guru baru itu suamiku

guru baru itu suamiku
cemburu kah?


__ADS_3

"Shino mereka sudah menunggu kita, sebaiknya kita cepat menemui mereka, kau adalah wali kelas kami" ucapku lalu turun dari gendongan Shino


"cium lagi, hanya sebentar" ucap Shino


"tidak, dari tadi kau bilang sebentar hingga sekarang kau bilang sebentar" ucapku


"tunggu aku tenang ya" ucap Shino dengan wajah malu nya


"Oooo, rupanya...jika aku sentuh maka habislah" godaku sambil mengedipkan sebelah mata


"jangan" ucap Shino


"duduklah dulu, tenangkan dirimu, kita akan berfoto disini, hanya beberapa gambar" ucapku lalu mengeluarkan kamera dari dalam tas


"kau!! aku tak tahan lagi" ucap Shino


"kau disini sebentar, aku akan keluar" ucapku takut sesuatu terjadi


"tidak perlu, kau hanya akan menyiksaku saat keluar dari sini" Shino


"baiklah" ucapku lalu Shino membuatku duduk dipangkuannya dan memelukku dengan sangat erat


"Shino, aku tak nyaman" ucapku saat ada sesuatu mengganjal yang aku rasakan


"tolong tunggu sebentar lagi, dan jangan bergerak, jika tidak ini tak bisa kembali normal dalam waktu singkat" ucap Shino sambil terus memelukku

__ADS_1


"hmm" sahutku lalu diam sejenak dan kemudian Shino melepaskan pelukannya


"sudah?" tanyaku


"hmm, kita kembali sekarang, hanya berdua disini hanya akan membuatku gila ingin menyentuhmu" ucap Shino


"nanti malam okay" ucapku lalu berdiri san merapikan bajuku dan baju Shino


"kita berangkat sekarang" ucapku lalu menggandeng tangan Shino


"Shino, kau duluan, jika tidak aku akan dicaci oleh mereka" ucapku lalu mendorong Shino agar berjalan lebih dulu dariku, sedangkan aku mengalungkan kamera yang sedari tadi aku pegang


"semuanya ingat jangan terlalu jauh, kita utamakan keselamatan dan juga kita akan berkumpul lagi nanti jam 3 sore" ucap Shino dengan lantang dan menghampiriku yang sedang asik memotret seorang pria tampan yang sedang bersantai disisi lain


"aku sedang memotret seseorang" ucapku tanpa memalingkan wajah sedikitpun


"hmmm, siapa?" tanya Shino


"itu..." tunjukku pada pria tampan itu lalu Shino merebut kameranya dariku


"kau sungguh tak mencintai aku kan?" ucap Shino saat melihat foto itu


"kau bicara apa?" tanyaku


"kau tak mencintaiku" ucap Shino lalu menjatuhkan kamera dan terduduk diatas pasir putih

__ADS_1


"aku salah jika memotret seorang pria? apa kau tak merasa aku tak cemburu saat melihatmu berbincang dengan wanita lain" ucapku lalu duduk di depan Shino


"kau tak mencintaiku" ucap Shino menangis


"aku minta maaf, aku salah, aku yang salah, maafkan aku ya, ku mohon, aku akan menghapus semua foto itu, akan aku ganti semuanya dengan foto milikmu dan juga milikku" ucapku sambil membuat Shino menatap wajahku


astaga!!! aku benar benar istri yang buruk, membuat suamiku sendiri menangis hingga mata dan hidungnya merah. gumamku


"kau tak mencintaiku" ucap Shino masih menangis dan menundukkan kepalanya


"benarkah? jika aku tak mencintaimu maka aku tak akan mau memiliki anak darimu, bahkan mungkin aku tak mau kau memelukku begitu lama dan bercumbu denganmu di dalam toilet tadi" ucapku lalu lalu membuat Shino kembali melihat wajahku


"maafkan aku" sambungku dengan memegang kedua telingaku


"kau mencintaiku?" tanya Shino


"hmm, tentu saja, bukankah kau bilang kita akan memiliki anak kembar?" ucapku


"hmm" sahut Shino lalu memelukku dengan erat


"Shino.. ini sangat erat..aku tak dapat bernafas" ucapku


"ah maafkan aku" ucap Shino lalu melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya


"jangan menangis lagi" ucapku lalu mengusap pipinya yang masih lembab karena air matanya

__ADS_1


__ADS_2