
"Ughh.. Dimana ini?" Tanya ku yang di dekat Maru dan Izune. Aku lalu merasakan sakit yang luar biasa, seakan ada angin masuk tersedot oleh kepala ku.
Di saat itu, aku hanya mengingat ketika dewa mengirim ku entah kemana, dan di saat itu entah kenapa aku bisa ada di sini. Tanpa ku sadari, Haruka tidak ada.. Karna terlalu fokus memikir kan sesuatu.
Sekarang, entah mengapa aku mendapat kan ingatan seseorang, bahkan aku pun merasakan pedih dan sakit tapi di balut dengan kebahagia'an, dan di saat itu juga, aku mengerti dengan ingatan ini.
"Ternyata pemilik tubuh ini sudah meninggal.. Dan teman - teman ku juga.." Ucap ku yang merasa sedih. Bukan tanpa alasan aku sedih, aku merasakan ingatan pemilik tubuh ini atau bisa di sebut Kei, dimana setiap hari di hina, pukuli dan di cemo'oh kan, membuat ku marah pada mereka.
Tapi yang aku ingat, tubuh ini banyak sekali luka, tapi sekarang tidak sedikit pun ada luka di tubuh ini. "Hmm, aku kasihan pada Kei ini.. Seperti nya aku harus membalas kan dendam mu untuk kelakuan mereka padamu.." Ucap ku semangat. Tanpa ku sadari, Maru dan Izune bangun dan mendengar ku.
"Eh Kei? Kapan kau bangun..?" Tanya mereka. Aku lalu menjelas kan tentang mereka si pemilik tubuh, ingatan dan lain - lain, dan mereka lalu mengetahui nya. Yah walau Maru 2 dan Izune 2 selalu menolong Kei 2, sebenar nya mereka juga sama dengan Kei 2, mereka memiliki 3 element atau 2 element.
"Seperti nya kita yang 'ke 2' terbunuh lalu kita memasuki tubuh mereka.." Guman ku pelan.
"Ya.. Tapi aku kasihan pada mereka yang selalu menderita karna mereka keluarga Huazi.. Apa kalian ingin membantu ku untuk memusnah kan nya?" Tanya Maru memberikan saran.
"Ya, aku juga ingin, tetapi ketika mengingat kekuatan mereka, seperti nya kita harus menyerang mereka perlahan - lahan tapi pasti.." Ucap Izune yang merasa kasihan sembari menundukan kepala sedih.
"Ya, benar apa kata Izune, kita harus lebih kuat dulu.. Lalu kita musnah kan keluarga itu.." Ucap ku masih marah. Tak lama, kami mendengar suara tangisan di balik pintu, lalu memasuki nya. Saat mereka masuk, aku terkejut ketika melihat wajah mereka.. Mereka adalah orang tua ku, yang di dunia ini, atau bisa di sebut, orang tua ke 2.
Aku tersentak, tak lama aku pun menangis pelan. Bukan tanpa sebab aku menangis. Aku melihat ayah ibuku yang sudah meninggal ada di sini. Bukan, lebih tepat nya mereka yang ada di sini mirip 100% sama dengan ayah ibuku.
Tentu ayah ibuku kaget melihat ku hidup kembali, membuat mereka tersenyum bahagia, yah walau mereka masih belum mengkonfirmasi kalau aku anak nya, tetap mereka memeluk erat. Entah mengapa, aku sangat bahagia ketika memeluk mereka, membuat diriku mengingat orang tua ku yang sudah meninggal.
"Ibu, Ayah aku rindu kalian.. Huhuhu.." Tangis ku sedih tak memikir kan hal lain, untuk Maru dan Izune, mereka hanya diam melihat kami dengan senyuman bahagia. Orang tua ku pun memeluk ku erat sekali, bahagia.
__ADS_1
"Anak ku, anak ku masih hidup.." Teriak ayah ku senang. Tentu saja orang yang mengunjung terkejut lalu mendatangi kami. Berita tentang kami hidup kembali, membuat seisi kota gempar, bahkan orang yang pertama kali mendengar itu adalah keluarga Huazi sendiri.
Kami pun saat itu bahagia tak memikir kan hal lain, dan malam nya kami pun sekeluarga dan ke 2 teman ku makan di rumah ku. Sekarang ingatan Kei lain terserap dalam diriku, menjadi bagian di dalam ingatan diriku.
Haruka, ia juga mengalami hal yang sama dengan kami, orang tua Haruka pun sama hal nya dengan orang tua yang ada di bumi kami. Sifat, wajah, keluarga dan lain - lain sama hal nya dengan bumi, membuat kami serasa familiar.
Tak terasa, beberapa hari pun berlalu, kami ber 4 pun bertemu lagi di taman bunga di dekat ibukota , bertemu dengan Haruka, membuat ku bahagia dan senang. "Haruka, apa kamu baik - baik saja?" Tanya ku khawatir.
"Hmm, aku baik - baik saja, terima kasih Kei.." Ucap Haruka menunjukan jempol kanan nya. Saat itu, kami melakukan makan bersama di taman biasa kami berkumpul. [Anggap saja bumi sama hal nya dengan bumi X]. "Oh ya, apa kamu memiliki ingatan seseorang?" Tanya Haruka memastikan.
"Iya, bukan hanya aku saja, tapi Maru dan Izune juga sama.. Memiliki ingatan seseorang.. Seperti nya bumi X ini dan bumi kita memiliki kesama'an yang sama.." Ucap ku sembari mengunyah makanan ringan, duduk di sebelah Haruka.
"Iya.. Oh ya, aku juga mendapat kan ingatan dimana kita terbunuh oleh keluarga Huazi.. Apa kita akan membalas nya..?" Tanya Haruka bingung.
"Kei, seperti nya mereka sengaja membunuh kita..??" Tanya Maru yang sedari tadi mengobrol dengan Izune, menyempat kan diri untuk menanyakan hal itu.
"Ya, aku juga berpikir seperti itu.." Ucap Izune setuju, aku pun memikir kan nya.
Saat itu, aku dan Haruka bersama sepanjang waktu, berbicara, bermain, melucu dan lain - lain. Sementara Maru dan Izune pergi berdua ke pasar membeli makanan untuk makan bersama, dan tentu nya Haruka pun ikut makan bersama (Di rumah ku).
Memang sudah biasa Haruka '2' ke rumah Kei, membuat orang tua ku tidak mempermasalah kan nya, jadi Haruka 'sekarang' bebas mau pergi ke rumah ku. Seperti biasa, orang - orang melihat ku tajam, membuat ku merasa sedikit tidak nyaman.
"Sampah! Berhenti!" Teriak seseorang pria di belakang kami. Haruka hampir saja terhenti, tapi ku tarik tangan nya, lalu pergi. Semua orang yang ada di sana sekarang jadi melihat kami, membuat kami mendapat kan tatapan tajam.
"Sampah sialan!" Ucap pria yang semuruan ku tadi. Pria itu pun langsung mencekram bahu ku, aku pun berhenti bersama'an dengan Haruka. "Berani - berani nya kau tidak menjawah ku, apa kau mulai berani pada ku?" Tanya pria itu, aku pun menoleh nya dengan wajah datar.
__ADS_1
Tak lama, aku pun diam memandang Haruka lalu berkata pada pria tadi, "Memang siapa kau berani - berani nya memerintah ku, Fang Huazi?" Tanya ku dingin. Dengan tatapan membunuh ku pada pria itu, atau Fang. Saat di pandang oleh ku, tanpa aura membunuh ku keluar kan pun, Fang sudah takut lebih awal.
Ia memberani kan diri berbicara padaku dengan ankuh nya berbicara, "Memang kenapa kalau aku menyuruh mu? Apa kau akan membunuh ku?" Tanya Fang dengan sombong dan arogan menujukan nya pada orang - orang.
"80% Aku pasti akan membunuh mu.. Tunggu saja 2 bulan lagi, di pertandingan hidup dan mati, apa kau mau?" Ucap ku di awal pelan, lalu aku pun bertanya, keras memancing Fang untuk setuju.
Dan dengan mudah nya, Fang menerima jebakan ku, membuat ku senang. "He, sampah ingin membunuh ku? Apa kau bercanda? Baik, aku setuju.. Jangan menyesal kalau kau mati di sana.. Hahahaha.." Tawa lantang Fang arogan dengan ke 4 teman laki - laki nya.
"Hehe.. Lihat saja, siapa yang sampah, aku atau kau yang sampah.." Tawa ku pelan, sampai - sampai hanya Haruka saja lah yang dapat mendengar nya.
----------
Author Note:
Haii..!! Munkin Eps ini sudah lewat lebaran, atau munkin pas di hari lebaran. Tapi saya ucap kan mohon maaf lahir batin.
Untuk maaf:
Sebenar nya maaf saya untuk masalah alur cerita, munkin masih ada yang kurang pas atau apa, tolong tulis di bawah ini untuk saran kalian, dalam 70% saya akan mengkorfirmasi kan nya.
Sebenar nya Eps ini sudah saya siap kan udah lama, dan tentu nya Eps ini sudah lewat lebaran. Munkin tepat nya 4 - 5 hari yang lalu? Entah lah, tepat nya seperti itu. Oh ya, untuk update jadi gak tentu, dimana selalu jam 00:00, 01:00 sampai jam 12:00, jadi tinggal nunggu waktu saja.. Dan Per 1 hari Eps nya ada perubahan, dimana dalam 1 hari terdapat 2 eps, jadi kalian sangat beruntung sekali, bahkan ada yang langsung 4 sekaligus.
Oleh karna itu, kalian harus bersyukur serta memberikan dukungan, kalau tidak, tidak ada lagi bonus eps, jadi kalian mengerti lah.. Kasih Like, Coment And Share.. Dan jangan lupa ketika eps 30, disana ada pengecek an like, jadi kalian harus cepat cepat like agar dapat memperpanjang alur cerita nya..
Oke, terimakasih perhatian nya~ Byy..
__ADS_1