
"ARGHHHHHH" teriakku terbangun dalam mimpi hingga membuat Shino terbangun
"ada apa Zura?" tanya Shino spontan
"jangan tinggalkan aku, aku mohon" ucapku dan langsung memeluk Shino sambil menangis
"apa maksudmu?, apa kau bermimpi buruk?" tanya Shino memastikan
"aku mohon jangan tinggalkan aku" ucapku masih menangis
"berjanjilah padaku, berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku" ucapku masih tetap menangis dalam pelukan Shino
"aku berjanji tidak akan meninggalkanmu, apapun yang terjadi dan bagaimanapun keadaannya aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Shino sambil membelai kepalaku
"janji?" tanyaku memastikan
"aku berjanji, tadi aku bertanya, apakah kau bermimpi buruk?" tanya Shino yang aku balas dengan anggukan.
"aku punya permintaan untukmu" ucapku tiba tiba
"katakanlah" sahut Shino
"jangan tinggalkan aku, jangan pernah tinggalkan aku, jangan terlalu dekat dengan wanita lain, jika ada yang mengajakmu melakukan hal pribadi seperti makan malam bersama aku mohon tolak, berikan alasan kau ada urusan denganku istrimu, dan aku mohon, jangan pernah berpaling dariku, aku akan melakukan apapun untukmu, jika aku sanggup" ucapku panjang lebar
__ADS_1
"iya akan aku lakukan" ucap Shino lembut
"akupun ada permintaan untukmu" ucap Shino
"apa itu?" tanyaku setelah sedikit tenang
"tadi kau mengatakan akan melakukan apapun untukku jika kau sanggup, aku yakin kau sanggup melakukannya'kan?" ucap Shino
"ya" sahutku sangat singkat
"besok kau harus berangkat sekolah denganku, dan aku minta kau merias diri dengan begitu cantiknya, tunjukan pada mereka kalau kau adalah istri Rintarou Shinoshuke yang sangat rupawan" pinta Shino
"tapi jika aku berangkat bersamamu, aku harus menjawab apa pada temanku jika mereka mengetahuinya?" tanyaku
"nanti kau akan tau" ucap Shino
"kau harus menjawab kalau kau merias diri untuk kekasih hatimu, yang tak lain adalah aku" ucap Shino sambil tersenyum senyum membayangkan sesuatu hal yang pasti sangat menjijikan
"tapi...." alasanku
" aku mohon, ya! aku mohon, itu hanya untukku, aku tak akan membiarkan orang lain menyentuhmu sedikitpun ok?!" ucap Shino dengan nada seperti anak kevil yang membujuk ibunya untuk membelikan coklat untuknya.
"baiklah, ini hanya untukmu" sahutku
__ADS_1
"sekarang tidurlah lagi, besok kau harus bersiap dengan begitu perfect hingga aku tak mengenali wajahmu yang begitu rupawan, hingga aku tak menyangka jika itu dirimu, aku sangat mencintaimu, jangan pikirkan soal mimpimu itu, itu hanya kembang tidur, dan juga kau harusnya berdoa sebelum tidur" ucap Shino
"baiklah selamat tidur sayang" ucapku
"tunggu!! kau bilang apa?" tanya Shino
hohoho.... sungguh sial, aku mengatakan kata sayang yang selama ini membuat telingaku gatal, dan sialnya pula didengar Shino itu
"oh itu, emm, anuu...., oh iya, selamat tidur Shino" ucapku gugup dan berbohong padanya
"aku marah padamu" ucap Shino ketus
"heee" tak mengerti
"kau berbohong padaku, aku hanya ingin mendengar ucapan itu langsung dari mulutmu, setiap kali aku mendengarnya ternyata itu hanya mimpi" ucap Shino sedih
"tidurlah, mulai besok kau akan mendengarnya dariku" ucapku
"kau tak peduli padaku" ucap Shino lalu berbaring membelakangiku
"jangan marah sayang, maafkan aku, aku sayang padamu, jika kau masih marah padaku, aku akan menghukum diriku sendiri, aku akan mogok makan hingga kau mau memaafkan aku" ucapku
"katakan lagi" ucap Shino lalu melihat ke arahku sambil berbaring. aku mendekati tubuhnya agar ia senang.
__ADS_1
"aku sangat menyayangimu, sekarang tidur, besok terlambat bagaiman?" ucapku.
kami tidur dengan nyenyak hingga waktu yang sudah aku putuskan tiba.