Gamers Of Tersesat

Gamers Of Tersesat
Eps - 3 Penyesalan


__ADS_3

Seperti biasa, aku bersama Haruka berjalan pulang bareng, membuat ku mendapat kan tatapan tajam dari para lelaki. Munkin sudah terbiasa di pandang seperti itu, membuat ku tidak perlu memperdulikanya.


Diriku yang sedang memain kan hp, bersama Haruka di belakang ku, menatap ku lembut memperlihat kan senyuman nya. Yah seperti biasa, diriku tak memperdulikan Haruka, walau kadang - kadang menoleh sebentar ke arah nya, tetap diriku tak lama menatap nya.


"Haruka, apa kau tahu ayah mu pergi kemana..?"


"Entah lah, aku pun tidak tahu dia di mana.. Memang kenapa, Kei?" Tanya Haruka kebingungan.


Dugaan ku tepat sasaran, munkin diriku harus kesana? Hmm munkin tidak, seperti nya harus dia seorang saja yang mengurus nya.


"Tidak, hanya saja ayah mu tidak pulang selama seminggu ini kan? Seperti nya dia sedang melakukan sesuatu dengan musuh nya itu?" Aku lalu menyimpan hp ku ke dalam celana ku, melihat Haruka mendekati nya.


"Hmm, seperti nya begitu.. Munkin dia akan lama disana.." Ucap Haruka yang sudah di samping kanan Kei.


Kami berjalan pelan, serasa waktu sangat lah lambat, membuat kami merasa senang di temani hembusan angin sepoi - sepoi dengan langit sore hari berwarna jingga, membuat pemandang matahari tengelam.


Disana, aku merasa senang dengan pemandangan itu, membuat diriku yang hampir melupakan pemandangan ini menjadi teringat kembali, membuat ku merasakan beban ku menjadi hilang. Seperti pepatah [Aku yang seperti burung tertahan oleh kurungan, membuat ku hampir melupakan tentang rasa nya terbang. Dan di saat memiliki kesempatan, diriku menjadi teringat kembali akan rasa terbang].


"Kalau saja waktu bisa di putar kembali, aku ingin sekali memutar kembali adegan ini, merasakan ini lebih lama lagi dan lagi.." Guman ku pelan. Haruka yang mendengar itu, tertunduk ke bawah, menguman kan sesuatu dan aku pun mendengar nya walau terdengar sangat pelan.


'Maaf kan aku, Kei.. Maaf kan aku..' Itulah yang aku dengar dari Haruka saat itu, dan saat itu Haruka terus mengucap kan itu, membuat ku merasa bersalah telah menguman kan itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, matahari pun berlalu dan yang tadi nya cerah jadi gelap. Lampu di sepanjang jalan, satu persatu menyala membuat hari yang gelap menjadi tercahaya. Haruka hampir saja menetes kan air mata nya, untung saja Haruka dapat mengontrol emosi nya.


Haruka mengusap kelopak matanya yang basah lalu tersenyum manis ke arah ku, seolah - seolah dirinya tidak pernah menunjuk kan kesedihan. Munkin kalau orang lain yang melihat nya, pasti mereka mengira kalau Haruka tidak pernah bersedih.


Munkin kalau orang yang melihat nya lebih teliti lagi pasti mereka dapat melihat kesedihan Haruka yang sangat mendalam. Aku yang terdiam tidak menujukan ekpresi apapun lalu mengajak Haruka pulang .


Tak terasa, kami pun tiba di rumah Haruka. Terlihat kalau rumah Haruka sangat lah besar, sebesar rumah kerajaan, munkin luas nya sampai ratusan meter. Kalau di lihat dari kejauhan, pasti mereka akan menganggap kalau itu adalah asrama.


Rumah Haruka sangat lah besar, tinginya pun puluhan meter, munkin dapat menampung ratusan orang dalam satu tempat. Luas taman nya pun tidak main - main. Disana, terdapat kolam air mancur di sebelah kanan dan kiri, di tengah pun memilikinya, bahkan kolam mancur yang di tengah sangat lah besar.


"Halo, paman.. Apa kabar?" Tanya Haruka pada penjaga gerbang.


"Oh, Non Haruka.. Sehat Non.. Oh ya Non, siang tadi ibu besar Non menyuruh saya memberitahu Non untuk menemuinya di kantor kerja nya.." Ucap penjaga gerbang itu.


Penjaga gerbang itu pun membuka pintu di sebelah gerbang disana. Disana terdapat dua pintu gerbang, pintu untuk tempat kendaraan dan dan pintu kecil. Gerbang disana sangat lah besar, munkin lebar nya sampai 10 meter, tinggi 5 meter, dan terlihat sangat kokoh sekali.


Penjaga gerbang itu pun membukakan pintu gerbang kecil untuk Haruka dan Kei masuk. Kami berjalan pelan lurus sambil melihat - lihat sekitar, mereka melihat taman bunga indah menghiasi jalanan. Oh ya, disini juga terdapat 2 jalan, jalan ke arah depan yaitu tepat ke pintu rumah, dan satu lagi tempat parkir kendaraan.


Baru kami masuk, sudah banyak pelayan perempuan dan laki - laki menyapa kami, membuat kami hampir meloncat kaget. "Ohh kalian, kenapa kalian berada di sini, bukan nya kalian harus menghidang kan makanan..?" Tanya Haruka yang masih menepuk - epuk dadanya.


"Non Haruka, ibu besar menyuruh kami untuk memberi tahu Non untuk menemui nya di tempat makan.." Ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu.. Untuk kalian pergi, aku ingin berbicara dulu pada Kei.." Haruka mengayunkan tangun cepat menyuruh para pelayan untuk pergi bubar.


"Satu lagi.. Kata ibu besar, Non bawa saja Pengawal Kei bersama, dia ingin mengatakan sesuatau pada nya." Ucap orang tadi.


'Hmm, berarti benar apa yang ku duga..' Aku pun mulai ikut berbicara. "Baiklah, kalau begitu kalian pergilah, kami akan pergi kesana nanti setelah ganti baju.."


Mereka yang mendengar ku lalu membubar kan diri, bersamaan dengan diriku pergi ke kamar ku. Haruka? Tentu saja dia sama, pergi ke kamar nya.


Aku, Kazuto Kiri, Kei, seorang pengawal Haruka. Tidak ada yang mengetahui kalau aku adalah seorang pengawal, yang mengetahui ku pengawal palingan para anggota keluarga ini. Kalau ada orang yang mengetahui ini, rata - rata mereka adalah anggota musuh ayah nya Haruka. Kebanyakan mereka pun terbunuh oleh ku.


Aku, seorang anak yang sangat bahagia di masa kecil ku, dimana orang tua ku adalah seorang pengawal Haruka yang dulu sebelum diriku menjadi pengawal nya.


Dan di saat dimana aku berubah.


----------


Halo semua nya, balik lagi bersama saya. Oh ya, masalah Spoiler kemarin salah, [Yah walau salah tapi ada bener nya] sebenar nya Spoiler itu masih lama jadi maaf aja yah.


Spoiler sekarang adalah Eps 4-13 Akan di ceritakan masa lalu Kei dan Haruka, jadi tunggu aja, gak bakal kemana kok. Dan masalah update, jadwal nya setiap hari, jadi tunggu aja setiap jam 12.


Sekarang Eps 1 sampe 20 masih 1000 kata, jadi yang mau di perpanjang cerita nya, kalian cukup like, coment, dan share ke teman - teman kalian. Dan 100 Like untuk 1100 kata, 100 coment untuk 1100 kata.

__ADS_1


Jadi setiap like dan coment meninkat seratus, cerita akan di perpanjang setiap seratusnya. Author janji akan perpanjang jika kalian ingin. Yah masalah ingin di perpanjang itu menentukan kalian mau like atau tidak, Author hanya akan mengingat kan saja.


Kalau begitu selamat menikmati~


__ADS_2