
Seperti biasa mereka memberi kan tatapan yang sangat tajam ke arah ku seolah diriku adalah makanan yang kapan saja dapat di ambil orang. Banyak orang yang iri pada ku, dimana aku dapat serumah dengan Haruka, membuat banyak orang yang tidak suka pada ku, dan banyak juga orang yang mengincar ku untuk di bully, dan sayang nya juga, mereka salah telak mengangap ku terlalu culun.
Haruka, merupakan salah satu dari 10 kembang sekolah, memiliki paras yang sangat cantik, di tambah ia juga memiliki nilai yang sempurna setiap tahun nya. Munkin kebanyakan orang menyukai nya, salah satu nya diriku, tetapi tetap aku sadar kalau diriku hanyalah kakak untuk nya.
Aku menyuruh Haruka menunggu ku di atap sekolah setelah jam pelajaran berakhir. Bell pun berbunyi, membuat para siswa-siswi senang. "Kau duluan saja, aku ke wc dulu.." Haruka dengan cepat menganguk.
Semua laki - laki di sana menatap ku tajam tajam. Munkin kalau itu orang biasa - biasa saja munkin dirinya akan takut, berbeda dengan diriku yang tidak takut sedikit pun, bahkan diriku menyempat kan senyum tipis di bibir ku.
Semua yang menatap ku dengan cepat mengalih kan pandangan ke arah lain. Hanya 10 orang sajalah yang tetap kekeh memandangi ku. Kei tau kalau mereka ingin menghajar kei, lebih tepat nya aku (Kita panggil saja Kei menjadi aku).
Haruka tahu kalau mereka akan menghajar ku, membuat dirinya hampir lepas kendali, untung saja ada aku, kalau tidak mereka dapat terbunuh oleh Haruka. Aku pun menyuruh Haruka menunggu ku di atap, dia pun menganguk pelan lalu berjalan pergi.
Aku mengusap pelipis ku, terlihat di tangan ku kalau diriku sangat lah takut oleh Haruka, membuat keringat dingin mengalir sangat lah banyak.
Beberapa menit berlalu setelah Haruka pergi, aku pun pergi ke wc laki - laki dengan berjalan kaki pelan. Aku tahu diriku di ikuti oleh 10 orang, membuat diriku menyeringai memikir kan apa yang akan ia lakukan selanjut nya
***
Saat itu di mana waktu jam istirahat di Wc laki - laki, aku di kepung 10 orang laki - laki, mereka menbawa senjata kayu baseball sepanjang 1 Meter. Mereka terlihat seperti pereman - pereman yang ada di sekolah, dengan ankuh nya berkata.
"Heh, kau berikan Haruka pada ku, kalau tidak.. Kau munkin dapat membayang kan nya.." Ancam orang yang terlihat pemimpin disana. Aku hanya mematung dengan ekpresi wajah kosong.
"Heh kenapa kau diam? Apa kau takut di pukuli oleh kami? Sampai - sampai wajah mu kayak ***." Mereka tertawa terbahak - bahak ketika mendengar teman nya itu.
Aku hanya diam melihat pemimpim nya itu. "..64.." Ucap ku dengan wajah datar melihat pemimpin nya itu, "Kalian orang ke 64 yang aku beri pelajaran.."
Mereka yang mendengar ucapan ku kebingungan, "Apa dia *****..? Yah munkin dia sangat takut sehingga dia jadi gila.." Ucap temannya. Dengan cepat diriku berlari ke arah pemimpin dan menendang kepala nya memakai kaki tangan dengan gaya silat.
__ADS_1
"Ahhhhh.. Sialan! Hajar dia!" Ucap pemimpin nya.
"Baik, majulah.." Ucap ku dengan santai.
3 orang menyerang ku di segala sisi, dengan cepat baseball dari arah depan dengan cepat mengarah padaku. Dengan cepat diriku menendang perut orang yang di depan itu dengan sekuat tenaga, sampai - sampai terhempas 3 meter. Aku pun mengambil baseball yang terletak dan mengemgam nya dengan erat ala samurai.
"Alat ini sangat lah buruk.. Tapi cukup lah buat kalian yang suka pakai baseball." Aku yang masih membelakangi orang itu tersenyum sinis. Aku berlari ke arah tembok lalu berjalan 2 lankah melompat ke belakang dengan cepat mendarat di belakang 2 orang tadi, aku memegang baseball dengan 2 tangan di ankat ke kanan se bahu lalu memukul dari sisi kanan sampai bawah kiri.
2 orang tadi terkejut ketika melihat ku membelakangi mereka, membuat mereka hampir terduduk lemas, sayang nya mereka terpukul oleh ku dengan baseball di arah kepala, membuat mereka pingsan tergeletak di bawah tanah dengan kepala berdarah.
Sisa 6 orang, yah munkin akan lama. Aku yang menyuruh Haruka di atap takut terlalu lama, jadi diriku dengan cepat melempar ke arah satu orang bersamaan diriku berlari ke arah nya. Orang itu yang melihat baseball ke arah nya dengan cepat menghindar, dan sayang nya itu adalah jebakan.
Orang itu yang terkena jebakan ku dengan cepat diriku memukul perut nya bersamaan mengambil kembali baseball yang melayang. yah serasa waktu terhenti. Orang itu menjerit "owhhh.." Dengan mulut melinkar o. Aku yang masih memegang baseball dengan cepat melompat lalu berlari ke arah 2 orang yang masih ternganga terkejut.
Yah masih memakai cara tadi, diriku melempar baseball ku ke arah mereka ber 2, tetapi mengarah ke 2 mata nya untuk mengalih kan pandangan. Jebakan ku berhasil kembali, mereka menghindari nya, dengan cepat diriku mencekik mereka berdua, lalu mengangkat nya.
"Dan kalian.. Lihat saja kalau aku bertemu kalian lagi, kalau iya.. Akan ku patah kan kaki kalian biar tidak bisa berjalan lagi." Ancam ku. Mereka yang mendengar ku jadi bergidik ketakutan lalu pergi. Seperti nya mereka takut padaku? entah lah, aku tak peduli tuh.
***
"Apa Kei tidak akan kesini?? Emm, munkin aku akan mencari nya saja.." Ucap Haruka.
Haruka lalu ber balik, ingin mencari Kei. Ketika dirinya mau berjalan, Haruka melihat Kei sedang menghampiri nya, membawa makanan seperti roti dan susu.
"Mau kemana?"
"Aku tadi ingin mencari mu, habis nya kamu lama sihh~" Guman Haruka.
__ADS_1
Aku tahu kalau Haruka menguman pelan, tetap diriku dapat mendengar nya. "Iya, maaf - maaf, nih makan roti.. Aku tahu kalau kamu belum makan dari pagi." Ucap ku dengan datar.
"Ehh.. Kamu memperhatikan ku yahh??" Ucap Haruka membunkuk memandangi ku sembari memegang tangan di balik punggung.
"Ya sudah kalau tidak mau, aku makan saja.."
"Ehh mau - mau.." Haruka dengan cepat mengambil roti di tangan kanan ku, aku pun sampai tidak bisa melihat kapan Haruka mengambil nya.
"Emm rasa kacang, kesukaan ku." Ucap Haruka. Aku melebar kan mata, kaget ketika Haruka sudah memakan nya. 'Sejak kapan dia membuka bunkusan nya?' Batin ku.
"Uwahh enak~ sekali." Haruka mendesah pelan. 'Wahh sudah habis, baru beberapa menit sudah habis saja.. Memang Haruka ini sangat hebat..' Batin ku.
"Kei, kan ada 2 susu tuh, apa boleh aku minta satu?" Tanya Haruka. "Ten.." Tanpa menyelesai kan ucapan ku, Haruka sudah mengambil nya terlebih dahulu. Aku hanya bisa mengeleng - geleng kan kepala, ketika melihat tinkah Haruka yang seperti anak kecil.
"Sini.." Aku duduk di atas pipa besi, lalu menepuk - nepuk pipa besi di sebelah kanan ku menyuruh Haruka duduk. Yah tanpa di suruh pun dia sudah berinsiatif sendiri. "Hei Kei, kenapa kau selalu menghindari ku, apa menurut mu diriku menjijikan..?" Haruka lalu menunrun kan susu nya keb bawah.
Aku hanya terdiam melihat pemandangan gedung - gedung. Tanpa ku sadari, Haruka menangis tanpa suara, membuat ku tidak menyadari nya. Haruka tetap menangis tanpa suara, lalu mengusap air matanya, "Maaf kan aku kalau aku memiliki salah padamu, Kei.." Ucap Haruka dengan nada sedikit serak.
Aku lalu menyadari, kalau Haruka menangis, membuat ku serba salah. "Tidak, kau tidak memiliki salah, itu hanya diriku saja yang membuat mu berpikir kalau kau salah pada ku.. Sebenar nya tidak ada apa - apa kok, hanya aku ingin menghindarimu saja.."
"Tapi kenapa kau menghindari ku, apa menurut mu aku menjijikan?" Tanya Haruka menunduk kan kepala sembari memegangi tangan nya. Aku hanya terdiam datar memandangi kota. "Kenapa kau berubah, Kei.. Dulu kau sangat baik padaku, selalu tersenyum, membuat lolucon padaku.. Tetapi kau berubah derastis jadi dingin padaku.. Apa aku punya salah padamu..?"
Haruka menangis kembali, mengingat - ingat masa lalu nya bersama Kei, membuat dirinya serasa sakit. Aku hanya terdiam, mendengar itu membuat ku mengingat kembali masa kelam ku. (Yah walau tidak seberapa, tetep lah bisa di katakan masa kelam).
"Sudah, jangan menangis lagi.. Sebentar lagi mau masuk kelas.." Aku lalu berjalan ke arah Haruka lalu terduduk sebelah kaki. "Cup, Cup.. Udah jangan nangis.." Aku mengusapi pipi Haruka yang basah. "Hmm, baiklah.." Haruka lalu menganguk pelan.
Aku menjulur kan tangan ku kedepan mengajak Haruka pergi, Haruka pun mengengam tangan ku.
__ADS_1