
bel pulang berbunyi dengan nyaring,
pelajaran kali ini sungguh membosankan, apalagi duduk bersebelahan dengan wanita j*lang Yuri itu, beraninya dia menggoda suamiku didepan ku sendiri.
"sampai jumpa besok Mia, semuanya" ucapku lemas
"eh, Mayu tunggu sebentar" ucap Mia
"ada apa Mia? mengapa kau terlihat begitu kesal?" tanyaku
"kesal? ya aku marah padamu, lain kali ajak aku terlambat agar bisa makan bersama dengan Shino sensei ok, jika tidak aku akan terus marah padamu" ucap Mia
"Mia, jika kau terlambat kau akan dikeluarkan dari sekolah, kau sudah sering terlambat datang, kesempatan untuk bertemu dengan shino sensei pun akan hilang jika kau dikeluarkan dari sekolah" ucapku
"eh? iya juga, ya sudah kalau begitu, aku pulang" ucap Mia kembali tersenyum
dalam perjalanan pulang aku merasa ada seseorang yang mengikutiku. aku melihat ke belakang untuk memastikan siapa yang mengikutiku, namun tak ada orang. dan saat kembali melihat ke depan ternyata orang itu sudah berada di depanku yang tak lain adalah Yuri.
"Yuri? kenapa kau ada disini? bukankan rumahmu ada di sana?" tanyaku
"Mayuzura, sebaiknya kamu jauhi Shino sensei, kau kan sudah tau dia itu sudah beristri" ucap Yuri dengan sinis
__ADS_1
"eh? memangnya kenapa? aku hanya memberikan makanan kepada sensei untuk minta maaf, apa itu salah?" tanyaku
"ya jelas salah, apa kau tau siapa istrinya?" tanya nya bangga
mau bohong sama aku? jangan mimpi, Shino tidak akan mau bersama dengan seorang pelac*r seperti kamu. gumamku dalam hati
"memang siapa? aku tak peduli" ucapku lalu berjalan kembali namun Yuri menghentikan langkahku
"Shino itu suamiku, kau jangan pernah merebutnya dariku, dasar Jal*ang" ucap Yuri sambil menunjukan jarinya padaku lalu memukul mukaku dengan keras sehingga membuat bibirku mengeluarkan darah
"siapa kau? aku tak memiliki istri seperti kamu" ucap Shino yang berada dibelakang Yuri
"sensei? apakah benar kau suaminya Yuri?" tanyaku
"anu....sens....sei...., itu...a...ak...ku, cuma bercanda" ucap Yuri takut
"hah bercanda? apa kau pikir aku bodoh setelah melihatmu berbuat kasar pada murid kesayanganku?" tanya Shino kejam
"murid kesayangan?" tanyaku
"kau memiliki prestasi yang bagus, dan juga berbakat, kau pantas menjadi murid kesayanganku" ucap Shino
__ADS_1
"terima kasih sensei" ucapku sambil tersenyum
"kau mau pulang? berarti kita satu arah, apa kau ingin pulang bersamaku?" tanya Shino
"benarkah? aku tak tau jika jalan ini adalah jalan untuk ke rumahmu sensei" ucapku
"kau berdarah, sebaiknya cepat pulang, aku akan membantumu membeli obat" ucap Shino lalu memapahku dan meninggalkan Yuri sendirian yang terlihat gemetaran.
saat di rumah, Shino terlihat sangat khawatir melihat wajahku yang terlihat ada sedikit memar
"apakah itu sakit?" tanya Shino sambil menahan air mata
"sudahlah, aku yang terluka mengapa kau yang menangis?" tanyaku sambil tertawa
"kau adalah hal paling berharga bagiku, jika ada seseorang yang berani menamparmu lagi, atau melukaimu, maka aku Rintarou Shinoshuke, tidak akan membiarkan orang itu lolos begitu saja" ucap Shino yang membuatku tertawa
"ahahahaha, Shino, apa kau tau, ini hanya permulaan dari Yuri, dia anak orang dari konglomerat, pasti tak akan melepaskan aku begitu saja, lagipula ini tidak sakit" ucapku lalu Shino menekan lukaku yang membuatku merintih kesakitan
"aw" ucapku
"aku tau itu sakit" ucap Shino
__ADS_1
"aku tau, aku akan istirahat sekarang" ucapku lalu berbaring dan Shino ikut berbaring
"eh????? Shinooooooo, kau, hmm, hmmmm, hmmm, hmm" ucapku terhenti karena Shino menciumku dengan cepat hingga membuatku hampir mati karena kehabisan nafas