guru baru itu suamiku

guru baru itu suamiku
tiba


__ADS_3

"yank, bangun! kita sudah sampai di tempat" ucap Shino sambil menepuk pelan pipiku


"hmmm, masih ngantuk" ucapku dengan mata yang masih menutup rapat


"duh...susah diatur ya sekarang, kita liat nanti di rumah" ucap Shino sambil menyentuh paha ku yang membuatku terkejut


"astaga!" ucapku


"bangun" ucap Shino sambil terkekeh


"iya ini juga udah bangun" ucapku sambil mengucek mata


"kau ini" ucap Shino lalu memapahku turun dari mobil bus.


"Shino kita sudah sampai" ucap ku saat angin menerpa wajahku


"wah, istriku langsung bersemangat saat melihat pemandangan ini? kau ini sungguh keterlaluan, apa kau tidak bersemangat saat melihat wajahku" ucap Shino


"maafkan aku!! sekarang sudah sampai, antar aku ganti pakaian" ucapku lalu kami pergi ke toilet umum. setibanya disana, aku segera masuk ke dalam toilet dan menyuruh Shino untuk menunggu diluar. tak lama, ada sepasang pengunjung. itu terlihat jelas bahwa mereka sepasang suami istri.


"nak, ini toilet khusus wanita, kamu sedang apa disini?" tanya si suami itu


"saya sedang menunggu kekasih saya pak, maaf jika mengganggu" ucap Shino sopan


"baiklah, tak apa, kau jagalah kekasihmu, kau adalah pria baik, jangan sia siakan orang yang sangat menyayangimu" ucap istrinya


"iya bu, terima kasih" ucap Shino sambil membungkukkan badannya. tak lama banyak gadis datang ke toilet untuk berganti baju. aku pun keluar menggunakan celana pendek dan baju santai seperti Shino.

__ADS_1


"astaga!" teriakku saat melihat banyak gadis berpakaian layaknya seorang l*cur. Shino dikerumuni oleh gadis gadis sialan itu. maklumi saja, Shino sangat tampan hingga tak luput dari pandangan seorang gadis, apalagi umurnya hanya berbeda 1 tahun denganku.


"Shino, kau melihatnya?" tanyaku kesal sambil membelah kerumunan


"tidak, aku tidak melihatnya" ucap Shino lalu memelukku dengan erat


"jika kau melihatnya akan aku cungkil matamu" ucapku lalu mencium bibir Shino yang sangat lembut


"permisi, beri kami ruang" ucap Shino lalu kembali menciumku dengan lembut.


"kalian tidak dengar! aku akan membuat kalian mati jika tak pergi dari sini" ucap Shino kejam lalu semua orang bubar.


"Shino?" tanyaku saat Shino menatapku


"cium lagi" ucap Shino manja


"sudah, jika lebih lama kau hanya akan meminta lebih" ucapku lalu beranjak dari pangkuan Shino.


"kau ini, sudah dari tadi" ucap Shino dengan wajah yang merah


"ya, maka dari itu, aku menghentikanmu" ucapku lalu membenarkan baju.


"pakai kacamata?" tanya Shino saat aku mengenakan kacamata


"aku takut debu akan tersipu malu saat melihatku, kau juga pakai, kita akan berfoto nanti" ucapku sambil mengenakan kacamata pada Shino


"go" ucapku lalu menggandeng tangan Shino

__ADS_1


"sebentar lagi" ucap Shino


"kau ini, nanti saja" ucapku sambil mengelus pipinya


"kau benci padaku kan?" tanya Shino tiba tiba yang membuatku marah


"bicara apa kau? ikut aku" ucapku lalu menarik Shino ke dalam toilet


"kau benci padaku" ucap Shino dengan mata yang berkaca kaca


"aku tak membencimu, kemarilah" ucapku lalu menarik kepala Shino dan menciumnya dengan sangat lembut dan penuh perhatian.


"bagaimana?" tanyaku lembut


"hmmm, lagi" ucap Shino


"baiklah, hanya sebentar, kita akan melanjutkannya di rumah nanti" ucapku lalu aku membuat Shino menggendongku untuk menyetarakan tinggi badanku dengannya, meskipun hanya beda sedikit


"hmmm, kau sungguh nakal" ucapku saat Shino menyentuh bagian paling sensitifku


"jangan sekarang" ucapku sambil melepaskan tangan Shino


"anak?" tanya Shino


"ya, kita akan memilikinya, anak kembar" ucapku


"hmmm, sekali lagi, lalu kita kembali" ucap Shino

__ADS_1


__ADS_2