
aku terkejut saat ada orang yang memeluknya dari belakang, saat aku melihatnya ternyata itu Shino. ia memang selalu seperti itu saat di rumah, selalu bersikap manja, tapi dia adalah seorang pekerja keras. aku selalu membuatnya takut, padahal yang sebenarnya takut itu adalah aku, takut kehilangan cinta dan kasih sayang darinya.
"hei, apa yang kau lakukan?!" tanyaku pada Shino
"apakah kau tak melihatnya, suami mu sedang memelukmu dengan hangatnya, apakah kau tak mau membalasnya?" ucap Shino.
"pergilah menjauh, aku tak mau kau terluka karena wajan panas ini" ucapku memperingatkan sambil sedikit mendorong tubuh Shino.
"kau sangat peduli padaku, aku sangat berterima kasih, jangan lupakan satu hal ini, masaklah dengan cinta agar rasanya lezat" ucap Shino
"ya baiklah! sekarang sepat menjauh, tau kau akan terkena minyak yang panas" ucapku.
Shino pun menjauh dari tempatku memasak makanan untuknya. aku teringat akan satu hal, *tadi di sekolah ia menjadi wali kelasku, apakah ini hanya kebetulan*?pikirku.
"Shino, aku mau bertanya" ucapku pada Shino sambil menyiapkan santapan hari ini
"mau bertanya apa?" sahut Shino setelah duduk di kursi meja makan.
"apakah kau sudah tau jika kau bekerja di tempat aku bersekolah dan kau yang akan menjadi wali kelasku?" tanyaku
"sebenarnya aku tak tau, karena aku lupa saat terakhir kali aku mengantarmu ke sekolah, dan saat aku tau itu disaat aku mengabsen, aku mengenal salah satu nama diantara semua siswa itu, dan saat aku lihat wajahnya ternyata benar, itu manamu" jelasnya
"APA?" teriakku
"hmm?" respon Shino tak mengerti
"jadi kau tak tau dimana sekolahku?, ya ampun apakah kau sudah lupa? ternyata kau sudah tua ya?" cerocosku
"maafkan aku, aku lupa, karena sudah lama aku tak mengantarmu pergi ke sekolah, kan kemarin juga sudah berlibur, dan tak keluar rumah" ucap Shino
"ayolah sayang, aku masih muda dan kau pun begitu, aku tak ingat, karena sudah lama sekali, kumohon maafkan aku" ucapnya sambil menundukan kepala
"penyakitmu kambuh lagi, ya sudah, sekarang habiskan makananmu, setelah itu bersihkan badanmu, kau sangat bau" ucapku lalu duduk di sebelah Shino, memperhatikan suamiku yang sangat manis
"penyakit?" tanya Shino polos
" tidak, cepat habiskan" ucapku
__ADS_1
"tolong suapi aku, tanganku sangat pegal" ucap Shino manja
"kau sudah besar, jangan seperti itu" ucapku lalu beranjak pergi meninggalkan Shino yang masih memakan makanannya
"kau mau kemana?" tanya Shino
" aku mau ke kamar, makanlah semaumu, sisakan sedikit untukku, aku sedang diet, aku tak perlu makanan yang banyak agar memiliki berat badan yang ideal" ucapku
"Shino, setiap kali aku berteriak mengapa kau...."ucapku saat berada dianak tangga, aku hanya tak ingin merindukan kata maaf darinya
"kau?" tanya Shino penasaran
"tidak, aku duluan" ucapku lalu pergi
"hei, tinggikan dulu badanmu, lalu berat badanmu" ucap Shino
aku mendengar semua yang dia ucapkan
"bagaimanapun aku ini adalah istrimu, tak bisakah kau membuatku tersenyum?" cerocosku
"maafkan aku" ucapnya lalu aku meninggalkannya
aku tertidur dengan pulas, hingga tak sadar sekarang sudah malam. aku merasa sedikit kesulitan saat akan bangun, aku juga merasa sedikit berat pada bagian lenganku. aku melihat ke sekeliling, dan rupanya itu Shino. ia tidur sangat nyenyak, hingga aku tak tega membangunkannya
*sungguh sial, aku lupa membersihkan badanku, dan lebih sialnya Shino pasti tak membereskan tempat makan, sebaiknya aku membereskan tempat makan lebih dulu*. pikirku
saat menuruni tangga, aku masih dalam keadaan mengantuk, tapi saat telah tiba di depan tempat makan, rupanya......
semua sudah rapi, apakah Shino yang membereskannya? tak apa lah sebaiknya aku cepat mandi. badanku penuh keringat, hiuuuh sungguh menjijikan. pikirku
aku segera mandi, hingga beberapa saat Shino memanggilku
__ADS_1
"ZURA, KAU DIMANA?" Teriak Shino
"AKU SEDANG MANDI, TUNGGU SEBENTAR" sahutku. aku menyelesaikan kegiatanku dengan singkat, terkadang Shino selalu membuatku khawatir, dan membuatku berfikir ada urusan yang sangat penting.
singkat cerita〰️
"ada apa, mengapa kau teriak?" tanyaku
"tidak ada, aku hanya takut kehilanganmu, tubuhmu yang pendek dan kecil, dapat membuat orang berfikir jika kau masih anak anak" ucapnya lalu tertawa
"ya Tuhan, sadarkan Shino yang bodoh ini, agar dia tau, bahwa orang yang bertubuh pendek dan kecil ini terlihat begitu menggemaskan" ucapku sambil melihat ke atas.
"baiklah, aku mengalah, aku hanya terkejut saat tak melihatmu tadi, jadi aku berteriak untuk memastikan bahwa dirimu ada di rumah, dan lagi jangan menyebutku bodoh, aku ini sangat pandai" ucapnya
"ya mungkin aku tak menyebutmu bodoh saat kiamat nanti" ucapku lalu tertawa
"oh iya Shino, apakah kau yang membereskan tempat makan?" tanyaku
"tentu saja, aku sangat baik padamu, tak membangunkanmu untuk membereskan tempat makanku tadi, lagipula kau terlihat pulas tadi, aku tak tega membangunkanmu" jelasnya
"terima kasih Shino, itu sangat membantuku" ucapku
"ini sudah malam, cepat tidur!" kataku lalu berbaring di kasur.
"tapi...."ucapnya
" tapi apa?" tanyaku
"aku belum mendapatkannya" ucapnya
"mendapatkannya?"
" baiklah, jika kau kemari kau akan mendapatkannya" ucapku
Shino lalu menghampiriku dan dia langsung mendapatkan apa yang ia mau. ia duduk dihadapanku lalu membalas kecupan di keningku.
"good sleep dear" ucap shino
__ADS_1
"good sleep to dear" sahutku
kami tertidur dengan pulas〰️