
Turnamen.. Munkin mereka mengincar 10 besar, karna siapapun yang masuk dalam 10 besar, mereka dapat bergabung dengan sekte dan bahkan mendapat kan uang yang banyak. Untuk juara 3, ia mendapat kan 100 juta, juara ke 2, mendapat kan 300 juta, dan untuk juara 1, ia mendapat kan uang sebesar 500 juta serta mendapat kan tulang tambahan.
Yah munkin kalian pernah baca komik Soul land, atau munkin anime nya, yang bernama douluo dalu. Nah, disitu menjelas kan kalau tulang tambahan dapat menyatu dalam tubuh seorang penyerap, bahkan ia dapat mengunakan nya.
Ada yang berumur tua, dan ada yang berumur muda. Lebih tua lebih baik karna itu dapat meninkat kan kekuatan daya serang dan pertahanan. Karna itu, Aku ingin mengikuti nya dan mendapat kan tulang itu.
Yah walau baru berumur 80 ribu tahun, itu sudah di nyatakan sangat lah kuat. Terdapat beberapa evolusi dalam tulang, yaitu berumur ratusan, ribuan dan puluhan ribuan, dan ada juga yang ratusan ribuan, bahkan 1 juta tahun. Dalam puluhan ribuan tahun, itu sangat lah bagus untuk memperkuat tulang lain, bahkan mengeras kan nya.
***
Ke esokan hari, kami berjalan di pagi hari, mengunakan baju perang putih yang sudah di siap kan kami, bahkan kami mengunakan topeng khusus kami.
Seperti biasa, aku dan Haruka, Maru dan Izune. Yah walau ber dua - dua'an, tetap kami berjalan satu arah. "Haruka, apa kau gugup?" Tanya ku melihat Haruka sedan tersenyum. Haruka mengeleng kan kepala di pankuan bahu ku.
"Kalau kamu?" Tanya Haruka melirik ku. Aku menjawab tidak.
Aku menyadari suatu hal saat pagi di rumah ku, seperti nya aku merasakan ada sekandal dari Haruka, Maru dan Izune, membuat ku sedikit tidak merasa nyaman, tapi aku tidak menanyakan nya pada mereka.
Tak terasa, kami sudah di pintu gerbang khusus di mana hanya kami saja lah yang dapat masuk, membuat para penonton tak bisa memasuki gerbang khusus. Saat kami masuk, terlihat ruangan yang sangat besar dan panjang, tapi.. Di sini sangat lah sempit dan pengap, membuat kami hanya berdiri di tempat.
__ADS_1
Terlihat kalau disini terdapat ratusan peserta yang akan memasuki ruangan selanjut nya, dan tentu nya kami harus menunggu sebentar di sini. Tak lama, kami pun di suruh ke arah lapangan besar yang terdapat banku penonton yang berjumlah ratusan mengelilingi kami, dan tentu nya itu terisi penuh [Sebenar nya orang - orang yang ada di sini hanya lah seperempat dari jumlah penduduk yang ada, dan itu cukup sedikit].
Sekarang kami berada tepat di tengah lapang, dan tanpa aba - aba, mereka para juri tinkat legenda mengeluar kan Aura Membunuh mereka, serta Haus Darah mereka, membuat hampir setengah para peserta lain pingsan tanpa peringatan.
Yah walau terasa oleh ku, ini seperti mengelitiku.. Bahkan Haus darah mereka hanya sebanding dengan 1% Haus Darah ku. Walau mereka menahan diri, kalau mereka keluarkan semua Haus Darah nya, munkin mereka hanya sebanding dengan 20% Haus Darah ku.
Entah karna kesedihan orang tua, atau karna tubuh element, tapi yang penting.. Haus Darah ku tidak normal! Dalam 1 jam, kami terus di panggang, tapi kami tak bergeming sedikit pun. Yah walau teman ku ini hanya menandingi 50% Haus Darah ku, tetap Haus Darah mereka di atas tinkat para legenda itu.
Seperti nya para legenda itu hanya mengandal kan obat obat - obatan, membuat mereka hanya dapat sampai mencapai tinkat legenda, hanya akan tertahan di tinkat legenda saja.
Dalam 1 jam itu, mereka yang hampir ratusan terkapar pingsan tak sadar kan diri, membuat mereka di diskualifikasi. Sekarang yang bertahan hanya sampai 32, entah karna beruntung atau apa, tapi kenapa bisa sampai genap begitu? Ada sekandal ini dengan Author nya.
Dia adalah kepala kota di sini, sekaligus petarung terhebat tinkat legenda di saat - saat masa jaya nya, dan karna faktor usia, ia pun tak bisa melanjut kan karier nya jadi petarung itu, membuat dirinya sekarang memegang sebuah kota dengan penuh tanggung jawab.
Tanpa aku sadari, kepala kota memandangi ku dari jauh, dengan penuh kejutan. Dalam 1 jam di papar kan dengan Haus darah dan Aura Membunuh, tapi kami tak bergeming sedikit pun, membuat kepala kota menjadi terkejut.
Sekarang, kami merasa kami sedang mempermain kan bumi, dimana bumi tak bisa mengapai langit, dan itu sama dengan hal serupa dengan kami, kami sedang bermain dengan para tetua.
Dalam 32 peserta, kami di anjur kan untuk bertarung 1 vs 1, dan aku mendapat kan lawan yang lumayan kuat, tapi belum cukup untuk menjadi tandingan ku. Ke 3 teman ku pun sama, dengan mudah nya mereka mengalah kan mereka.
__ADS_1
Fang Huazi, adalah orang penting penerus keluarga Huazi, membuat dirinya harus berhati - hati, tapi.. Dalam ke 2 hari nya, di babak ke 2, Fang Huazi tewas di tangan ku, membuat dirinya lebih sampah dariku, itulah yang di janji kan nya.
Fang Huazi menurut ku sangat lah berbakat, bahkan dengan element angin nya itu, bahkan dengan level Mp nya, ia di level 7 sekarang. Dia pun di tinkat emas, tapi masih saja kalah dan terbunuh oleh ku yang masih di tinkat perak, membuat keluarga Huazi malu.
Saat pembunuhan, peraturan tak melangar nya, karna terdapat aturan di mana di perboleh kan membunuh asal kan di atas arena hidup dan mati. Tentu saja itu mengempar kan seisi kota, membuat orang yang selalu di tindas oleh Fang Huazi, membuat mereka senang dan bahagia.
Dan untuk pihak keluarga Huazi, mereka sangat marah, bahkan mereka marah dengan penerus mereka, dengan malu nya di kalah kan oleh sampah tinkat perak. Akibat kematian dan keuangan, keluarga mereka hampir saja rubuh, tapi terselamat kan, tapi hanya tinggal menunggu waktu saja.
Kami ber 4 berhasil memasuki babak ke 3. Untuk pemilihan musuh, itu di acak oleh kartu nomer, dan babak ke 3, dimana 11 orang, untuk 1 kartu, terdapat nomer langsung lanjut atau tak perlu bertarung, membuat 1 orang dapat lanjut tanpa bertarung, membuat dirinya bahagia. Untuk masalah masuk ke jajaran 10, mereka harus berjuan di babak ke 3 dimana tinggal 6 orang lagi.
Untuk perinkat ke 11, mereka tidak mendapat kan apapun, hanya uang yang sedikit saja. Dan untuk peserta Huazi, mereka hanya mendapat kan 50 ribu koin emas di tinkat ke 17. dan ke 3 teman ku munkin saja bisa menang menjadi no 1. Hari ke 4, di mana semi final di mulai.
Sekarang, beberapa sekte level menengah hadir di sana, melihat apa ada anak berpotensi di sana. [Balik ke Kei]. Untung nya bukan aku yang melawan teman ku, tapi Haruka dan Izune. Aku dan Maru berhadapan dengan musuh tinkat emas hitam, yang setara dengan kekuatan kami.
Seperti nya kebanyakan 80% mengunakan obat - obatan, membuatan potensi mereka belum terbankit kan sepenuh nya. Dengan susah, kami mengalah kan mereka, dan memenang kan nya. Untuk final, aku, Maru dan Haruka bertarung bersama, menghajar satu sama lain di atas arena.
Aku dan teman ku mengeluarkan sepenuh kekuatan, bahkan kekuatan kami hampir sampai tinkat hitam, membuat kami bisa saja meledak kan tempat itu. Semua penonton, juri, tetua para sekte, kepala kota, dan lain nya, mereka hanya kagum dengan kekuatan kami.
Sangat lama kami bertarung, dan orang pertama yang kalah adalah Haruka, ia kehabisan Mp nya, dan orang ke 2 yang kalah adalah Maru dengan telak keluar arena, Dan aku.. Aku menang, tapi hampir saja aku kalah karna Mp kurang, dan untung nya aku sempat mengeluar kan Maru.
__ADS_1
Dan saat itu, kami mendapat kan uang dan tulang spirit berusia 80 ribu tahun, membuat kami sangat kaya. Munkin kalau sudah di jumlah, kami sudah mengumpul kan uang se besar 1,8 milyar koin emas, membuat kami sangat kaya.