
"Shino bangun!" teriakku saat berada di bawah
"ada apa sih? kenapa ribut sekali?" tanya Shino sambil mengucap wajahnya
"dasar bab! ini sudah siang, kenapa kau baru bangun?" tanyaku kesal
"semalam aku sangat lelah karena aku tak dapat memenangkan 1 ronde dalam game itu, kenapa kau memilih game yang sangat sulit itu?" tanya Shino lalu menghampiriku
"itu permainan asah otak, jika kau tidak dapat menang berarti IQ mu rendah" ucapku lalu menyalakan tv
"jika IQ ku rendah aku tidak akan menjadi guru kemarin" ucap Shino lalu berbaring di sofa dan membuat paha ku menjadi bantalan kepalanya
"ya ya ya, sekarang kamu pergi mandi, kau sangat bau" ucapku sambil memainkan rambut Shino yang halus
"meskipun bau tapi aku tampan, benarkan" ucap Shino dengan bangga nya
"ya ya, kau sangat tampan! jika kau mandi aku akan mencium bibirmu bagaimana?" tawarku
"benarkah?" tanya Shino sambil bangkit dari tidurnya dengan semangat
"tentu saja, itu jika kau segera mandi" ucapku lalu memakan permen
"jika begitu cium aku dulu, maka aku akan mandi" ucap Shino sambil mendekatkan pipinya pada bibirku
"tidak! aku bilang jika kau sudah mandi okay" ucapku sambil memalingkan wajah karena wajahku yang memerah
"ciuman pagi?" tanya Shino dengan lucunya
"ini sudah siang_-" ucapku
"ya sudah, ciuman siang" ucap Shino sambil tertawa kecil
__ADS_1
"huh" sahutku lalu mengecup pipi nya
huft, wajah Shino seperti udah rebus, sangat merah. gumamku dalam hati
"aku mandi dulu" ucap Shino gugup
"ya" ucapku sambil menahan tawa dan Shino langsung pergi ke kamar untuk mandi.
"selesai" ucap Shino saat kembali menggunakan kemeja
"wow! kau sangat cocok menggunakan kemeja itu, memangnya kau mau kemana?" tanyaku
"terima kasih, aku mau jalan jalan, kau harus ikut okay?" ucap Shino
"benarkah?! aku akan bersiap dulu, kau lihat lah tv sambil mengungguku" ucapku lalu segera ke kamar untuk ganti baju. tak lama, aku keluar mengenakan pakaian dengan sangat simple, rambut yang sengaja aku ikat dua dan riasan anak sekolah yang sangat simple.
"wow, so beautiful, kau sangat cantik sekali" ucap Shino lalu menghampirikuyang masih berdiri di tangga
"tapi ada yang kurang" ucap Shino sambil meneliti penampilanku
"eh? benarkah?" tanyaku lalu melihat penampilanku dari bawah
"pakai ini" ucap Shino sambil memberikan jepit kecil yang sangat indah
"sangat cantik" ucapku lalu memakainya.
"yuk berangkat" ucap Shino
kami berjalan dengan santai sambil melihat jalan yang cukup sepi
"kenapa jalan kaki?" tanyaku
__ADS_1
"jika menggunakan kendaraan tak ada yang istimewa dari ini" ucap Shino lalu menggenggam tanganku
"ahahahaha" Tawa Shino terdengar sangat keras
"kenapa kau tertawa?" tanyaku sambil mengembungkan sebelah pipi
"sekian lama aku tak memegang tanganmu, kau sangat kecil ya" ucap Shino sambil terus tertawa
"yah itu karena aku sangat imut" ucapku sambil menunjukan sedikit lidah
"kau sangat percaya diri" ucap Shino
"tentu saja! lihat! semua orang memperhatikan kita tanpa henti" ucapku sambil tersenyum pada orang yang melihat ke arah kami
"ya, tentu saja, istriku begitu imut hingga aku cemburu saat kau tersenyum pada orang lain" ucap Shino sedikit kesal
"Aiya!! kau cemburu, baiklah baiklah aku tak akan melakukannya lagi jadi sekarang kau harus tersenyum okay" ucapku sambil tersenyum manis pada Shino
"janji?" tanya Shino dengan wajah lucunya
"ya! aku janji" ucapku sambil tersenyum
"terima kasih!! aku sangat bahagia, lihat sekarang aku tersenyum" ucap Shino sambil tersenyum
"oh iya Shino, kapan kita sampai di taman?" tanyaku
"sebentar lagi kita sampai" ucap Shino dan kami berhenti di sebuah taman
"wow!! sangat indah, aku tak tau jika taman ini begitu indah" ucapku sambil menghirup bau bunga
"itu karena kau sangat sibuk belajar waktu itu, padahal kau pernah kesini sebelumnya" ucap Shino sambil merangkulku
__ADS_1
"yaa maafkan aku" ucapku sambil tersenyum.