
[Kei POV~]
Kei ingin lebih dalam tetapi ia mengingat kalau dia hanya sebatas kakak, membuat dirinya hanya bisa melepas nya.
Tentu Haruka tersadar dari pikiran nya ketika ia sudah tidak merasakan bibir Kei, membuat dirinya di delima. Tanpa pikir panjang, ia memegang kepala Kei lalu menekan kan bibir ku dengan dirinya lebih dalam. Menurut Haruka ini sangat lah lanka untuk nya, jadi ia ingin berkesempatan untuk mencuri ciuman pertama milik Kei.
Yah Kei tak menyanka kejadian ini akan terjadi padanya, membuat dirinya hanya pasrah dan merasakan sensasi permen yang sebenar nya. Haruka yang masih ingin mendalami ciuman itu, membuat dirinya lebih liar dari sebelum nya.
Sekarang mulut Kei di hisap oleh Haruka, membuat dirinha kaget.
"Ummm.. Puahh, kau sangat pahit.." Ucap Haruka mengusapi bibir nya yang basah.
'Apa kau bercanda? Kenapa kau bilang pahit kalau kau yang hisap..' Batin Kei yang tersingung. Aku yang di pandangi Haruka, membuat diriku jadi malu lalu memaling kan wajah, walau tetap ekpresi ku yang datar.
Haruka terus - menerus memandangi ku tajam, membuat diriku menyerah lalu menanyakan kenapa menatap nya terus, "Tidak, aku hanya berpikir kenapa mulut mu itu sangat lah pahit.." Secara tak langsung Haruka menghina ku, membuat ku tersingung.
Aku yang sedikit marah lalu pergi. "Kemana kau akan pergi..?" Tanya Haruka. Aku seperti biasa, mengabaikan nya lalu pergi menjauh.
'Ciuman pertama ku.. Kei, walau mulut mu itu pahit, tetap aku suka itu..' Batin Haruka kegirangan. Sekarang setiap bertemu dengan Kei, ia selalu terbayang - bayang ketika saat berciuman, membuat dirinya malu dan senang.
***
Dalam 5 hari ini, Kei di paksa terus menerus oleh Paman Porugi, membuat dirinya sakit kepala. Akhir nya Kei pun mau karna di paksa oleh nya, sebagian karna jenuh sih.
Di ruangan makan, dimana terdapat orang seperti biasa. "Baik, paman akan jelas kan dulu.." Paman Porugi terhenti sebentar lalu kembali berkata, "Sebenar nya kalian adalah keluarga Kiri, keluarga nomor 1 di dunia pasar gelap.." Jelas paman Porugi.
__ADS_1
Tentu Kei terkejut ketika mendengar hal itu, bahkan Haruka pun cukup terjekut. Bibi hanya diam, pasti ia sudah mengetahui nya dari dulu. "Ayah kamu adalah orang pewaris keluarga kiri.. Dan Ayah mu di saat itu di larang menikah, dan mereka pun melarang ayah mu untuk menikahi ibumu.. Mereka tak merestui Ayah dan Ibu kalian, kecuali keluar dari keluarga itu..
Saat itu Ayah mu sangat lah mencintai Ibu mu, membuat dirinya keluar dari keluarga Kiri dan menikahi Ibumu.. Saat itu, kakek mu tak menyanka hal itu membuat ia menjadi marah, ia memerintah kan semua anggota keluarga Kiri untuk terus mengejar Ayah dan Ibumu, membuat orang tua mu menjadi buronan keluarga Kiri..
Saat itu terjadi peperangan antar Ayah dan Ibumu melawan puluhan keluarga Kiri, mereka terpisah, dan saat itu perut dan kepala ibumu terbentur, membuat dirinya pingsan. Dan saat itu Ibumu tak bisa melahir kan anak..
Karna putus asa selalu dikejar - kejar, mereka jadi pasrah saat itu, tetapi kami datang tepat waktu saat itu, membuat orang tua mu dapat selamat. Kami keluarga Gilfari membantu Ayah dan Ibu kalian, dan di saat itu mereka selalu bersama kami.
Orang tua mu itupun jadi bagian keluarga kami, tetapi itu berdampak resiko yaitu membuat keluarga Gilfari dan Kiri menjadi musuh membuat selalu terjadi masalah yang sangat besar. Beberapa tahun berlalu, dan di saat itu ibumu mendapat kan keajaiban, ia dapat melahir kan anak yang sehat dan itu kamu..
Disaat itu keluarga Kiri menjadi memanas terus - menerus membuat mereka selalu menyerang.. Dan di saat umur mu genap 1 tahun, mereka tak memuncul kan diri selama 13 tahun ini, tetapi yah begitulah.." Jelas paman itu.
"Terusss.. Kenapa paman menjelas kan ini semua padaku..?" Tanya ku.
"Paman, apa mereka sekuat itu..?" Tanya ku.
"Yap, mereka sangat kuat.. Pasukan mereka setinkat tinkat S menengah sampai atas, dan karna itu aku akan melatih kamu selama 1 bulan ini.. Apa kau mau?" Tanya Paman Porugi serius.
"Hmm, Apa ada keuntungan lain nya..?" Tanya balik dariku.
"Tentu saja, kau dapat mendapat 1 permintaan dari ku, asal kan itu dapat ku penuhi kenapa tidak?" Tanya balik lagi dari paman Porugi.
"Baiklah.. Apa paman bisa mengajari ku bermain samurai, tapi dengan jenis asassin, apa bisa?" Tanya ku.
"Tentu saja, bahkan itulah yang akan paman ajar kan padamu.." Ucap paman itu. "Kalau begitu aku tunggu kau di depan rumah jam 8:00, kita latihan di gunung di depan rumah kita.." Jelas paman Porugi.
__ADS_1
Haruka yang dari tadi mendengar kan dan makan lalu membuka suara, "Ayah, apa aku boleh ikut berlatih? Aku juga ingin belajar bermain samurai.." Ucap Haruka.
"Baik kalau begitu, kau siap - siap besok, kita akan tidur di sana selama sebulan jadi kalian harus menyiap kan hal - hal yang di butuh kan.. Jangan bawa hal yang tidak di butuh kan.." Jelas paman Porugi.
"Baik.." Jawab ku lemas.
"Baik.." Jawab Haruka penuh semangat.
Kami lalu masuk kamar dan menyiap kan hal - hal yang banyak, dengan membawa kantung besar. Aku, membawa berbagai Obat - Obatan, Racun, Senjata, Jubah, Baju ganti dan senjata api. Aku pun tidak lupa akan membawa motor ku.
"Baiklah, tinggal tidur.." Aku pun rebahan sebentar, tanpa beberapa menit sudah tertidur. Haruka, ia sangat lah rusuh, bahkan baju nya pun di acak - acak tanpa mempedulikan nya. Ia membawa beberapa baju tentara seperti baju rompi sepingang, sebenar nya itu adalah jubah baja lentur.
Ia membawa kotak pertolongan pertama. Sebenar nya ia tak membawa banyak karna barang - barang yang lain tidak di butuhkan, kalau senjata, ia masih tak memiliki nya satupun jadi ia hanya membawa sedikit barang.
Berbeda dengan Kei, Haruka mandi dulu lalu tidur memakai baju tidur nya yang berwarna pink.
----------
Yah walau aku baru berumur 14 tahun, tolong ya di hormati. Tentang masalah kata, maaf aja, ini baru buat jadi belum di revisi.
Untuk masalah Gambaran Haruka dan Maru, nanti akan di pasang kan di Eps 1. Dan yang ingin tahu, nanti saya akan beritahu kalian.
Baiklah, ini permintaan ku.. Sebenar nya Author ingin sekali meninkat kan novel yang tinkat bawah ini jadi tinkat menengah, dan itu perlu bantuan kalian semua, jadi yah tidak ada yang melarang kok kalau tidak ada yang mau.
Kalau begitu selamat menikmati~
__ADS_1