang -55, -55, -55, 55, dengan cepat, Haruka mengalih kan perhatian dengan menyerang dan menjauh kan dirinya dari 'B*** Gelap' itu.


"lightning explosion!" Dengan cepat Haruka menyambar kan petir dari atas monster itu, membuat -150 damage berkurang dari darah si 'B*** Gelap', bukan hanya itu, ledakan petir nya pun terjadi dengan gemuruh yang sangat kuat, membuat darah si 'B*** Gelap' berkurang banyak sebanyak -200 Hp.


Tak henti sampai situ saja, karna Haruka sudah kehabisan Mp dalam 70% dengan skill 'Lightning Explosion' yang memakan banyak Mp, membuat nya hanya harus mengalih kan perhatian dari si 'B*** Gelap' dengan mengunakan lankah petir, tapi tak memunkin kan untuk menghindar serangan dari sudukan 'B*** Gelap' nya itu.


"Uahkk.." Haruka terserang menyebab kan nya terbang menabrak pohon lain, menyebab kan 10.000 Hp nya, sekarang menjadi 9.000 ke bawah dengan cepat. Tak kuasa menahan diri, Kei dan Izune berteriak, "Haruka..!" Dengan cepat Kei marah, menyerang sekuat tenaga.


"Maru! Bantu aku menyerang nya!" Teriak Kei sekuat tenaga menyerang 'B*** Gelap' itu mengunakan pedang mawar nya. Maru pun menganguk setuju membantu, mendekat ke arah Kei. Saat menepi, mereka berdua melompat mundur ke dahan yang sama.


"Maru! Kei! Cepat, aku tak bisa menahan nya lagi..!" Teriak Izune berkeringat dingin menahan untuk tidak melepas kan de buff nya.


"Sial! Kei, kita gunakan serangan kuat 'itu' untuk kabur dari mereka..!" Teriak Maru, khawatir melihat Izune. Kei pun menganguk.


"Baiklah, aku akan mengunakan nya..!" Ucap Kei, memasukan kembali senjata nya. Dalam beberapa detik Kei pun mulai mengeluar kan Mp, Haus darah dan Aura membunuh, menyatukan nya menjadi satu membentuk gunungan aura.


Sama hal nya dengan Maru, ia pun mengeluar kan semua aura yang di miliki nya, tak kalah dengan aura milik Kei. Dengan cepat, aura mereka meninkat tajam. Terlihat Aura kuning milik Kei menyatu dengan milik hitam milik nya Maru.


"Baiklah, Kei.. Kita coba, apa akan berhasil atau tidak!" Teriak maru. "Hmm! Ayo..!" Kei menganguk, lalu ia dan Maru pun mulai mengerakan tangan nya bersama'an dengan gaya berbeda, dari Maru yang mulai di atas, dan Kei di bawah membentuk membulat, lalu di akhiri dengan 2 titik kuning dan hitam di atas dan bawah.


" Teknik Kombinasi: Sea Of Yin Yang's!!" Dengan cepat 2 tangan mereka membentuk Yin Yang, mengeluar kan lautan aura, dengan sekejap mata, aura itu dengan cepat menintimidasi mereka berdua dengan monster 'B*** Gelap' itu.


"Sial! Kekuatan nya sangat besar! Aku tidak bisa menahan nya lagi.." Teriak Maru mengerang kuat. Untuk Kei, dia hanya bisa mengigit lidah agar tidak pingsan, membuat nya berdarah banyak.


"Bertahanlah, monster nya sebentar lagi mati!" Teriak Kei. Bersama'an dengan erengan Kei dan Maru, tak kalah juga dengan auman mengaung dari 'B*** Gelap' itu. Terdengar erangan 'B*** Gelap' sangat nyaring sampai keujung hutan, membuat kegaduhan yang ramai. Tak lama, suara mereka mengecil, dengan cepat, 4 monster itu lenyap tanpa sisa di area tubuh nya, menyisahkan barang yang di tinggal kan nya saja dari hadiah membunuh monster leveh "Hitam".


Karna sudah lenyap, mereka berdua pun teduduk lemas berbaring di tanah sambil mengambil nafas panjang lemah tak berdaya, bahkan sampai kehabisan Mp dan Aura.


[Note: Aura dapat di isi kembali dengan berbagai cara dan jenis. Untuk Kei, ia cukup di bawah matahari untuk memulihkan aura nya. Untuk Maru, karna berwarna hitam, itu cocok di malam hari ketika ingin memulih kan nya. Untuk serangan kombinasi, aura mereka sangat cocok bahkan jumlah nya pun sama, membuat mereka membuat tehnik gabungan, tapi itu masih di tahap uji coba].


"Hah, Hah, Hah.. Tidak ku sanka kekuatan nya dapat melenyap kan 'b*** gelap' itu.. " Terlihat kalau Kei dan Maru kelelahan, mereka pun berbaring sebentar. Beberapa saat kemudian, tak lama Haruka dan izune pun datang, membantu mereka duduk setelah lumayan baikan.


"Ini.. Dan ini.. Minum lah, itu akan memulihkan kita.." Ucap Kei mengeluar kan potion spesial.

__ADS_1


[Note: Oh ya, kenapa Kei tidak mengunakan potion nya saat bertarung? Itu karna tidak lah efektif untuk bertarung dengan waktu janka panjang, itu hanya akan merusak lautan Mp. Potion khusus dan potion lain nya hanya di khusus kan saat pertarungan yang sudah selesai, di mana kehabisan Mp dan stamina].


Haruka pun mengambil nya, dan meminum potion yang berwarna hitam itu. Terdengar suara tegukan di tengorokan Haruka, tegukan demi tegukan berlangsung sampai habis tak tersisa. "Uahkk! Manis, semanis strawbery ^^ " Ucap Haruka senang. Untuk Izune pun sama hal nya dengan Haruka, tapi dia hanya diam menikmati minuman nya.


"Yah lumayan juga dapat skill ini.. Tapi sangat di sayang kan tidak bisa di pakai di pertarungan janka panjang.." Ucap Kei setelah menghabis kan potion nya. Maru pun sama, lalu mereka pun beristirahat sebentar sambil memulih kan diri.


Beberapa saat kemudian, area sekitar sana senyap, tak ada perbincangan yang pas untuk memecah kan kekosongan mereka. "..--Karna besok Maru dan Kei bertarung, lebih baik kita pulang ke rumah pohon, beristirahat lebih banyak disana.." Usul Izune berkata, sambil memecah kan kekosongan di antara mereka. Karna tak ada usulan lain, mereka pun setuju, lalu pulang.


*** Malam Hari Kemudian.


>Danau di mana di depan rumah pohon<


"Syalala- lalalala.. *Nyanyian Haruka*.." Saat malam hari, mereka berendam di danau (Danau nya air hangat), memanjakan tubuh mereka di danau sana. 30 menit pun berlalu, mereka ber 4 membersih kan diri, mandi di danau dekat pohon besar itu.


Tak lama, terdengar suara teriakan perempuan, tapi bukan teriakan ketakutan. "Kyaa! Kakak, jangan, itu geli, hahahaha~" Saat Kei membersih kan gigi nya dengan Maru, terdengar suara Izune berteriak, itu membuat mereka berdua kaget, bahkan setelah mendengar tawa Izune, itu membuat dirinya lebih kaget lagi, baru kali ini Izune tertawa terbahak" seperti itu.


"Haishh, apa yang sebenar nya mereka lakukan sekarang? Walau tempat kita lumayan jauh dari sini.. Tapi masih lah berisik sampai terdengar sampai sini.." Eluh Maru merah merona mendengar Izune tertawa.


"Entah lah.. Jangan di pikir kan, mereka selalu seperti itu.." Ucap Kei melanjut kan membersih kan gigi nya, walau merah merona. Beberapa saat berlalu, keheningan pun terjadi di antara Kei dan Maru.


"Ini.. Mereka menjatuh kan nya.." Kei pun mengeluar kan 4 cincin merah dengan berlian listrik di sana, dan pas, cocok untuk 2 laki - laki dan 2 perempuan. "Aku belum mengecek nya.. Tapi yang pasti ini barang yang sangat bagus.." Ucap Kei.


"Oh ya, apa kau ingin mengecek nya sekarang..?" Tanya Maru.


"Karna kau sudah mengatakan itu, ayo kita cek apa yang ada di dalam cincin ini.." Ucap Kei, tersenyum tipis. Saat itulah, mereka pun memgecek deksripsi cincin tersebut.


[>System<


Cincin Merah: (Epic)


*DESKRIPSI*


Skill Gravitasi. Dapat bergerak se hampa bulu, seberat batu besar. Penguna'an dengan cara pikiran.

__ADS_1


Durasi pengguna'an:1 Menit.


Masa Tenang: 30 Menit.


Skill Pelacak. Dapat melacak cincin yang lain. Saat berdekatan, cincin tersebut akan memberi tahu pemilik dengan mengirim informasi lacak orang yang di pakai cincin tersebut.


Cincin yang sudah di pakai tidak bisa di lepas kembali sampai orang tersebut mati. Apakah akan di pakai..


Yes/No? ]


"Seperti nya dewi keberuntungan di sisi kita.." Ucap Maru terdiam melihat barang yang epic itu. Kei hanya menganguk setuju, dengan usulan Maru. Kalau cincin ini di pakai, saat pemakaian skill Gravitasi, itu akan sangat menguntung kan bagi seorang assasin seperti Maru dan Kei, walau hanya 1 menit, itu bagaikan 1 jam kalau di pakai dengan lankah cahaya.


Bahkan Haruka pun sama, apalagi seperti izune yang tak memiliki skill berlari. Karna mereka sedang waktu luang, mereka pun mulai menekan Yes, memakai "Cincin Merah" Itu.


"Apa kau sudah memakai nya..?" Tanya Kei. Maru pun menganguk. Setelah memakai Cincin Merah, khasiat dalam cincin itu meresap dalam tubuh Kei dan Maru, seakan tubuh mereka agak lebih ringan, bahkan sebelum mengaktifkan skill Gravitasi.


Karna tempat Haruka dan Izune jauh dari tempat Kei dan Maru, mereka pun akan memberikan nya nanti setelah balik ke rumah pohon.


*** Beberapa saat setelah berendam, dan menganti baju.


>Kamar perempuan<


"Kakak, mandi tadi sangat menyenang kan.." Ucap Izune senang sambil mengering kan rambut depan nya dengan suhu api yang pas dari Haruka. Haruka pun sama mengering kan nya dengan element yang di miliki nya.


"Oh ya, apa kau ingin lagi..?" Tanya Haruka mengoda. Izune hanya diam, sedikit takut. Setelah mengeringkan nya, mereka pun mulai menghiasi muka mereka dengan krim yang cocok untuk tidur, bersiap untuk tidur karna sudah malam.


"Tok, tok, tok.." Terdengar suara ketukan di pintu. "Haruka? Apa kau di dalam? Apa aku boleh masuk..?" Tanya Kei seorang diri. Haruka pun menjawab, memboleh kan Kei masuk.


"Haruka, Izune, ini 2 cincin untuk kalian.. 2 barang ini di jatuh kan oleh monster "B*** Gelap" tadi siang.." Ucap Kei menunjukan deskripsi yang ada dalam cincin itu. Untuk beberapa saat, mereka pun membaca nya, dan terkejut.


"Kei, sepertinya tidak lah pantas untuk memberikan 2 barang berharga pada kami, kan kalian yang membunuh nya.." Ucap Haruka tak mau merepot kan. Izune pun setuju dan mengatakan. "Kalian yang lebih kuat, dan benda ini sangat cocok dengan kalian berdua.. Bagaimana kalau kalian berdua saja yang pakai.." Ucap izune menyaran kan Kei memakai nya bersama Maru.


Kei tersenyum mendengar hal itu. "Tenang saja, kami juga dapat.." Kei pun menunjukan cincin yang di pakai nya. "Lagian kalian juga sangat di butuh kan dalam tim.. Bagaimana bisa seorang lelaki menyimpan barang sendiri.. Dan juga, tanpa kalian pun kami tak bisa membunuh monster itu.. jadi terima lah karna ini hasil kita ber empat.." Ucap Kei memberikan langsung pada tangan Haruka dan Izune.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pakai.." Haruka pun memakai nya bersama'an dengan Izune.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dulu.. Kasihan Maru di tinggal sendiri.." Ucap Kei melambaikan tangan. Haruka dan Izune pun mengatakan "Baik" dan melambaikan tangan. Oh ya, Kei pun tak luput menutup pintu.


__ADS_2