Gamers Of Tersesat

Gamers Of Tersesat
Eps - 15 Penyerangan l


__ADS_3

Seperti biasa, mereka bermain game di rumah Maru bersama. "Emm.. Enak sekali makanan nya.. Terima kasih.." Ucap Maru yang sedang memakan donat.


"Ya.. Ngomong - ngomong aku ingin mengajak mu menyelamat kan ayah Haruka.. Apa kau mau.." Kei tanpa basa basi lalu ke intinya, To The Point. Aku tahu kalau Maru tidak suka basa - basi jadi aku langsung saja.


"Emang kenapa paman harus di selamat kan.. Apa dia di culik.." Tanya Maru yang asik bermain game.


"Apa kau ingat, pas kita Smp, ada puluhan orang ingin menankap kita.."


"Ya, memang kenapa.."


"Mereka dari keluarga Kiri, dan mereka juga lah yang telah menculik paman Porugi.. Kata Ibu Haruka katanya, mereka ingin menukar kan dengan sesuatu.."


"Apa yang mereka ingin kan?"


"Haruka, dia menginginkan dia untuk menikah dengan penerus keluarga Kiri.. Jadi.."


"..Jadi..?"


"Apa kau mau membantu ku untuk menyelamat kan nya..?" Tanya ku. Maru tidak kaget, ia sudah mengetahui kalau ia akan di ajak ikut.


"Kapan waktu penyelamatan nya..?" Tanya Maru bingung.


Kei dapat jawaban ya dari Maru, karna dia sangat mengenal Maru, membuat jalan pikir Maru jadi milik Kei.


"Malam ini, kalau besok kita sekolah, jadi harus malam ini.."


"Hmm, baik.. Aku akan ikut kalian, lagipula aku tidak ingin kehilangan kalian, jadi aku harus menjaga kalian.." Ucap Maru serius.


"Baik, apa kau memiliki senjata sendiri..?" Tanya Kei.


"Yah tentu, aku memiliki senjata milik ku sendiri.. Aku dulu pernah di berikan suatu barang dan itu senjata serta jubah dan topeng, apa kau memiliki nya?"


"Yah aku punya lah.." Jawab Kei.


***


"Oke, apa kau sudah siap..?" Tanya ku pada Haruka.

__ADS_1


"Yap, ayo pergi.. Tapi kita akan memakai apa untuk kesana?" Tanya Haruka. Sekarang, Haruka memakai pakaian serba hitam, kaosnya yang sepinggang menutupi dada sampai perut. Perut nya yang putih terlihat. Walau kaos nya yang hitam, terlihat kalau baju dalam Haruka berwarna hitam membuat orang normal jadi hilang kendali.Berbeda dengan ku yang sudah terbiasa.


Ia memakai rompi tentara nya itu yang selengan. Munkin lebih tepat nya baju seperti asassin lagi. Baju lengan nya yang panjang di lipat sedikit, membuat sedikit lebih menawan lagi. Rambut nya yang di ikat membuat seperti seorang Snifer Rifle.


Munkin kalian yang suka main Free Fire ada yang mirip dengan Haruka, yang membedakan baju dan penampilan nya. Celana se paha di lapisi rok hitam di tambah stocking warna hitam kebawah, seperti seorang fashion saja ya.


Aku, yang memakai baju dan celana jas serba ungu, dan jubah ku yang berwarna hitam ke unguan di sertai garis emas, menambah karisma ku. Ditambah dengan topeng Rubah Emas, membuat diriku seperti apa ya? Emm pokok nya keren lah.


"Kita akan berlari saja, kalau pakai kendaraan takut nya terlalu brisik.." Ucap ku datar.


"Tapi-"


Dengan cepat aku menarik tangan Haruka, lalu membawa nya. Selama perjalanan haruka tidak memperotes lagi, sepertinya dia sangat malu aku pengang, tapi.. Aku tidak peduli.


***


"Apa kau serius ini tempat nya?" Tanya Maru.


"Yapp, kata Bibi di sini.. Tapi ia tak tau di mana tempat nya jadi.. Yah kau tahulah, kita akan mencari nya.." Ucap Kei dengan wajah biasa nya.


"Yah aku tak masalah sih, tapi.. Haruka, apa kau dapat mengimbangi kecepatan kami?" Maru yang tadi memandangi ku pindah ke arah Haruka.


Aku, Haruka dan Maru, atau tepat nya kami, berada di bawah gunung terlarang. Kata Bibi, dia mengatakan kalau markas Mariande ada di atas gunung, lebih tepat nya gunung terlarang.


Gunung ini sangat lah luas dan terlihat kalau gunung ini seperti hutan, tidak hanya luas, besarnya pun sangat besar, bahkan tinggi nya sangat lah tinggi.


"Tapi, seperti nya markas mereka ada di paling atas.. Bagaimana menurut mu kei?" Tanya Maru.


"Yah aku juga berpikir itu dari tadi, tapi.. Disini tidak ada pijakan untuk kita naik.." Ucap ku yang bingung ketika melihat gunung yang tidak memiliki pijakan.


Aku, berpikir kalau gunung ini memiliki pintu rahasia.. Dimana tempat untuk menaiki tempat in-..


"Apa kau memikir kan pintu rahasia, Kei?" Tanya Maru yang menebak pikiran ku.


Tentu saja aku terkejut ketika mendengar itu. Seperti nya dia sangat lah mengerti diriku. Aku terdiam sebentar lalu berbicara dengan wajah serius. Baru kali ini aku mengunakan ekpresi serius, jadi itu cukup mengejut kan mereka.


"Yap, aku berpikir seperti itu.. Dan aku pun seperti nya sudah menemukan nya.." Aku pun menunjuk batu besar yang ada di hadapan kami. Aku yang menunjuk batu besar itu, lalu di susul oleh Haruka dan Maru.

__ADS_1


"Hmm, seperti nya memang seperti itu.. Tapi, bagaimana kalau ada jebakan..?" Tanya Maru.


"Tenang saja, aku yang akan kesana duluan.." Aku pun berjalan ke arah batu besar dengan perlahan.


"Tapi Kei, itu sangat lah berbahaya.." Ucap Haruka yang khawatir kalau Kei akan terbunuh disana. Tapi Kei tetap maju tanpa peduli ucapan Haruka.


"Tenang saja, dia tidak akan mati.. Apa kau tidak menyadarinya??" Haruka yang mendengar itu lalu terdiam melihat Maru dengan wajah kebingungan.


"Seperti nya kau tidak menyadarinya.." Maru berguman pelan lalu menundukan wajah.


"Apa maksud mu? Kau ini, kalau cerita jangan setengah - setengah.." Ucap Haruka yang kesal.


"Tapi, kau harus janji jangan marah pada kami.." Ucap Maru yang ketakutan.


"Kenapa aku harus marah?" Tanya haruka.


"Kau harus janji dulu, oke..?" Tanya Maru yang berkeringat dingin.


'Entah apa yang ada di pikiran Maru.. Hmm seperti nya mereka menyembunyi kan rahasia..' Batin Haruka yang bingung. "I-Iya deh.. Kalau begitu, apa?" Tanya Haruka.


Terlihat kalau Maru masih diam, tapi itu hanya untuk sesaat lalu berkata pelan sekali. "Kei memiliki topeng yang memikiki fungsi tembus pandang.." Ucap Maru pelan menundukan kepala.


"Owh, ternyata it-.. EHHHH, APA KAU BILANG??!! TEMBUS PANDANG?!" Marah Haruka yang meninggikan nada.


Awal nya Haruka tidak tahu, membuat Maru menghela nafas lega, tapi itu hanya sesaat, tanpa peringatan Haruka memukul perut Maru dengan kuat, bahkan sampai mengeluar kan Air liur nya.


Tentu saja Haruka menyadari itu, kalau tidak ia bisa saja diangap orang bodoh. Seperti nya ia memikir kan hal - hal yang.. Ah tahu lah.


Terlihat wajah Haruka yang memerah tomat jadi pink malu, membuat orang yang terpukul hanya membuka mulut nya saja, di bawah tanah tersunkur memegangi perut nya.


-----------


Nah, apa kabar?


Ah, tanpa basa - basi aja.. Langsung spoiler. Disini kalian munkin mengingat spoiler Eps pertama? Benar, antara 15 sampai 20 kurang, disini spoiler pertama akan di lanjut kan dari sekarang, jadi lihat saja kelanjutan nya.


Dan saya akan mengingat kan event, dimana setiap Like atau Coment sudah naik seratus, saya akan menaikan seratus kata lagi.

__ADS_1


Oke, Terimakasih. Selamat menikmati~


__ADS_2