
"jadi ini kelakuan anak dari tokoh besar disini? kau sungguh sombong, bahkan Tuhan tak sombong sepertimu, meskipun ia menciptakan makhluk kecil seperti kita, mencipatakan langit dan bumi, mengubah takdir hidup seseorang" ucap orang yang berada di belakang Yuri yang tak lain adalah Shino
"sen..sei" ucap Yuri terbata saat Shino melewatinya dan menghampiriku yang belum bangun dari pasir putih itu
"kau pergi dari sini, atau saya perlu memanggil AYAH DARI ANANDA YURI SI TOKOH BESAR DISINI untuk menjemput?" ucap Shino dengan tatapan dingin lalu menghampiriku
"sen..sei.. itu bukan seperti yang kau kira" ucap Yuri gugup
"Shino, kakiku terbentur ini saat terjatuh" ucap ku sambil menunjuk pada ujung tempat santai
"benarkah? astaga!! kenapa tak menjaga dirimu sendiri? kau ini" ucap Shino saat melihat bercak darah di tanganku dan di kakiku dengan pipi yang sudah dibasahi air mata
"maafkan aku" ucapku sambil menunduk
"kita akan ke penginapan dulu, biarkan paman yang mengurus study tour ini" ucap Shino lalu menggendongku dan berjalan meninggalkan Yuri yang terdiam
"jangan menggendongku, disini sangat ramai, kita hanya akan menjadi bahan perhatian semua orang" ucap Shino
"diam! aku marah padamu karena tak dapat melawannya" ucap Shino masih menangis
__ADS_1
"ya baiklah, jangan menangis, aku yang terluka bukan kau" ucapku lalu menghapus air mata dan mengecup pipi Shino
"ku mohon!! turunkan aku, kau bisa memapahku nanti" ucapku dengan lembut
"hmm" ucap Shino lalu menurunkan aku
"tunggu disini, aku akan mengambil sepeda agar kau tidak kelelahan saat berjalan ke penginapan
"hmm" sahutku sambil tersenyum
"dasar gadis j*l*ng!! kau merebut perhatian Sensei dariku, kau lihat apa yang akan aku lakukan pada keluarga miskin mu" ucap Yuri sambil mendorongku saat Shino tidak ada
"aish, kau bilang ayahmu adalah orang besar disini, harusnya kau menjaga sikapmu, jika terlihat oleh paparaji kau akan menjadi bahan perbincangan seluruh orang dan membuat jabatan ayahmu diturunkan" ucapku lalu berdiri hendak pergi meninggalkan Yuri
"ah!!" teriakku ku kira aku akan kembali terluka tapi Shino menahanku
"kau tak apa?" tanya Shino saat melepaskan aku
"aku tak apa sensei" ucap Yuri sambil tersenyum
__ADS_1
"aku bertanya" ucap Shino
"iya, aku benar benar tak apa" ucap Yuri yang membuatku tertawa
"aku tak bertanya padamu, aku bertanya pada kekasih hatiku" ucap Shino dengan jelas dan dingin
"ah...Shino terima kasih telah menyelamatkan aku, jika kau tak datang mungkin aku sudah menjadi bahan tertawaan semua orang" ucapku dengan mata berkaca kaca
"kau!" ucap Shino dengan lantang hingga membuatku dan Yuri terkejut
"ah" Yuri terkejut karena ia ditunjuk oleh Shino
"telpon ayahmu kemari, saya ada urusan" ucap Shino tegas
"Shino, ayahnya ada disini" ucapku sambil menunjukan pada seorang pria tua
"ah, terima kasih" ucap Shino lalu menyuruh seseorang untuk menghampirinya dan menyuruhnya untuk menghampiri kami
"hormat yang mulia pengeran" ucap seorang pria tua sambil membungkuk hormat pada Shino yang tak lain adalah ayah dari Yuri
__ADS_1
"hormat yang mulia putri" ucapnya sambil membungkuk hormat padaku
"pangeran? putri? apa ini semua? ayah jelaskan padaku, aku tak mengerti" ucap Yuri tak paham