Gamers Of Tersesat

Gamers Of Tersesat
Eps - 19 Kematian


__ADS_3

"Hah, Hah, Hah.." Aku, Haruka dan Maru terluka sangat parah dengan banyak luka, bahkan tangan kanan ku tadi hampir saja terbelah 2, untung Maru menyelamat kan ku.


Kami, berada di pinggir tebing, di ujung gunung paling atas. Terlihat kalau tebing ini tidak sebatas gunung, tetapi di bawah nya terdapat retakan dunia yang bawah nya hampir ratusan kilometer. Dan tebing ini dulu sudah di berikan nama, di mana nama nya adalah Pintu Sampah.


Yah munkin ini menurut kalian lolucon, tetapi jangan salah.. Pintu ini adalah pintu Sampah dimana pintu ini akan selalu saja ada yang terbunuh di bawah nya, yang aneh nya adalah, mereka yang mati adalah orang - orang sampah masyarakan, dimana banyak sekali orang jahat mati di sini.. Dan karna itulah ini di sebut pintu Sampah. (Munkin harus nya pintu neraka kali ya?).


"Hmm, dasar wanita ******.. Berani - berani nya kalian menyerang keluarga kami, apa kalian tidak takut kalau kalian terbunuh di sini, hah? Kau, wanita ******.. Sudah di beri kesempatan untuk menikah dengan tuan muda malah di tolak.. Tidak tau terima kasih.." Ucap orang tua dari sepuluh orang itu.


"Heh kakek bau tanah, apa kau pikir aku ini bodoh hah? Aku tahu, kalau aku akan di jadikan budak se** kan? Mending mati aku dari pada dengan kalian.." Ucap ku dengan nada tinggi.


"Kei, sepertinya kita tak memiliki harapan lagi untuk bertarung.. Dan sepertinya pernikahan kita akan di tunda beberapa hari lagi.."Ucap pelan Haruka, pun memeluk ku. Aku lalu menatap Maru dengan wajah bersalah.


"Maaf kan aku, Maru.. Sepertinya kita akan berakhir disini.." Ucap ku memandang Maru bersalah. Ya, aku sangat bersalah pada nya karna ia sudah ku ajak kesini.


"Tidak apa, Kei.. Malah aku bersyukur, karna dapat hidup dengan kalian.. Bahkan aku terasa terhormat untuk meninggal dengan kalian bersama, jadi.. Keputusan ada di tangan mu, aku akan melakukan apa pun itu asal kita bersama.." Ucap Maru. Tidak seperti orang normal, pasti mereka akan bersedih mati, tetapi kami berbeda.. Kami mati dengan senyuman, karna senyuman lebih baik dari kesedihan.


Tanpa aba - aba aku pun mencium bibir Haruka untuk jadi kenang - kenagan, dan Haruka pun tak merasa protes, ia sama melakukan nya dengan ku.

__ADS_1


Walau ciuman kami hanya sebentar, tetap saja itu sangat lah lama bagi kami. Aku, yang memegang tangan kiri Haruka, dan Maru yang aku pengangi adalah tangan kanan. Dengan perlahan tapi pasti, kami mulai menarik diri kebelakang, ke arah jurang sampah. Munkin aku memang aku harus masuk ke sana, karna tidak ada bedanya dengan banyak membunuh dengan orang baik.


Dan masalah Maru dan Haruka, seperti nya mereka terbawa oleh ku. Kami yang melesat cepat melewati gunung lalu memasuki jurang sampah.


Tanpa aku sadari, Haruka memeluk ku sebelah kiri, dan Maru yang memeluk ku di sebelak kanan, dengan mata tertutup aku pun berguman pelan, "Semua, tahan nafas kalian lalu buang.." Mereka lalu melakukan nya, "Lalu pejam kan mata kalian.. Dan ingat, bayang kan orang yang kalian paling ingin kan oleh diri kalian.." Aku sudah melakukan itu dan membayang kan aku dan Haruka menikah, dengan tenang dan senang dan duka bersama, membuat aku merasa sedikit sakit di dada.


Maru, ia memikir kan seorang wanita yang cantik, dia munkin setara dengan Haruka. Wanita ini memiliki rambut berwarna biru muda, di ikat ke belakang dan membiar kan poninya itu menutup sebelah mata nya. Dia memiliki mata yang sama dengan ku yakitu kuning, hanya saja kuning nya itu seluruh mata nya. Memiliki kulit yang sangat halus dan sedikit putih, yah tidak seputih Haruka. Wanita ini, ia adalah teman Maru yang ia suka.


Kalau Haruka, ia memikir kan ciuman tadi.. Entah kenapa ia memikir kan itu, tetapi biar kan imajinasi nya bermain, karna sebentar lagi tubuh kami akan mendarat di bawah.


Mereka sudah tahu kalau mereka sudah mati, dan mereka hanya mati dengan senyum menghiasi wajah mereka, membuat diriku dapat memberikan kematian yang membahagiakan untuk mereka.


Kami sekarang tidak bisa melihat apapun, terlihat hanya gelap, gelap dan gelap, bahkan tangan ku pun tak terlihat. "Apa ini ya, yang nama nya mati itu?" Ucap ku yang dapat berkata.


"Hah, seperti nya ia.. Tapi tidak apa lah, yang penting aku dapat mati dengan bahagia.. Dan semoga saja Haruka dan Maru bahagia dengan senyuman mereka.


"Apa maksud mu bahagia?" Tanya seorang laki - laki tua. Terlihat kalau ruangan gelap tadi menjadi terterangi, dan terlihat kalau seorang pria tua sedang manghadap ku.

__ADS_1


Aku melihat, tidak ada sedikit pun celah hitam terlihat, bahkan barang pun tak ada. "Apa kau seorang dewa pencabut nyawa? Kalau begitu, kau akan membawa ku kemana, Neraka atau Surga?" Tanya ku dengan wajah datar.


"Heh nak, sebelum kau bertanya, benar kan dulu wajah mu yang kusut itu.." Aku pun lalu merubah ekpresi ku seyum. "Nah gitu, kan adem melihat nya.. Oke, aku akan menjawab nya, tetapi sebelum itu aku akan mempertemukan mu dengan seseorang." Kakek itu menjentik kan tangan.


Aku yang diam langsung kaget ketika melihat Haruka dan Maru ada disini, dan.. Tempat yang tadi nya putih sekarang terdapat 2 kursi, kursi untuk kami dan untuk kakek itu.


"Kei!" Ucap mereka bareng. Terlihat kalau Haruka sedikit menitikan air mata. Aku yang tidak mau membuat Haruka nangis lalu memeluk nya, dengan erat dan penuh kasih sayang aku elus - elus rambut nya, terlihat kalau dia sekarang sudah baikan.


Beberapa saat, aku pun melepas pelukan, lalu melihat kakek itu lagi. Tentu kalau Haruka dan Maru kaget ketika melihat sosok itu.


"Hei Kei, Siapa dia?" Tanya Maru. Terlihat kalau sedari tadi Maru sangat lah waspada, bahkan ia waspada pada senyuman nya kakek itu.


"Entah lah, aku juga tidak tahu.." Ucap ku datar.


"Hmm, baik tapi.. Ada satu orang lagi yang ingin bertemu dengan kalian.. Lebih tepat ke orang itu.." Ucap kakek itu menujuk Maru.


Tentu saja Maru bingung siapa yang ingin bertemu dengan nya. Seketika kakek itu menjentik kan tangan bersamaan muncul nya seorang perempuan cantik berdiri di belakang mereka, dan terlihat kalau Maru sangat terkejut, bahkan air mata nya pun basah.

__ADS_1


__ADS_2