guru baru itu suamiku

guru baru itu suamiku
ayah


__ADS_3

"selamat siang ayah!" sapa Shino saat kami telah tiba di rumah ayah mertua ku, Mitshuya.


"siang anakku! kemari! aku akan berbicara padamu, bagaimana kabar kalian?" tanya ayah


"kami baik ayah! bagaimana kabar anda?" tanya Shino


"ayah baik, sebelumnya ayah ingin meminta sesuatu dari kalian! ayah fikir ini waktu yang tepat bagi kalian, karena kalian sudah tidak muda lagi! ayah minta cucu dari kalian, berhubung ini kemauan kalian untuk menikah saat masuk SMA" ucap ayah


"cucu? kami akan buatkan untuk ayah, tapi mungkin setelah Kami sudah 1 tahun kuliah" jawab Shino, aku hanya diam karena aku tau jika ayah kurang suka padaku


"tapi sepertinya aku tidak akan kuliah Shino, aku lebih memilih untuk memiliki bayi, agar ayah bahagia" ucapku sambil menundukkan kepala


"Shino! istrimu sungguh baik! kenapa sampai sekarang ayah masih buta jika Zura itu wanita yang baik! jika begitu, Ayah akan mengurus surat wasiat untuk kalian, karena kalian adalah satu satunya yang ayah miliki" ucap Ayah


"ayah! kenapa berbicara begitu?" tanyaku terkejut dengan yang diucapkan ayah


"karena ayah tidak ingin terlambat menyadari betapa pentingnya kalian, daripada hubungan bisnis dengan seseorang yang menjual anaknya sendiri" ucap ayah


"maksud ayah? selama ini ayah mencari seorang gadis untuk menikah denganku?" tanya Shino emosi

__ADS_1


"tenanglah Shino! aku tau pasti ayah begitu karena aku hanya anak dari seorang pengusaha yang tidak besar seperti ayah, aku tau itu, aku tak apa, aku memakluminya! tapi aku tidak akan pernah melepaskanmu jika ayahku diberi uang agar aku mau meninggalkanmu" ucap ku


"maafkan ayah! selama ini ayah sudah menjadi ayah yang buruk bagimu, dan sekarang! ayah sudah merestui hubungan kalian, kalian ingin kuliah? silahkan! tapi ayah hanya ingin minta cucu untuk ayah gendong sebelum ayah tutup usia" ucap ayah


"ayah jangan berbicara seperti itu! kami akan mencobanya! ayah tidak perlu khawatir, kami akan memilik anak secepatnya" ucap Shino bertekad


"jangan terlalu kasar! jika tidak Zura akan kesakitan" ucap ayah yang membuatku malu


"ayah!" ucapku malu


"hahaha menantuku sangat pemalu" ucap ayah sambil tertawa! jujur! baru kali ini aku melihat ayah tertawa dengan tulus


"tentu saja! ambil sebanyak yang kamu mau, ada di halaman belakang" ucap ayah sambil tersenyum


"terima kasih ayah! Shino ayo ambilkan buah mangga untukku" ucapku lalu menarik tangan Shino, entah kenapa rasanya seperti ada sesuatu yang membuatku bahagia


"baiklah baiklah! kami ke belakang dahulu" ucap Shino lalu berjalan menuju halaman belakang


******

__ADS_1


"cepat naik, jika tidak aku akan menangis" ucapku


"tunggu sebenatar" ucap Shino lalu melepas sepatunya


"hati hati" ucapku saat Shino sudah mulai naik ke atas pohon


"doakan saja" ucap Shino tanpa menoleh


"kau ini" ucapku


"yang mentah kah? aku takut jika itu permintaan bayi yang belum aku buahi" ucap Shino sambil tertawa


"aku tidak tau! ambilkan saja yang mentah dan yang matang!" ucapku


"siap nyonya Shino! aku akan mengambilkannya untuk anda" ucap Shino


"semangat sayang! i love you" teriakku memberi semangat pada suamiku


"sekali lagi" pinta Shino

__ADS_1


"cepat! jika tidak akan aku kasih hukuman nanti malam" ucapku


__ADS_2