
"Ke-Kenapa kau ada di sini.. Bu-Bukan nya.." Mau tergagap - gagap tak menyelesai kan ucapan nya.
"Maaf kan aku, aku tak sengaja menyerang keluarga Kiri.." Ucap perempuan itu. Perempuan itu menundukan wajah, merasa bersalah karna ia melakukan salah.
Maru, sedari tadi diam dengan mata sebelah terankat. "Apa.. Kau membalas kematian ku dengan kematian mu?" Tanya Maru kebingungan.
Perempuan itu mengangung pelan tak melihat kan wajah nya pada Maru. Seperti nya ia takut Maru marah pada nya.
Tentu Maru hanya terdiam, tapi hanya sesaat, ia pun berjalan ke arah perempuan itu. Tentu saja perempuan itu kaget lalu mundur beberapa lankah, seperti nya ia takut pada Maru.
Aku yang bersama Haruka hanya diam, kami duduk di kursi memakan kue yang sudah di siap kan di meja. Saat muncul nya kursi, makanan pun muncul serta meja. "Seperti nya dia mengorban kan diri untuk menyusul Maru?" Tanya ku yang sedang memakan biskuit ro**.
"Hmm, sepertinya dia sangat menyukai Maru.. Bahkan sampai menyusul nya.. Yah kalau itu aku sih, aku juga akan melakukan nya.." Ucap Haruka yang di sebelah kanan ku menunjukan senyum hangat. Memang, kalau itu Haruka pasti ia akan menyusul ku juga.
Balik lagi pada alur.
"Kenapa kau mundur..?" Ucap Maru yang sedikit meninggikan, SEDIKIT, loh. Perempuan itu tentu kaget dan memalingkan wajah.
Tanpa aba - aba Maru berlari ke arah perempuan tadi dan memeluk nya. Dan tentu, ia memberikan pelukan nya yang sepenuh hati.
(Oke, sebenar nya saya lupa untuk memberi tahu kalian jadi, perempuan ini adalah perempuan imajinasi Maru yang sebelum meninggal, oke.)
Perempuan itu kaget, ketika di peluk Maru, bahkan, baru kali ini ia di perlakukan seperti ini oleh nya.
"Ma-Maru, kenapa kau memeluk ku? Apa kau tidak marah padaku?" Ucap perempuan itu yang melihat wajah Maru. Oh ya, Maru memiliki tinggi yang sama dengan ku, yaitu lebih dari 190 cm, dan Haruka lebih tepat nya antara 185 sampai 190 cm. Dan untuk perempuan itu, ia pas di 185 cm, jadi lebih pendek dari kami.
__ADS_1
"Sudah.. Yang terlanjur sudah terlanjur.. Kenapa kau menyerang keluarga Kiri, Izune..?" Tanya ku pada nya.
Baik, nama nya adalah Izune, dia.. Tidak memiliki nama keluarga, jadi, bisa di sebut anak yatim piatu. Maru menemukan nya di panti asuhan dan saat itu semua keluarga panti asuhan di culik juga oleh keluarga Kiri.
Izune saat itu bersembunyi di lemari, dan aku menemukan nya tergeletak di tanah dengan wajah basah penuh air mata. Tentu saja Maru membawa nya ke rumah nya. Saat itu ayah Maru sudah tidak ada, jadi ia bebas membawa nya ke rumah nya.
Saat Izune bangun, ia kaget dan hampir saja memukul wajah Maru, untung nya Maru dapat menghindari nya dengan mudah. Dan di saat itu, tanpa Maru sadari, Maru menyukai Izune.. Dan tentu saja, Maru melakukan hal yang sama dengan ku, beda nya ia hanya memisah kan mereka dengan rumah.
Dan tentu, sebelum memberi rumah baru, Maru mengajar kan cara bertarung dan ternyata ia lebih suka dengan tombak atau senjata tembak seperti panah dan lain - lain. Dan memang kecepatan nya dan bidik tembak nya sangat lah hebat, bahkan ia pun bisa setinkat tinkat S kalau ia mau.
Karna ia di lahir kan di panti asuhan, membuat dirinya tak bisa berlatih dan tak menyadari kekuatan milik nya. Dan saat itu Maru jadi lebih bersemangat melatih nya, bahkan tak sampai 1 bulan, Izune sudah dapat melakukan apa yang Maru katakan.
Persentase kekuatan senjata tembak Izune sampai 70% dan tombak nya sampai 30%, jadi ia harus lebih banyak berlatih senjata jarak jauh, tetapi tentu saja senjata tombak nya pun di latih, karna belum tentu tembakan nya tidak akan langsung membuat musuh mati.
Maru sadar, Izune pun suka pada nya, dan Maru hanya tak ingin kalau Izune tidak akan bahagia bersama nya, karna ia takut kalau Maru tidak bisa menjaga Izune selama nya, karna ia tak ingin kalau wanita yang ia cintai mati.
*** Balik cerita.
"Apa kau pura - pura bodoh?" Ucap Izune memukul pelan kepala Maru. "Aku takut, kalau kau akan meninggal kan ku.. Kau juga tahu kan kalau diriku ini menyukai mu..?" Tanya Izune dengan mata seperti setengah kucing, mata nya berbinar bintang.
Terlihat sangat imut kalau di perhatikan dengan benar. "Itu bukan sebuah alasan tahu..!" Ucap Maru yang seperti memarai anak nya, "Apa kau tidak tahu, kalau aku ini tidak ingin membebani mu di sana.. Tapi, kenapa malah kau menyusul kesini..?" Tanya Maru yang sedikit lemas.
"Maaf~" Ucap Izune mendesah.
Ketika mendesah, kami terdiam, melihat Izune dengan tatapan kosong, bahkan aku yang sedang memasukan makanan ke mulut pun terhenti.
__ADS_1
"He-Hei, Izune apa - apa an desahan itu..?" Tanya Maru. Izune malu, ia pun memaling kan wajah nya.
Plok Plok
"Sudah - Sudah derama nya, akan kehabisan waktu tahu kalau kelamaan an.." Ucap seorang kakek. Tentu kami memaling kan wajah ke arah kakek itu. Maru dan Izune, mereka lalu duduk di sebelah kami.
Kakek itu duduk lalu minum teh lalu berkata sebelum menaruh teh. "Baik, kau tadi bertanya aku malaikat pencabut nyawa, betul?" Kei pun menganguk. "Oke, tapi sebelum itu, kalian panggil saja aku paman.." Kami pun menganguk.
Kami, memperhatikan dengan wajah serius. ".. Sebenar nya paman ini dewa, dewa dari 7 pangeran kebajikan.. Dewa Endless.." Ucap paman itu yang menjentikan tangan nya. Terlihat kalau tubuh nya sekarang berubah menjadi bentuk lain, bukan kakek yang keriput lagi.
(Sebenar nya saya belum menemukan gambaran nya di gogle, jadi saya tidak akan menjelas kan nya, karna munkin saja nanti secara alur cerita akan di ceritakan.)
"Wah, paman, kau berubah 360%, Hebat.." Ucap Haruka yang kagum.
"Siapa dulu, paman.." Ucap Paman dengan Menbusung kan dada. "Oke, balik lagi ke cerita.. Paman ingin menceritakan sesuatu pada kalian, tetapi.." Paman berhenti.
"Tetapi apa paman?" Tanya Maru yang mewakili kami.
"Kalian memiliki 2 pilihan, antara hidup atau mati.. Pilihan kalian ada di tangan kalian.. Tapi sebelum itu, kalian harus mendengar kan cerita ku dulu.."
-----------
Hai, maaf Eps kemarin belum ada pengumuman.
Oke, karna baru Eps 20 dan belum ada yang membaca, saya akan tunggu kalian di Eps 30. Untuk pembaca lama dan baru, tetep tidak ada batasan untuk kalian yang ingin like and coment.
__ADS_1
Karna hanya itu saja, udah, terima kasih..
Selamat menikmati~