
*pagi yang indah, tapi sayang ini hari terakhirku untuk melihat dunia. tak apalah, yang penting dendamku ini akan terwujud, gumamku. aku merias diri, sengaja penampilanku terlihat pucat, agar semua orang mengira aku sedang sakit.
singkat cerita〰️
"selamat pagi semua" ucapku tanpa ekspresi menandakan aku sedang dalam kondisi kurang sehat
"selamat pagi Mayu, kemarin kau kemana? mengapa kau tak sekolah kemarin?" tanya Mia
"aku sakit kemarin, oh iya mia, apakah kemarin ada tugas rumah, jika ada aku pinjam ya?" ucapku pada Mia
"tidak ada Mia, bahkan sekarangpun kau terlihat sangat pucat, mengapa tak istirahat saja dirumah" nasehat Mia
" aku ada urusan" sahutku
"Mia, maafkan aku selama ini aku berbohong padamu, aku minta maaf" sambungku sambil menunduk
__ADS_1
"apa yang kau maksud Mayu, urusan? berbohong? aku tak mengerti" ucap Mia
"nanti kau pun akan tau" ucapku masih menunduk
Tak lama, Shino datang.
"selamat pagi semua" ucap Shino
"selamat pagi" sahut semuanya
"buka buku halaman 30" perintah Shino yang langsung dituruti oleh semua orang, aku mengambil bukunya, namun aku tak berbicara sedikitpun.
"Mayuzura, mengapa kau tak sekolah kemarin" tanya Shino
"kau sakit, sakit apa?" tanya Shino
"sensei apakah kau tau? kemarin aku pergi dari rumah, keluargaku hancur gara gara seseorang masuk dalam keluarga kami, dia lebih memilih orang yang baru ia kenal.."
"apa yang kau katakan Mayuzura?" potong Shino
__ADS_1
"aku belum selesai bicara sensei, tolong dengarkan" ucapku
"ia sudah tak peduli padaku lagi, sekarang aku tak memiliki keluarga, tak memiliki rumah, aku sendirian, kau tau, kemarin aku berjalan berjam jam tanpa arah tujuan, kau pun tau kemarin hujan deras" ucapku
"kalian tau siapa orang itu?" tanyaku
"Mayu apa yang kau bicarakan?" Tanya Mia
"diam Mia, aku sedang berbicara" ucapku
"kalian tau siapa? dia adalah suamiku,ya! aku tau kalian baru tau itu sekarang, Shino, suamiku meninggalkanku, dia meninggalkanku demi seorang wanita yang seusia denganku, dia murid didiknya sendiri. kalian tau siapa? Yuri Ashita seorang wanita yang merusak hubungan rumah tanggaku dengan Shino, Yuri pun mengetahui jika Shino telah menikah, tapi apa? dia tetap menggodanya. apa kalian pikir kami bersatu dengan cara dijodohkan? tidak, itu tidak benar, kami berusaha dan bekerja keras agar kedua orang tua kami merestuinya. lalu kami mendapatkannya dan hidup bahagia hingga kau datang dalam kehidupan kami" ucapku dengan lantang.
" Zura apa yang kau katakan? jangan berteriak" ucap Shino
"apa?! apakah kau takut jika semua orang mendengarnya? biarkan saja, biarkan semua orang tau semua ini, dan kau tau Shino, aku akan melakukan apapun dan berbuat nekat jika kesenanganku diganggu orang lain, ku kira kau benar benar sayang padaku, tapi itu semua palsu. kau tau Yuri, kemarin adalah pertamakalinya Shino membuatku sakit hati dan menangis. selanjutnya, kau tidak akan melihatku menangis, bahkan tidak akan melihatku selama hidupmu lagi" ucapku dengan air mata tang telah menetes
"aku akan pergi sensei, permisi" ucapku lalu pergi ke luar kelas
"kau mau kemana?" tanya Shino lalu aku membalikkan badan dan melihat Yuri yang sedang menundukan kepalanya
__ADS_1
"apakah kau peduli padaku? tenangkan saja simpananmu itu, dia akan menangis, dan kau tadi bilang apa? aku mau kemana? aku akan pergi untuk selamanya, hatiku sudah tenang karena mereka semua sudah tau apa kebenarannya" ucapku lalu pergi tanpa berkata apapun lagi, mengingat kelasku yang ada di lantai paling atas membuatku mudah untuk pergi ke atap sekolah. aku berjalan dengan sangat cepat, aku sudah tak peduli dengan semuanya, ya Tuhan sampaikan permintaan maafku kepada paman Mitsuko, (kepala sekolah dan pamanku)
"ini adalah hari terakhirku, aku tidak akan menangis lagi, aku tidak akan menanggung beban lagi, ini adalah akhir kisahku" gumamku lalu menjatuhkan diri dari atap sekolah.