
Aku lalu menjelas kan rencana nya. Aku, saat penyerangan akan menghadapi semua orang itu bersama Maru, Haruka akan membebas kan mereka semua. Dan tentu, ini seperti rencana dulu, yang membedakan adalah.. Kami akan membuat kekacauan dengan uang..
Di dunia ini, terdapat hukum rimba yang berhubungan Uang dan Kekuatan. Di antara mereka, disini, misal nya mereka memiliki uang, mereka dapat saja menguasai satu negara.. Dan untuk kekuatan, mereka akan mendapat kan pekerjaan seperti informasi, penjualan barang ilegal, pembersihan dan lain - lain. Bahkan disini terdapat organisasi dimana hanya mengandal kan satu pekerjaan..
Dan keluarga Kiri, mereka.. Bekerja untuk jual beli anak, terkadang mereka akan menculik anak perempuan yang terdapat di panti asuhan, bahkan mereka yang berjalan - jalan pun akan kena.. Dan anak perempuan ini selalu di jadi kan budak se**, Dan untuk laki - laki, biasa nya mereka akan di jadikan tentara atau jadi alat pelindung.
Mereka akan di latih sejak dini dan mereka yang lulus akan di jadikan pelindung atau bahkan menjadi bodyguard. Masih untung laki - laki, aku sangat kasihan pada perempuan yang di jadikan budak se**.
*** Baik, balik lagi ke cerita.
Kami, akan mengacau kan mereka dengan cara mengawurkan uang senilai satu milyar dari atas genteng, dan pasti nya mereka tidak akan melihat kami karna kami memiliki topeng yang sama.
Oh ya, saat itu, Maru dapat mengetahui fungsi tembus pandang karna ia juga memiliki topeng yang sama dengan ku, beda nya, ia berwarna merah.. Dan, bahkan baju nya saja sama dengan ku, yang membedakan adalah warna jas dan celana nya yang warna merah dan jubah yang merah bergaris hitam.
Munkin kalau orang yang melihat kami, pasti mereka akan mengangap kami ini kakak adik. Kata Maru, dia memiliki topeng ini karna ini adalah peninggalan ayah nya, bahkan baju nya pun pemberian ayah nya, serta senjata nya yang sama dengan ku.. Yang membedakan adalah warna nya yang berwarna merah darah hitam.
Aku pernah menayakan nama ayah nya, dan aku pun mengenal nya. Saat itu, saat di mana ayah dan ibu belum mati, mereka pernah mengatakan seorang nama rekan, lebih tepat nya teman SD, kalau ayah Maru meninggal terbunuh oleh keluarga Kiri.
__ADS_1
Walau ayah Maru adalah seorang asassin tinkat S bawah, ia tanpa persiapan menyerang keluarga Kiri.. Tidak tanpa alasan ia melakukan itu, karna keluarga Kiri sudah menculik istri nya, yaitu ibu Maru.. Saat itu ayah Maru terlambat seminggu.. Ia melihat kalau istrinya di jadi kan seorang PSK, terlihat kalau tubuh nya di penuhi tusukan jarum, bahkan mata nya pun hanya melihat kan mata nya yang putih.
Ayah Maru yang prustasi, ia pun nekat menyerang keluarga Kiri, tapi sebelum itu, ia mengatakan sesuatu pada Maru, kalau ia akan melakukan Misi tinkat A atau bisa di sebut hampir menyamai tinkat S.
Sebenar nya Ayah Maru berbohong, ia ingin bunuh diri, tetapi ia ingin membawa sesuatu untuk istri nya, jadi ia membunuh lebih banyak anggota Kiri. Walau ia mengatakan misi tinkat A yang menyamai tinkat S..
Tetapi.. Sebenar nya itu adalah tinkat Ss level atas, walau masih jauh untuk kata Sss bawah. Ia tahu itu, karna itu lah ia ingin melampias kan nya pada mereka, walau hanya dapat membunuh puluhan pun.
Dulu Maru tidak mengetahuinya. Sebelum aku mengatakan nya, aku menyakin kan nya dulu dan beberapa haripun ia sudah membaikan.
Dan karna aku meyakin kan nya, ia pun menuruti nya. Saat itu, aku mengatakan kalau pembalasan dapat di lakukan di lain waktu, karna beberapa tahun lagi, munkin saja kami dapat bertambah kuat.
"Oke, apa kita buang sekarang?" Tanya Maru.
"Tidak, kita tunggu dulu arahan Haruka.." Ucap ku.
Saat itu, kami berhasil menjalan kan rencana pertama, sekarang kami tinggal mendapat kan kode dari Haruka lalu mengawur kan nya. Saat itu terjadi dan mereka mengambil uang nya, kami akan membebas kan mereka, dan rencana ke 2 kami berhasil.
__ADS_1
Aku dan Maru sudah berhasil membawa pergi para tawanan, dan Haruka, ia sedang mengobrol sambil berlari. Aku yang melihat mereka, terlihat kalau Haruka mengatakan hubungan kami dan merona merah. Seperti nya ia tidak bisa merahasia kan nya.
Sebenar nya, kami sudah di kejar oleh mereka yang sedang memegangi uang, mereka mengetahui rencana kami, membuat kami terpaksa berlari dengan para tawanan. Dan sebenar nya juga, kami juga tidak sendiri, Bibi, ia juga membantu kami untuk membawa para tawanan dengan cara mengankut mereka dengan truk besar.
Dan itu berhasil dan sayang nya, kami terpaksa di tinggal kan untuk menahan mereka.
"Hei Kalian, cepat lari ke arah bukit.. Aku akan memberi waktu untuk kalian.." Ucap ku yang sedang menahan ribuan orang dengan Haus Darah ku, bahkan dengan Aura membunuh ku sekalian. Aku, yang sudah memiliki emosi tinkat tinggi, yang pernah merasakan bagaimana rasa nya di tinggal kan.. Membuat Haus Darah ku sangat lah spesial dimana aku dapat mencuci otak.
Tapi itu belum pernah aku lakukan, karna aku takut dapat merusak mental mereka. Aku yang memiliki tinkat emosi yang tinggi, yang dapat be revolusi menjadi tinkat mencuci otak membuat mereka yang merasakan ini akan sesak nafas, berkeringat dingin dan menuruti semua perintah ku.. Dan sekarang, di tambah Aura membunuh..
Membuat mereka yang tidak tahan terbunuh seketika, bahkan ada orang yang mata nya mengeluar kan darah karna mata nya yang berputar 180°.
Aku yang membunuh ratusan orang, membuat Aura membunuh ku meninkat pesat sekaligus membuat Aura ku menjadi hitam pekat.
Disini, Aura membunuh dan Haus darah berbeda.. Dimana Aura membunuh dapat mengimindasi orang, bahkan membuat kekuatan mereka menurun. Semakin besar aura pekat nya, semakin besar kekuatan intimidasi. Tetapi, itu dapat merusak mental, membuat orang yang terlalu pekat aura nya, akan gila membunuh, dan karna itulah kebanyakan mereka akan mengiris nya dengan sesuatu.
Dan Haus darah adalah hal yang ku sebut kan tadi.. Itu dapat membuat ber revolusi menjadi tinkat penyucian otak, tapi itu juga dapat membuat mental mereka rusak.
__ADS_1
Dan karna inilah aku menahan nya sembari menyuruh orang - orang yang masih hidup untuk membunuh orang lain, bahkan aku menyuruh mereka bunuh diri. Dan ya, dugaan ku benar, ternyata Haus Darah ku miliki ternyata memang bisa begitu.
Tanpa aku peduli, aku pun meyusul teman ku yang ada di bukit untuk pulang, dan tanpa aku sadari, orang - orang yang sisa dari 1000 orang, terbunuh semua, tetapi aneh nya, Aura membunuh ku tak menambah lagi. Dan saat itu aku tak menyadari nya, kalau aku sedang di ikuti oleh sepuluh orang tinkat Ss bawah.