
"Apa di luar terjadi peperangan..? Sepertinya ia.. Aku harus mencari Ayah dan Ibu.." Aku lalu melihat sekitar, dan aku menemukan sebuah lemari senjata, terdapat berbagai jenis senjata, dan aku tahu kalau itu adalah senjata favorit ibu semua dan yang selalu ia pakai sebelum menjadi pengawal.
Aku tahu kalau Ibu dan Ayah ku bukan lah orang sembarangan, mereka memiliki kekuatan yang sangat hebat, bahkan mereka mewarisi sifat bertarung mereka padaku. Aku pernah di beritahu oleh Ibu Haruka, kalau Ayah dan Ibuku adalah seorang pembunuh yang sangat hebat, membuat ku kagum.
Munkin kebanyakan anak pasti jijik ketika mendengar itu, tetapi berbeda dengan ku, aku merasa sangat bergelora di dalam darah ku, membuat diriku bersemangat mendengar kan cerita Ibu Haruka. Ibu Haruka tahu kalau ibuku mewarisi sifat nya padaku, dan Ibu Haruka tahu itu, membuat dirinya sangat suka padaku. [Bukan suka yang kalian pikir kan ya!]
Ayah dan Ibu adalah seorang legenda asassin, 'Dark Dead Asassin ' mantan seorang militer dari negara nya. Dan berkat legenda mereka beserta keluarga Gilfari, membuat mereka di naik kan menjadi seorang bangsawan di negara mereka. Ayah dan Ibuku tidak memiliki saudara satupun, membuat mereka bersatu menjadi satu dengan keluarga Gilfari.
Dan saat pengangkatan, keluarga Gilfari adalah keluarga tinkat ke 5, dimana kluarga bangsawan yang paling terendah. Di saat itu, mereka berambisi untuk membuat kluarga nya menjadi naik tinkat, membuat mereka merekrut orang - orang muda dan mengajari mereka bertarung.
Beberapa tahun kemudian, keluarga kami melahir kan 2 anak yaitu aku dan Haruka, dan di saat itu dimana waktu keluarga Gilfari naik tinkat menjadi tinkat ke 2, dimana keluarga ini kluarga yang terbesar ke 2 setelah kluarga Mariande.
Bahkan, orang - orang mengatakan kluarga Gilfari diyakini dapat mengantikan posisi ke 1 kapan saja, membuat Mariande tersingung. Di saat itu keluarga Gilfari tidak ingin berambisi lagi, membuat mereka menghentikan kegiatan merekrutan ke anggotaan, menurut mereka, mereka sudah memiliki banyak anggota, bahkan mereka mempunyai puluhan bahkan ratusan cabang di seluruh penjuru kenegaraan.
13 tahun terlewati, tetap keluarga Mariander diam sampai kini, membuat kecurigaan keluarga Gilfari menghilang dan menghentikan kegiatan memata - matai nya. Dan keluarga Gilfari membuat kesalahan fatal membuat mereka di biar kan saja.
Dan hasil nya, terbukti sekarang kalau keluarga Mariande menyerang keluarga Gilfari.
__ADS_1
*** Kembali ke penyerangan.
Aku melihat - lihat ke arah tempat senjata, jubah, tempat perawatan, dan tempat garasi kendaraan. Aku lalu berjalan, yah walau tinggal 15% lagi, tetap tubuh ku serasa berat. Aku membuka lemari kaca senjata, mengambil pisau berbentuk bulan sabit, tetapi ini sangat lah panjang dan melengkung lurus.
Munkin panjang nya sekitar 40 cm dimana ukuran lebar nya dari 20 menurut sampai 1 cm melengkung. Terdapat lengkungang bergejolak di awal gagangan, dan terdapat kain khusus untuk senjata seperti ini.
Di ujung gagang terdapat bola kecil berwarna ungu, di percaya bola keberuntungan. Munkin kalau di lihat, pisau ini seperti gigi harimau yang sangat besar, lalu di cabut di jadikan pisau yang sangat tajam. Terlihat kalau pisau itu sangat lah tipis, berwarna ungu kehitaman di bagian yang sangat tajam.
Terlihat pisau itu dapat memantul kan bayangan, membuat lebih percaya kalau pisau ini adalah pisau legendaris yang telah banyak menbunuh, bahkan sampai memuncul kan aura kehitaman. Ya, memang benar kalau itu adalah senjata legendaris yang pernah ayah dan ibu pakai, bahkan pisau ini ada 2, milik ayah dan ibu.
Saat itu, Ayah dan Ibuku mengajariku bertarung, membuat strategi, membuat jebakan bahkan membuat hal yang kotor [Maksud nya melakukan hal seperti curang atau DLL]. Dan ya, aku berhasil menjalani pelatihan itu, bahkan diriku tidak perlu selama 1 tahun, yah walau 11 bulan siehh..
Ayah, Ibuku hanya mengeleng - geleng kan kepala nya saja saat melihat tinkah ku yang kekanak - kanakan. [Yah walau memang benar masih anak - anak sieh]
*** Balik ke topik alur.
Aku lalu mengambil jubah anti peluru dimana disana terdapat besi baja lentur yang dapat menahan tembakan. Bahkan ukuran jubah baja itu dapat di sesuai kan dengan ukuran tubuh ku. 'Memang yah, teknology modrn memang tidak ada 2 nya.' Batin ku. Aku lalu memakai nya.
__ADS_1
Jubah itu berwarna ungu gelap seperti baju jas joker, dan tidak hanya jubah, bahkan sepasang baju dan celana. Aku lalu mengambil topeng kulit yang seperti badut, yang memiliki bintang di mata kanan dan disana juga terdapat satu sayatan di pipi.
Baju dan topeng ini adalah Khas ayah ku, membuat ayah di juluki si pembunuh badut kejam. Bahkan saking seram nya, terdapat di topeng terciprat dara di mata diri membuat ciri khas sosok tersebut.
Dulu, ayah sangat lah kejam, bahkan dia tak memberi ampun pada siapa pun, yah walau anak dan ibu - ibu sih. Ketika aku lahir, ayah lalu melepas kan gelar nya itu lalu ayah hanya menghabis kan waktu nya dengan ku saja.
Dan latihan tahun kemarin, ayah memberiku gelar nya padaku, ia sangat mempercayai ku dengan tanggung jawab nya. Yah walau baru 13 tahun, tetap diriku sekarang telah melewati orang tua ku, dan sekarang diriku hanyalah perlu mengasah pengalaman ku di dunia gelap ini agar aku bisa tetap hidup.
Ibu saat melatih ku, ia mengajar kan bagaimana cara mengatasi suatu masalah seperti ini, membuat ku berterima kasih padanya. Ia memprioritas kan bahan obat - obatan serta mengawasi situasi. Ibu memberi 2 pilihan. Yaitu, memilih mencolok dan menghindar.
Mencolok: Menyerang langsung dengan kekuatan penuh, dan tentu saja mereka mengawasi suatu tempat yang tidak ada orang kuat, dan di saat itu lah stratgi Mencolok dapat di lakukan.
Menghindar: Seperti menyerang dan bertahan, tetapi lebih tepat nya lihat langsung bunuh. Menghindar adalah memprioritas kan menyerang tanpa memberi waktu sedikit pun, dan terkadang kalau ada orang yang lebih kuat, mending mengunakan strategi menghindar dari pada mencolok.
Dan saat sudah mengambil 2 senjata sotgun dan obat pertolongan pertama, aku lalu membawa puluhan peluru sotgun di kantung kan di dada. Yah sekarang aku menyimpan 2 pisau ku di belakang pungung ku menyerupai anka silang. Dan aku pun menaiki sepeda motor khusus di buat untuk ku yang ukuran nya masih kecil.
Aku berlari sembari mengibar - ngibar kan jubah ku dan aku pun menyimpan 1 sotgun ku di pungung yang terdapat magnet kuat untuk menyimpan sotgun itu di sana. Tangan kiri ku memegang sotgun dan berlari meloncat ke atas sepeda motor lalu menyalakan dan berjalan dengan cepat.
__ADS_1
Saat - saat menaiki motor, Kei sangat lah keren dengan penampilan nya itu, dan sekarang dia memakai gelar ayah nya itu membuat dirinya hampir 80% mirip dengan ayah nya. Dan sayang nya ukuran tubuh yang pendek nya itu lah yang membuat 20% lagi menghilang.