
mentari pagi yang aku tunggu kini terlihat dengan jelas. aku hanya perlu bersiap untuk pergi ke sekolah, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur musim dingin. hari" yang aku lalui sungguh membosankan, aku hanya berdiam diri dirumah, mengerjakan pekerjaan rumah, bermain handphone dan menonton tv. terkadang aku iri kepada teman sekelasku, mereka pergi berlibur ke tempat wisata yang menakjubkan, sedangkan aku, hanya berdiam diri, dilarang beraktivitas di luar rumah oleh suamiku.
"Shino, kemarilah, habiskan sarapanmu, katanya ada yang merekrutmu bekerja, jangan sampai terlambat"teriakku
"bisakah kau menyebutku dengan panggilan yang lebih manis?" tanyanya setelah sampai di meja makan.
"ya ya, mungkin nanti setelah diriku berada di surga" ucapku dan tertawa kecil
"iya, ada yang merekrutku bekerja sebagai pengajar, mungkin aku akan langsung bekerja" ucap Shino, suamiku
"pengajar? di sekolah mana?" tanyaku
"itu rahasia, nanti sepulang sekolah kau pun tau Zura sayang" ucapnya
"heiii, bisakah kau tak menyebutku dengan panggilan **SAYANG**, ntah mengapa saat mendengarnya telingaku terasa gatal" ucapku lalu duduk disebelah Shino setelah memberi porsi sarapan untuknya. setelah beberapa waktu kami sarapan, aku pun pergi berpamitan kepada Shino.
"Shino, aku pamit bersekolah, oh iya, ini adalah tahun terakhirku bersekolah, apakah kau tak mau membebaskanku hingga hari kelulusan tiba?" tanyaku
__ADS_1
"ya, ya, mungkin hanya untuk tugas kelompok saja, tapi tidak untuk yang lain" jawabnya
"huh! dasar gorila, kau sangat kejam, ya sudah sampai nanti" ucapku lalu pergi setelah mendapatkan ciuman pagi.
singkat cerita〰️
"selamat pagi semua" ucapku saat datang yang disahut oleh seluruh orang yang ada di kelas.
"selamat pagi Mayu, aku ada berita yang sedang hot lho" ucap MiaShiki, teman satu meja, ia berbadan sedikit gempal, dan tak henti untuk terus berbicara, meskipun itu hal yang kurang penting, menurutku sih.
"berita? berita apa Mia?" tanyaku yang langsung duduk di kursi tempatku.
"apa kau tau seberapa tingginya guru baru itu?" tanyaku yang sedikit penasaran
"entahlah, jika dipasangkan denganmu, mungkin terlihat cocok" ucapnya
"kok denganku sih? memang kenapa?" tanyaku yang kurang faham apa yang ia maksud
"karena badanmu kecil dan pendek" ucap Mia yang langsung tertawa dengan keras.
__ADS_1
"hei jangan membawa badanku yang imut ini, dasar" ucapku yang ikut tertawa
"semoga saja, dia menjadi guru kita" ucapnya
"ya ya semoga saja" ucapku lalu mengeluarkan buku coretan.
setelah beberapa saat, seseorang membawa buku absen kelas, mungkin itu guru baru yang dibicarakan Mia. aku tak peduli jadi aku abaikan saat dia berbicara. aku hanya fokus pada buku coretan yang hanya berisi pikiranku yang sedang tak karuan. hingga aku terkejut oleh suara nyaring milik Mia. Mia menyebut namaku tepat di samping telingaku.
"**MAYUZURA**, hei lihatlah, permintaanku terkabul, guru yang baru itu ternyata jadi wali kelas kita Mayu" ucap Mia
"Hmmm" sahutku tak peduli
"Mayu, coba lihat wajahnya, dia sangat tampan sekali, dan masih muda pula" ucap Mia, ia tak akan menyerah hingga aku memalingkan wajah kepada orang yang ia tunjukan
"ya ya baiklah, aku akan melihatnya" ucapku lalu memalingkan wajah untuk melihat siapa dan bagaimana wajah guru baru itu
__ADS_1