Gamers Of Tersesat

Gamers Of Tersesat
Eps - 8 Cerita Masa Lalu lV


__ADS_3

[Kei POV~]


Aku menaiki sepeda motor dengan cepat naik ke atas genteng lalu meloncat ke arah benteng yang sangat tinggi yang mencapai kurang dari 10 meter. Dengan mudah aku masuk kesana, dengan memegang senjata Shotgun. Baru saja mendarat sudah di kepung banyak sekali orang - orang dengan membawa senjata.


Aku hanya menerobos ke depan sembari menembaki para orang itu. Dengan mudah diriku menerobos dengan cara me jump kan motor ban depan sembari menembaki mereka, dan tidak sedikit orang yang mati ku tembak di tengah jantung, membuat 2 peluru bersarang di jantung bahkan ada peluru yang menembus tulang sampai patah/retak.


"Baik, disini sudah selesai.. Sekarang aku harua mencari Haruka dulu sebelum Ayah dan Ibu.." Dengan cepat diriku pergi dengan keren nya tanpa ada masalah.


Aku yang sudah di depan kamar nya Haruka melihat para pelayan khawatir sembari menetes kan air keringat dingin. "Kemana tuan putri Haruka.." Tanya ku. Terkadang diriku selalu menyebut tuan putri kalau di depan para pelayan atau lain nya, beda kalau aku di depan nya, aku akan memanggil nama nya saja.


"Tolong, tuan putri Haruka menghilang dari kamar nya.. Kami sudah mencari nya dia mana - mana tetapi belum ketemu.. Munkin di aula di sana, tapi disana ada musuh yang masuk.." Ucap pelayan muda.


"Baik kalau begitu, aku akan kesana.. Kalian pergi dari sini, disini terlalu bahaya untuk kalian.." Ucap ku yang siap - siap pergi. Mereka menurut dengan cepat. Mereka tahu kalau yang di depan nya itu Kei, membuat mereka merasa lega. Mereka juga tahu kalau Kei adalah seorang anak asassin yang hebat, bahkan dia setara dengan tinkat B.


Di dunia ini terdapat tinkatan untuk mengukur kekuatan mereka, terdapat 8 tinkatan, yaitu tinkat E, tinkat D, tinkat C, tinkat B, tinkat A, tinkat S, tinkat Ss, dan tinkat terakhir yaitu Sss. Kebanyakan tinkat Sss sudah mati meninggal, bahkan yang hidup pun hanya berumur sampai 200 tahun.


Dan itulah mengapa kalau mereka sulit di temukan, bahkan kebanyakan yang masih hidup sudah sangat tua sekali, tinggal hanya menunggu waktu saja. Ayah dan Ibuku memiliki tinkat A yang hampir menyamai tinkat S, dan Dark Spear memiliki tinkat S menengah.


Aku yang di atas aula melihat awal terbunuh nya Ayah dan Ibuku [Aula ini memili tanga di mana terdapat ruangan lain di atas nya], melihat gara - gara Haruka lah terbunuh nya ayah dan ibuku, membuat ku hanya syok terdiam melihat itu.

__ADS_1


Aku mendengar suara Ayah ibuku mengatakan sesuatu dan aku dapat mendengar nya sekaligus menyadar kan ku kalau aku sedang terdiam sedari tadi. Dengan amarah aku melempar kan pisau ku yang ada di pingang kanan dengan cepat lurus menebas kepala Dark Spear tanpa panjang lebar.


Saking cepat nya dan tajam pisau ini, membuat potongan yang sangat rapi dan tidak mengeluar kan darah sedikit pun, bahkan memotong nya pun seperti memotong tahu dengan mudah. Aku yang sudah melempar kan itu dengan cepat menaiki motor lalu menerbang kan nya, lebih tepat nya melompat dari ketingian puluhan meter.


Dengan mudah diriku dapat menuruni nya, bahkan tidak ada goncangan sedikit pun. "Ayah Ibu, kalian tertembak.. Ayo kita pergi dari sini.. Kita ke rumah sakit dulu.." Diriku yang sedari tadi menahan tangisan air mata, membuat ucapan ku ter seguk seguk.


"Ibu tidak apa - apa kok.. Ibu dan Ayah mu hanya ingin tidur sebentar saja.." Ucap ibuku. "..Iya, Ibumu benar, Ayah dan Ibumu hanya ingin tidur saja.. Ayah dan Ibumu sudah lelah dengan takdir, jadi biar kan kami istirahat sebentar.." Tambah Ayah ku.


"Apa yang Ayah katakan.. Ayo, pergi bersama ku.." Ucap ku sembari melepas topeng ku. "Aku tidak mau di tinggal kan oleh kalian.. Jadi tolong jangan tinggal kan aku.. Aku takut.." Ucap ku yang memeluk ke 2 orang tua ku sembari menangis.


Aku tidak tahan dengan emosiku yang sedih ini, membuat ku mengalir kan air mata.


Munkin seterus nya kamu harus hidup sendiri.. Jadilah mandiri, cari lah teman yang banyak, jangan lupa membantu orang yang membutuh kan, jangan berkeliaran di malam hari, dan cari lah istri yang baik, dan ibu dan ayah akan merestui mereka karna ibu percaya kalau Kei akan memilih yang terbaik.." Ucap ibuku.


"Dan ibu mu tidak melarang mu untuk menjadi lebih kuat, malah lebih baik sebalik nya.. Ingat di dunia ini ada yang nama hukum rimba, dimana yang kuat berkuasa dan yang lemah di injak - injak.. Dan itulah yang kami rasakan.. Dan sebenar nya ibu masih ingin berbicara dengan mu lebih lama, walau ibu menyesal tidak lebih banyak meluang kan watu untuk dirimu.." Ucap Ibu sembari menangis memeluk erat diriku bersama ayah ku.


"Tidak apa bu, lebih baik ibu pergi dari sini, ayo kita obati dulu luka kalian.." Aku yang menarik ibu berdiri, hanya bisa menarik nya saja, membuat ku bersedih.


"Sudah, Ayah dan Ibumu sudah lelah.. Jadi tolong iklhas kan kami untuk pergi.." Ucap ayah ku yang berkata lemas.

__ADS_1


Aku yang mendengar itu menjadi kaget dan menghentikan tarik menarik nya sebentar lalu melepas nya. "Tidak, Aku tidak mau.." Aku lalu berlari setelah mengucap kan itu. Dengan cepat aku naik motor lalu dengan cepat melaju ke arah selatan dimana terdapat perang disana sekaligus ayah Haruka.


Aku yang sudah dekat dengan cepat full gas lalu turun pergi ke arah Ayah Haruka.


"Paman tolong ayah dan ibuku.. Mereka sedang sekarat.." Ucap ku yang menunjukan air mata yang masih mengalir.


"Wusss.. Ap-Apa? Kasuragi sekarat! Dimana dia sekarang?" Tanya Ayah Haruka dengan keras. Sebelum berkata, ia menyembur kan teh nya yang ada di mulut nya, membuat dirinya hampir saja tersedak untung di sembur kan.


Tentu saja Ayah Haruka jadi marah ketika teman nya, Kasuragi sekarat, membuat dirinya hampir marah dan mengeluar kan Haus Darah, untung ia dapat menahan nya.


"Dia ada di aula bersama ibuku.. Dia butuh pertolongan pertama, di dalam perut mereka terdapat 2 peluru bersarang disana.." Ucap ku yang panik.


***


Peperangan terjadi selama 3 jam, lalu mereka di nyatakan menang melawan Mariande. Berita tentang penyerangan itupun tersebar luas, bahkan orang yang pertama kali mendapat kan informasi itu ialah ketua keluarga Mariande, membuat ketua mereka jadi takut dan marah, membuat dirinya muntah darah.


Saat itu mereka membantu Kasuragi dan Iluna, tetapi mereka terlambat.. Nyawa mereka sudah tidak ada membuat Kei marah, sedih, takut membuat dirinya murung. Bahkan Forugi, ketua Gilfari jadi marah membuat dirinya mennyuruh sisa anggota keluarga Gilfari untuk menyerang Mariande.


Berita panas kembali terjadi, Keluarga Gilfari menang melawan keluarga Mariande, dengan mengulung kan mereka dari akar - akar. Walau dapat menguling kan mereka, keluarga Gilfari melemah dengan anggota nya yang berkurang ratusan.

__ADS_1


Dalam beberapa hari, mereka dinyatakan menjadi bangsawan No 1 di negara itu, dan saat itu banyak sekali orang yang ingin mendaftar menjadi anggota disana, membuat keluarga itu menjadi bertambah besar dan besar seterus nya, membuat kekuatan yang hilang menjadi terisi kembali.


__ADS_2