guru baru itu suamiku

guru baru itu suamiku
tanpa mengotori tanganmu


__ADS_3

"jika aku tidak belajar mungkin kau akan direbut oleh pelacuran seperti orang yang satu kelas denganku!" sahutku sambil berteriak


yang sering baca pasti tau, ye kan!!!


"ah!! baik lah! aku ingin tidur denganmu! kau hanya perlu memelukku, itu cukup!" ucap Shino yang kini sudah berada di atas tangga, melihatku yang kini mulai memakan kue coklat yang aku buat


"mandi sana! kau bau! aku jadi tidak berselera makan" ucapku ketus


"istriku kenapa? kenapa sekarang selalu marah marah! apa aku selalu salah dimatanya" ucap Shino lalu duduk di tangga, dan melipat kedua kakinya dan memeluk kakinya yang terlipat


"aku juga tidak tau! mungkin bawaan bayi" ucapku jahil


"bayi siapa? aku tidak tau itu, mungkin kau akan mendua" ucap Shino lalu membenamkan wajah di kedua lututnya


"jika kau mengatakannya lagi kau akan aku bunuh" ucapku lalu menyimpan kue coklat dalam lemari es, dan menghampiri Shino


"hei!" ucapku sambil mengelus kepalanya Shino melihatku dengan matanya yang sayu


"aku tidak mendua! aku hanya sedang kurang enak badan sejak tadi pagi! dan tadi karena kau bercanda! aku semakin memburuk, aku tak tau kenapa! tapi setelah itu, aku ingat, ini adalah waktunya tamu bulananku datang" jelasku sedang mata yang aku buat terlihat seperti mata Shino, sayu


"benarkah? aku akan bersama denganmu!" ucap Shino lalu memelukku


"tentu saja! kau hanya milikku, dan aku hanya milikmu, jika kau mendua aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri" ucapku sambil tersenyum


"aku tau itu! i love you" bisik Shino


"Love you too" ucapku lalu membalas pelukan Shino

__ADS_1


"mandi bersama?" tanya Shino


"tidak Shino! aku...aku ingin makan coklat dulu, kau mandi duluan" ucapku lalu segera berlari kecil menuju lemari es dan kembali mengeluarkan kue coklat


"kau tak menyayangiku! lihat! aku akan bunuh diriku, tanpa mengotori tanganmu" ucap Shino lalu beranjak menuju kamar, karena dikamar ada balkon untuk bersantai saat tak ada hal yang perlu dilakukan


"Shino! tidak! jangan! aku mohon" ucapku lalu berlari menuju kamar karena takut Shino melakukan hal aneh dan membahayakan dirinya


"Shino! aku mohon! jangan seperti ini" ucapku sambil membuka pintu


"SHINO TIDAK!!!" teriakku saat melihat Shino sudah bersiap untuk terjun bebas


"Zura! I love You" ucap Shino sambil tersenyum dengan wajah yang dipenuhi air mata


"TIDAK SHINO AKU MOHON" ucapku sambil menangis


"baik, turunlah! aku takut kau jatuh" ucapku sambil berjalan menuju ke arah Shino


"aku...aku tidak bisa turun" rengek Shino


"kenapa bisa? tadi kau naik bisa sekarang tidak" ucapku


"lompatlah ke arahku, tapi aku tak yakin dapat menangkapmu" ucapku sambil terkekeh


"baiklah! kau tak apa kan?" tanya Shino


"cepatlah" ucapku lalu mulai merentangkan kedua tanganku

__ADS_1


"1 2 3" ucapku dan Shino bebarengan


BRUGHH


"OH shitt! sakit" ucapku karena Shino jatuh tepat di atasku


"kau, kau sakit karena aku, aku memang tidak berguna, seharusnya aku tidak melompat kearahmu, melainkan ke arah jalan" ucap Shino sambil menangis


"tidak! aku tidak apa, bagaimana dengamu?" ucapku


"aku baik! jika begitu kita masuk, ku akan mengobati lukamu" ucap Shino


"aku tidak terluka, kita masuk" ucapku


kami masuk ke dalam kamar, tak lupa mengunci pintu


"Shino! aku tidak ingin kau seperti ini" ucapku lalu duduk di samping Shino


"aku...aku hanya...hanya tak ingin kehilanganmu" ucap Shino sesenggukan


"aku tidak akan melakukan itu, kecuali maut yang memisahkan kita" ucapku lalu mencium bibir Shino, untuk yang kedua kalinya aku berinisiatif terdahulu


"kau..kau mau melakukannya sekarang?" tanya Shino


"kita hanya seperti ini untuk sementara, karena aku takut jika kita akan terkena penyakit karena bakteri yang aku keluarkan, kamu harus bisa menahannya, sayang" ucapku lalu kembali mencium bibir Shino dengan lembut, dibalas dengan Senyuman Shino sebelum bibir kami menjadi 1


satu kalimat untukmu, Shino. I REALLY REALLY LOVE YOU💕

__ADS_1


__ADS_2