
"kau akan bekerja?" tanyaku saat menyajikan sarapan untuk Shino
"tidak ada kelas hari ini, kau akan sekolah?" tanya Shino
"entah lah, aku merasa kurang sehat hari ini" ucapku lalu terduduk
"aku akan menulis surat ijin untukmu, kau tak boleh sekolah hari ini, kau harus segera sembuh okay" ucap Shino lalu menyuapi diriku.
"hmmm" sahutku
setelah usai sarapan, Shino langsung pergi ke kamar tanpa mengucapkan apapun
"Shino?" tanyaku lalu mengikutinya
"ya? ada apa?" tanya Shino dingin
"ya Tuhan, kenapa lagi suamiku tersayang ini? apakah dia kerasukan arwah gentayangan?" ucapku sambil tertawa
"aku akan ke sekolah sekarang, kau istirahatlah dengan baik" ucap Shino lalu mengenakan jas
__ADS_1
"bukankah tak ada kelas?" tanyaku lalu merapikan jas yang dikenakan Shino
"ada sedikit urusan, ku rasa itu tak baik untuk ditunda" ucap Shino
"oh...., jika begitu aku ikut ke sekolah, aku takut ada pelajaran yang tak aku mengerti nanti" ucapku lalu bergegas menyiapkan buku
"tak usah, kau harus istirahat, jangan sampai terlalu lelah, nanti aku tak dapat jatah nanti malam" ucap Shino sambil tertawa
"dasar kau, cepat berangkat, kita bisa sedikit santai karena hanya ada kelas siang hari ini" ucapku lalu membawa tas
"ku bilang kau istirahat, aku tak mau kau sakit" ucap Shino sambil mengelus kepala
"Shino, kau harus percaya padaku, aku tak selemah perempuan lain, lihatlah, aku masih terlihat sehat kan?" tanyaku lalu bergegas
"me too" sahutku lalu kami langsung berangkat ke sekolah, aku rasa pulang sekolah nanti aku akan membeli sedikit barang
"Shino, nanti sepulang sekolah apa kau mau menemaniku berbelanja?" tanyaku
"tentu saja, langsung sepulang sekolah okay, aku akan membeli suatu barang" ucap Shino
__ADS_1
"terima kasih" ucapku sambil tersenyum
"dasar bodoh, tak perlu berterima kasih padaku, kau istri tersayangku, istri tercintaku, kau hanya perlu memberikan tubuhmu padaku" ucap Shino sambil tertawa
"hei hei hei...... siapa yang kau sebut bodoh dasar bodoh, lagi pula, tubuhku sudah menjadi milikmu seutuhnya, untuk apa kau berkata begitu? sungguh menjijikan" ucapku sambil tertawa
"ya ya, aku yang bodoh, nanti malam kau harus memuaskan aku okay" ucap Shino
"tidak, aku tak enak badan, nanti aku akan kalah darimu" ucapku sambil memalingkan wajah
"ahahaha, baiklah, jika begitu cepat kau duluan masuk, aku akan pergi ke ruang guru sebentar" ucap Shino lalu kami pergi dengan arah jalan yang berbeda
setelah beberapa saat berjalan di lorong sekolah, aku mendengar ada keributan di depan kelasku, aku segera berlari menghampiri untuk melihat apa yang terjadi
"Mia!" teriakku saat melihat Mia dengan darah mengalir di lututnya
"Mayu, jauhi aku okay, aku tak mau berteman dengan orang yang merebut kekasih orang lain" ucap Mia sambil merintis kesakitan
"apa yang kau bicarakan? katakan padaku? mengapa ini bisa terjadi? siapa pelakunya? akan aku beri dia pelajaran? dan siapa yang berkata aku adalah perebut kekasih orang?" tanyaku bertubi tubi namun tak dijawab satupun oleh Mia
__ADS_1
"ohhohoho, aku tau sekarang, penyebaran fitnah, melukai orang tak bersalah, aku tau siapa yang menabur gosip dan menabur duri diantara aku dan Mia, Yuri? apa kau tau siapa pelakunya?" tanyaku sambil menyeringai
"cih, kau adalah penghalang bagiku untuk bersama Shino sensei, sebaiknya kau mati" ucap Yuri lalu memukul kepalaku menggunakan sebuah tongkat kayu kecil yang membuat penglihatanku menjadi buram, kepala terasa pusing, dan kepalaku mengeluarkan darah. penglihatan yang buram membuatku tak dapat melihat orang sekeliling dengan jelas, hingga terdengar suara Shino yang khawatir, aku merasa lega karena dia datang padaku, hingga aku tergeletak pingsan