
Di pagi yang dingin dengan hembusan angin yang segar, membuat suasana yang sangat melegakan, bahkan saat - saat di tengah arena pun, ini sangat lah terasa menyemangat kan.
Di tambah nya riuh para penonton, itu membuat suasana memanas, dimana aura yang dingin di campur dengan aura panas, membuat ke 2 orang itu tersenyum menantikan pertandingan di mulai.
***
"Wah.. Dari dulu sampai sekarang, aku sangat penasaran memikir kan siapa yang paling kuat di antara mereka! Akhir nya ada kesempatan juga..!" Ucap Haruka senang duduk di tempat para penonton berada.
"Menurut ku,, Mereka sangat lah kuat, bahkan setara.." Ucap Izune memperhatikan.
"Yap, dari semua waktu 2 bulan kemarin, 2 orang ini lah yang paling riuh leveling dari kita berdua, dan,, Bla - bla - bla.." Ucap Haruka, bergosip dengan Izune.
***
" *Maru terSenyum* Kei, untuk yang pertama kali nya kita bertarung.." Maru mengepal kan tangan nya, memperlihat kan nya pada Kei. "Aku ingin kau mengeluar kan semua kekuatan mu..! Aku ingin mecoba, sampai mana batas ku berada..!!" Teriak Maru. (Note: Pertama kali Maru berteriak :V).
"Baik lah..! Kau juga, Maru..!!" Teriak Kei keras, sembari menghunus kan Knife nya yang bundar dan tajam itu. Dalam hitungan detik..
"Gongg~" Sfx: Suara gong di pukul.
Dengan cepat, ke 2 orang itu mengeluar kan Aura Mp, aura Membunuh dan Haus darah.. Terlihat kalau Izune membuat pelindung khusus di mana sangat lah kokoh, walau pun berlapis dengan milik kakek (Kepala desa), itu hanya akan bertahan 2 jam saja.
Dalam beberapa detik, Aura mereka meninkat tajam, bagaikan rudal nuklir meroket,, bersama'an dengan pelindung Izune, terlihat kalau pelindung itu bergetar riuh, untung nya itu masih lah dapat menahan nya.
Kepala desa, Juri, penonton bahkan teman - teman nya Kei bergetar sedikit merasakan samar - samar kekuatan nya, bahkan kepala keluarga Huazi sampai utusan para sekte terkejut, merasakan hal itu.
"Hiyahh,," Teriak Kei mengeluar kan Aura nya. Terlihat Aura Kuning Kei bersinar, menderangi stadion dengan terang nya.
"Arrrghh,," Untuk Maru, ia pun tak mau kalah, ia mengeluar kan Aura hitam pekat nya, membuat area sekitar terlihat Hitam kuning di sana.
"Keii!! -- Maru!!" Mereka menyebut nama bersama'an, dengan cepat nya..
>System Kei/Maru<
Lankah Cahaya - AKTIF
"Peng, Peng, Peng.." Mereka berdua beradu tankisan serta serangan, tak cepat dan tak lambat, mereka menghindari serangan mereka berdua, sekaligus menyerang balik. Walau begitu, mereka berdua dapat menghindar dan bertahan dari serangan masing masing.
Kei melompat kelangit, membuat 10 pedang Mp dengan Skill 'Mp Manipulation', mengayun kan tangan nya, dengan cepat pedang itu meluncur ke arah Maru. "Peng Peng Peng.." Terdengar seraya tankisan. Melihat serangan Kei mengarah ke arah Maru, Maru memutar Sabit nya dengan dengan 1 tangan nya, sambil melompat ke langit menankis semua serangan Kei.
Setelah serangan itu tertankis semua, mereka pun mundur beberapa lankah. "..." Tak lama, mereka saling tatap, tak menunjukan gerakan atau saling ucap.
>System Maru<
Lankah Cahaya (Menghentikan aliran waktu) - AKTIF
Kei diam selama beberapa detik, lalu memberik komentar terbaik nya." ..Ternyata kau dapat melakukan Lankah Cahaya sampai sini, Maru..?" Tanya Kei kagum melihat sekitar melambat 10× lipat. "Begitulah.." Ucap Maru membenar kan dengan senyuman.
"Baiklah, Mari mulai kembali pertarungan yang sebenar nya.. Sekarang pemanasan sudah selesai.." Kei menghilang, tanpa sepengetahuan, Kei mengunakan Skill Clone yang baru di dapat nya baru - baru ini.
Tak lama, Kei berada di belakang Maru, menyerang dengan Knife bulan sabit nya. "Peng!" Terdengar tankisan di belakang Kei. "Apa kau pikir aku tidak tahu..?" Terlihat Maru menahan nya dengan sabit nya, menahan dengan tubuh menghadap kedepan. "Dan apa kau pikir hanya kau seorang saja yang assasin..?" Tanya Maru.
__ADS_1
Maru pun menunduk pelan, dengan cepat menghilang sama hal nya dengan Kei tadi. "Aku tahu yang tadi hanya Clone..!" Dengan cepat, Maru dapat menemukan, bahkan menyayat pipi Kei yang sedang bersembunyi. Semula, Kei menghindar, kalau tidak, tubuh Kei bisa saja terbelah 2.
Untuk Maru yang seorang assasin, ia hanya memiliki skill yang bernama Shadow (Bayangan), sama seperti nama nya, ia dapat membentuk bayangan. Beda dengan Kei, ia memiliki Clone dengan job Assasin nya. Sama seperti nama nya..
"Hehe.. >System< aktif kan mode (Create).. 100 Clone!" Dengan hitungan jari, Kei membentuk pasukan diri nya, beda.. Ia memiliki 100 pasukan dengan berbeda senjata dengan muka yang sama, dari senjata Pedang, Knife, Palu, dan sebagainya.
"CkCk.." Maru berdecik, sedkit tersenyum. ">System< Aktif kan mode Pasukan Shadow.." Ucap nya seraya tersenyum sinis. Dengan cepat pasukan bayangan milik Maru keluar, terlihat kalau bayangan nya keluar dari dalam tanah dengan bentuk pasukan keraja'an dalam senjata tombak. 1 demi satu keluar, sampai berkumpul menjadi 100 buah.
Dengan pasukan Maru yang kokoh, dan pasukan Kei yang kuat, manakah yang akan kalah? Itu masih lah belum pasti.
***
Penonton bingung, kenapa mereka berdua hanya diam selama 5 menit? bahkan mengucap atau bergerak pun tak di lakukan nya, membuat mereka penasaran, dan mulai mencomooh itu dan inilah.
"Padahal tadi terlihat sangat kuat, tapi apa ini..? kenapa mereka hanya diam saja? Sia - sia aku menonton pertarungan mereka.."
"Betul! Sia - Sia kami membayar! Kembalikan uang kami..!!"
Mendengar mereka berdua mengatakan itu, para penonton pun mulai demo, meminta kembali uang mereka.
"Tunggu! Ada reaksi di tengah arena..?" Tanya terkejut para Juri merasakan kekuatan yang dasyat. Untuk waktu beberapa menit yang lalu, Kei dan Maru masih lah tidak mengunakan Mp nya, dan sekarang mereka melonjakan kekuatan Mp mereka, ya pasti lah mereka merasakan nya.
Beberapa saat, penonton berhenti demo, para juri pun mulai mengeluar kan layar dimana waktu bergerak 10× di sana. Para penonton, Juri, dan lain nya terkejut.. mereka melihat 200 pasukan yang sangat kuat, dan mencekam, melihat hal itu, mereka yang menonton itu terdiam merinding bersama'an dengan melihat Kei dan Maru.
***
"Maru, kalau kita bertarung, itu tidak akan menghasilkan apapun.. Bagaimana kalau kita membuat taruhan..?" Saran Kei, meminta taruhan. Memang benar, kalau mereka bertarung, itu tak akan menghasil kan apa - apa, padahal kalau mereka ingin, mereka dapat menyerah dan mengambil hadiah nya untuk mereka sendiri.
"Taruhan..? Menarik, baiklah apa yang kau ingin kan..?" Tanya Maru. "Bagaimana dengan makan geratis..? Siapa yang menang, ia dapat makan geratis dan menentukan tempat nya.. Bagaimana?" Usul Kei, merasa lapar setelah menyebut kan syarat nya.
"Pang! Peng! Buk - Buk!!.." Terdengar suara adu senjata bergelegar, pukulan demi pukulan terjadi. Terlihat bayangan yang Maru keluar kan memiliki darah yang sedikit, tapi dengan tusukan mereka, itu dapat langsung membunuh Clone nya Kei yang darah nya sama dengan pemilik skill, yaitu 10.000 Hp.
"Hmm.." Kei dan Maru saling tatap, dengan mengadu Haus Darah mereka. Tanpa basa basi, mereka mengeluarkan senjata mereka, untuk Maru ia mengeluar kan sabit yang biasa nya..
>Sabit Pembunuh<
Memiliki keinginan membunuh, membuat dapat berevolusi.
Tinkat revolusi sekarang 89%.
Untuk Kei, ia mengeluar kan pedang hitam mawar nya yang hitam panjang itu.
Pedang Mawar Hitam: Menambah kan 100 + Strenght 500 + Attack Speed
Kei mengunakan dorongan, mengunakan angin untuk menambah laju kecepatan kaki, mengarah pada Maru dengan menghunuskan Pedang mawar hitam nya. Untuk Maru, ia melompat ke langit, berputar dengan sabit pembunuh nya di atas kepala, mengarah cepat ke arah Kei.
Dalam sesaat, mereka mengadu senjata mereka.. "Peng!" Tak sampai situ saja, Kei terhempas sedikit di area tangan, dengan cepat mengayunkan tangan nya dengan kekuatan penuh, menebas 2 kali di area yang sama. Untuk Maru, ia masih lah berputar di hadapan Kei. "Peng! Peng!" Maru terhempas kebelakang.
Walau Maru sudah berputar kencang, Maru dapat mengontrol badan nya dengan tepat. Tanpa basa basi, Maru mengunakan Mp nya.
__ADS_1
" >System<
[Death Slash (Tebasan kematian) - Non Aktif]
[Eyes of Death (Mata Kematian) - Non aktif]
"Aktif kan!!" Teriak Maru, melihat Kei sudah mengaktif skill milik nya, dan mulai menyerang, Maru tanpa basa basi lagi menyerang.
"Peng! Peng! Peng.." Adu senjata terjadi kembali, tak ada 1 serangan pun yang berhasil mereka luncur kan dalam tubuh lawan nya, tak lama, Kei mengaktif kan sekali lagi Skill nya, bersama - an dengan Maru yang bergegas meng aktif kan skill nya.
(Note: Sistem milik Kei)
"[Pedang Mawar Hitam (100 + Strenght. 500 + Attack Speed) - Aktif]
[Lankah Cahaya (500 + Attack Speed) - Aktif]
[Pembeku merah tua (Api Biru Putih) - Aktif]
[Mana Manipulation (Make \= Buat) -Aktif]"
(Note: Sistem milik Maru)
"[Sabit pembunuh (Revolusi 89% WARNING) - Aktif]
[Lankah Cahaya (Menghentikan Angin, memperlambat musuh) - Aktif]
[Death Slash (Tebasan kematian) - Aktif]
[Eyes of Death (Mata Kematian) - aktif]
Dalam, sekejap. "Slash/Tebas!!" Mereka berhasil menyerang tubuh mereka masing - masing berkat Lankah Cahaya mereka. Walau sedikit serangan pun, itu dapat membunuh kalau tidak cepat - cepat memberikan pertolongan pertama.
"Peng! Cleb!!" Terlihat pasukan Kei dan Maru terbunuh semua, untuk pasukan yang terakhir, mereka membunuh musuh sekaligus musuh membunuh dirinya sendiri, itu membuat mayat pasukan yang 200 ratus itu mati berserakan. Di tambah dengan Mp Maru dan Kei, mereka sekarang hanya menyisakan 30% saja.
Perlahan pasukan itu mulai menghilang, merubah nya menjadi secercah cahaya dan menghilang. "..." Maru terdiam, lalu melepas jaket nya yang tertebas oleh Kei, membuang nya. Dalam sekejap jaket itu menghilang tanpa sisa sedikit pun dengan api Biru, Bahkan debu pun tak di sisakan.
"Api mu sangat lah menyeramkan, Kei.." Puji Maru pada Kei.
"Menyeramkan pala mu! Sialan, kau pakai apa sampai lengan kiriku kesakitan?" Tanya Kei, merasakan Nyeri di tempat tebasan kecil tadi, bahkan di sekitar nya menyebab kan warna kehitaman.
"Itu nama nya kutukan.. Lebih tepat nya 'Tebasan Kematian'.. Aku bisa saja membunuh mu dengan serangan kecil itu.." Ucap nya tersenyum sinis pada Kei. Kei hanya terdiam, berkeringat dingin di daerah punggung nya.
Beberapa waktu berlalu. "Karna Mp ku tinggal seperempat, bagaimana dengan 1 pukulan..?" Tanya Maru. Karna Kei pun sama, ia pun menyetujui nya.
Dalam sekejap, aura mereka keluar, lalu masuk kembali, tidak.. Seperti terhisap ke dalam lengan kanan dan kiri mereka. Dalam sekejap, tangan Kei bersinar, memuncul kan tato matahari di dekat bahu nya. Sebalik nya, Maru memuncul kan Tanda Bulan di lengan Kirinya yang merembet hitam itu.
"Maru!!"
"Keii!!"
Mereka menghantam kan tangan mereka, bersama'an dengan Mp mereka yang habis untuk penyembuhan. "Hyahhh..!!" Mereka mengaung, sekuat tenaga memukul pukulan lawan nya. Dalam seketika, area bersinar terang menerangi stadion, bahkan waktu yang terhenti hancur berantakan.
__ADS_1
Mereka yang penonton, tersinari. Beberapa detik berlalu, sinar itu berhenti, di lanjut kan dengan kegelapan malam. Para penonton kaget, tak bisa melihat lengan mereka sendiri.
"Dhum!!" Terdengar suara gemuruh bergelegar, membuat semua orang berkeringat dingin, mendengar itu.