
[Kei POV~]
Beberapa hari berlalu, waktu terasa semakin cepat, serasa hidup ku menghilang tanpa sisa.. Dan itu karna siapa? Yah aku tidak peduli lagi, sekarang diriku serasa hampa, membuat ku tak bersemangat untuk hidup.
Aku terdiam, melihat kuburan Ayah Ibuku, bersama dengan Haruka dan ke dua orang tua nya, dan semua kerabat nya.
"Fiuuhh.." Aku menarik nafas perlahan lalu menghembuskan nya pelan. Aku lalu berjalan pergi menjauh dari sana. Aku, yang seorang anak nya, merasakan rasa sakit serasa organ dalam ku serasa di cabik - cabik, Sekarang aku hanya bisa memasang wajah sedih dan datar, membuat Kei yang dulu tersenyum setiap saat menjadi hilang seperti potongan - potongan kecil.
"Kei, kau mau kemana..? Apa kau tidak mau menunggu sampai selesai.." Tanya Haruka yang mengikuti ku, sembari menahan ku di bagian tangam kiri.
Aku hanya menoleh sebentar lalu menghadap kembali kedepan, melepas kan tangan ku dari tangan nya. Entah mengapa diriku sangat membenci Haruka, membuat ku merasa sakit saat bertemu dengan nya. Haruka yang melihat ku hanya mematung tanpa bergerak sedikit pun, dengan ekpresi sedih.
Di saat itu sampai sekarang, Haruka selalu merasa bersalah padaku, membuat nya melakukan cara apapun untuk mengembalikan diriku yang dulu. Yah munkin kalian sudah dapat menebak nya, dan ya, dia sama sekali tidak pernah berhasil.
Saat itu, saat di kelas 6, aku melakukan rutinitas yaitu bangun, sekolah, makan tidur. Seperti itulah kegiatan ku setiap hari. Saat itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan Haruka, bahkan ketika menemuinya, aku akan langsung menghindari nya tanpa menjawab apapun.
Meski ada ayah dan ibunya, aku tidak peduli dengan itu semua, membuat ku bermalas - malasan di rumah dan di luar.
"Kei, maaf kan aku.. Aku tahu kalau akulah penyebab orang tua mu terbunuh.. Aku tahu kalau maaf tidak bisa membawa orang tua mu kembali.. Tetapi tolong maaf kan aku.." Ucap Haruka yang mengikuti ku dari belakang.
Aku yang berjalan ke arah gunung, dimana salah satu kegiatan rutinitas ku, aku berhenti ketika mendengar hal itu membuat ku terdiam sejenak. Haruka terus berjalan sembari menundukan wajah ke bawah, tanpa dia sadari kalau Kei sedang berhenti, membuat dirinya tertabrak dengan nya.
"Aduhh.."
Haruka hampir terjatuh kebawah tanah, dengan cepat dan reflek aku memegang tangan dan badan nya sembari menatap mata nya yang ungu. Haruka kaget ketika melihat mata Kei yang menangis.
__ADS_1
Dengan cepat aku mendirikan Haruka dan menghindar berlari dengan cepat seperti asassin lain nya. Aku merasa bersalah karna selalu menghindarinya, tetapi tubuh ku seakan di kendalikan, membuat diriku selalu menghindari nya.
Aku habis kan sore ini dengan melihat matahari tengelam, sama seperti hari sebelum nya, aku hanya memandangi itu dan itu.
Hari kelulusan, saat lulus aku hanya terdiam duduk tanpa ekpresi sedikit pun tak peduli, sekarang diriku tidak memiliki kegiatan lagi selama 1 bulan, membuat ku bosan. Aku yang sedang libur tidak mengetahui harus melakukan apa, membuat ku bosan sekali.
Seperti biasa, Haruka selalu mengikuti dari belakang, entah mengapa dia tidak bosan - bosan mendekati ku membuat ku sedikit terbiasa sekarang. Munkin Haruka tidak memiliki teman sekali, membuat dia merasa bosan dan mengikuti ku. Jangan salah, meski banyak yang ingin berteman dengan nya, bukan berarti mereka teman dekat.
Hanya aku sajalah yang selalu dengan nya dulu, membuat dirinya nyaman bersama ku. Seperti biasa aku akan pergi ke gunung untuk menikmati pemandangan matahari tengelam.
***
"Aku pulang.. Ehhh?" Aku kaget ketika melihat paman Porugi.
Paman Porugi pun menjawab balik. Kaget? Tentu saja diriku sangat kaget, ketika melihat paman Porugi menunggu nya.
"Emmm.. Ba-Baik.." Aku merasa pembicaraan ini akan menyankut hal - hal buruk, membuat ku sedikit ragu menjawabnya. Forugi yang mendengar jawaban ku hanya tersenyum lembut lalu menyuruh ku mengikuti nya ke arah ruang kerja, dan untuk Haruka ia di suruh untuk ke kamar nya.
"Baik.. Sepertinya kau selama ini tidak mempunyai kegiatan.." Ucap paman Porugi.
"Langsung saja ke inti nya, To The Point.." Ucap ku menyelah.
"Sekarang aku ingin menawar kan pekerjaan untuk mu.. Apa kau ingin? Sebenar nya aku juga tidak mau memperkeja kan mu tetapi ini sangat lah peting.." Ucap Porugi serius.
"Pekerjaan apa yang kau maksud..?" Tanya ku.
__ADS_1
"Ini tentang Haruka.. Sebenar nya diriku masih memiliki banyak musuh, dulu yang menjaga putri ku hanyalah orang tua mu saja, mereka selalu menjaga ke amanan untuk tidak terjadi hal - hal yang buruk.. Dan sekarang mereka terbunuh membuat penjagaan Haruka kosong.." Ucap paman Porugi.
"Bukan nya paman tinggal mencari yang baru saja.. Kenapa harus membicarakan nya padaku..?" Ucal ku datar.
"Yah kau benar, aku dulu pernah mencari nya dan saat itu aku mendapat kan satu, tapi sayang dia terbunuh oleh pasukan musuh ku.. Membuat aku harus mencarinya lagi.." Jelas paman Porugi.
"Tunggu.. Apa kau ingin menjadikan ku pengawal nya? Tidak, aku tidak mau.. Lihat, ayah ibu ku terbunuh oleh siapa.." Ucap ku dengan wajah serius lalu pergi dari ruangan nya.
"Apa kau masih memikir kan hal itu..?" Tanya paman Porugi.
Aku yang mendengar hal itu terdiam sejenak lalu berbalik badan berkata, "Apa paman ingin merusakan kebahagian ku yang ke dua kalinya?" Ucap ku pelan lalu meninggi kan. "Apa paman tidak mengerti apa yang aku rasakan saat Ayah Ibuku terbunuh..?! Aku tahu Ayah dan Ibu selalu di benci dan seperti kalian lah yang merusak kehidupan mereka..!!" Ucap ku lalu pergi dengan wajah kesal.
Paman Porugi hanya terdiam tanpa bergerak, ia sedikit kaget ketika melihat perubahan yang terjadi pada Kei, membuat dirinya merasa bersalah. Memang apa yang di katakan Kei ada benar nya tetapi setengah, setengah lagi ia belum tahu kalau di balik ini bukan lah ulah nya.
----------
Oke, balik lagi.
Oke, kalian sekarang yang ingin buru - buru update tenang saja. Yah walau waktu update tidak bisa di percepat, tapi tenang saja, karna saya sudah menyelesai kan Eps nya puluhan. Tinggal tunggu waktu saja untuk mengeluar kan Eps.
Masalah Spoiler, entar Shikamaru No Taiza, atau bisa di sebut Maru, akan di muncul kan di Eps antara 12 sampai seterus nya. Dan Maru ini juga yang akan jadi tokoh pembantu di sebelah Kei.
"Oi, kenapa jadi pembantu?!" Tanya Maru yang marah.
"Dan juga, kenapa nama ku Kei? Dari nama Kazuto Kiri jadi Kei, mana ada itu.. Pasti ini author nya yang bermasalah.." Ucap Kei datar.
__ADS_1
Yah walau begitu saya juga engga tahu, kalian tunggu aja deh.
Selamat menikmati~