
"shino! ini sudah pagi! kita bisa terlambat jika kau bangun siang! ingat ayah! dia memanggil kita untuk urusan, mungkin itu penting" ucapku pada Shino yang masih nyaman dengan king size milik kami
"ayolah sayang! aku akan menciummu jika kau bangun dan bersiap" bisikku
"ah...aku malas, sedang tidak enak badan! besok saja yaa" ucap Shino
"kau semakin hari semakin cuek padaku, apa kau punya simpanan? katakan padaku!?" Tanyaku
"tidak! kau salah! aku tidak memiliki simpanan! aku hanya ingin kau lebih perhatian padaku" ucap Shino yang langsung terbangun
"kau tidak pernah menurutiku lagi!" ucapku sambil menangis
"tidak! kumohon jangan menangis! aku...aku akan melakukan apapun untukmu" ucap Shino
"aku...sekarang aku ingin mangga!" ucapku masih menangis
"mangga? ini masih pagi, nanti saja saat kita akan pulang ke rumah ayah" ucap Shino
"aku ingin sekarang" rengekku
"aish!! ya sudah! aku bersiap dulu!" ucap Shino sambil beranjak pergi ke kamar mandi
"eh! aku ingat di rumah ayah banyak pohon mangga, apa aku harus memanjatnya untukmu?" tanya Shino yang terhenti di depan kamar mandi
__ADS_1
"iya" sahutku lalu duduk di kasurku
"baiklah! kau segera bersiap! aku tak akan lama" ucap Shino lalu masuk ke kamar mandi dan
setelah beberapa saat, Shino kembali hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian kejantanannya
"aku sudah siapkan pakaianmu! cepatlah! bayinya akan marah jika kau lama" ucapku
"bayi? kau hamil? benarkah? kurasa aku belum pernah menanam benih diperutmu, anak siapa itu?" tanya Shino bertubi tubi
"huft...kau pikir aku dapat hamil? tentu saja belum, aku hanya ingin makan buah mangga! bukan berarti bayi yang ada di perut meminta buah mangga! kau ini, kau saja belum menanam, bagaimana mungkin aku akan hamil" ucapku lalu terkekeh
"kau membuatku takut saja" ucap Shino
"cantik! sangat cantik" ucap Shino lalu mengenakan pakaiannya
"celananya kau pakai di kamar mandi" ucapku saat melihat Shino sudah siap melepaskan handuknya
"kau akan melihatnya nanti! siapkan dirimu, 10 rende setiap malam" ucap Shino sambil terkekeh
"kau ini! ya sudah! aku akan ke bawah" ucapku lalu menuju ruang tv.
*****
__ADS_1
"aku sudah siap! bagaimana?" tanya Shino
"perfect" ucapku
"bagaimana kau tau jika kau bahkan tak melihat ke arahku?" tanya Shino kesal
"karena aku tau jika kau itu tampan" ucapku lalu melihat ke arah Shino
"terima kasih, mari berangkat" ucap Shino lalu menggandengku keluar dari rumah. tak lupa aku mengunci pintu.
perjalanan yang lumayan panjang mengharuskan aku untuk membawa camilan untuk di perjalanan, mau tak mau kami harus berhenti si supermarket terlebih dahulu
"Shino! kemari! kau harus memilih kesukaanmu, aku akan mengikutimu" ucapku saat Shino tengah melihat sebuah kue coklat yang dibingkis dengan cantik. ia bahkan mengabaikan aku, apa aku kalah cantik dari kue itu?
"kau menginginkannya? kita ambil, aku akan memilih kue yang lain untuk ayah dan ibu" ucapku melihat kesekeliling mencari rak kue coklat yang ingin aku beli. hingga aku dibuat takjub karena aku menemukannya.
"permisi, kami ingin yang ini, dan yang itu" ucapku sambil menunjuk kue yang dipilih Shino dan yang aku lihat
"mata anda sangat hebat dalam memilih yang elegan" ucap pelayan toko itu
"tentu saja! istriku memang paling hebat, bahkan membuatku jatuh cinta padanya, hingga aku memohon untuk dijodohkan dengannya" ucap Shino sambil tersenyum
"tuan memang hebat, mendapatkan istri secantik dan sebaik nona" ucap pelayan itu lalu mengambil kue yang aku inginkan
__ADS_1