
"Shino cepat! aku sudah tidak sabar untuk memakannya!" teriakku karena perutku sudah terlalu kenyang dibuat menunggu oleh Shino di atas pohon
"sebentar sayang! disini sulit untuk menggapainya" balas Shino
ish! istrimu sedang ingin makan buah mangga, kenapa lama sekali! ingin sekali kah ditunggu? menunggu itu membosankan! apalagi gak ada kepastian pasti sakit. gumamku sambil cemberut
"aku marah padamu!" gerutuku sambil melipat tangan di dada
"tunggu sayang! disini banyak semut! jika ada yang masuk bisa bahaya! aku akan jatuh nanti" ucap Shino
"bodo amat lah! kau pun tak peduli padaku!" ucapku ketus lalu beranjak pergi, tiba tiba terjadi sesuatu dibelakangku
BRUKK
"SHINO!!" Teriakku saat melihat ke belakang dan melihat Shino yang terkapar
"aduh!! sakit!" rintih Shino sambil memegangi bokongnya
"Shino! kau tak apa?" tanya ayah, yang baru tiba setelah beberapa saat Shino terjatuh sambil membangunkan Shino yang masih terbaring di atas rumput
"Shino! kau tak apa?" tanyaku lalu menghampiri Shino
"pergi! kau tak peduli padaku! untuk apa kau menanyakan itu?" bentak Shino
Shino marah padaku. batinku
"Shino kita ke dalam dulu! kau harus istirahat!" ucap Ayah lalu memapah Shino masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Shino! kau tak apa?" tanyaku lagi setelah ayah pergi dan menutup pintu
"apa?" tanya Shino dingin
"kumohon jangan seperti ini" ucapku dengan mata berkaca kaca
"bagaimana, seperti apa?" tanya Shino dengan dinginnya
"jangan bersikap dingin padaku! aku mohon!" ucapku yang kini sudah menangis
"aku tidak peduli!" ucap Shino dingin
"jika kau tidak peduli! baik! lihat apa yang akan aku lakukan!" ucapku lalu keluar kamar dan menutup pintunya dengan keras hingga terdengar keseluruh ruangan
"ada apa Zura? kenapa menangis?" tanya ayah sambil mengelus punggungku
jika Shino tidak datang! dia sudah tak peduli padaku! lalu untuk apa aku terus bertahan hidup? gumamku
5 menit kemudian, Shino benar benar tidak datang menghampiriku. ia sudah tidak peduli padaku.
"ayah aku akan pulang! aku teringat ada hal yang belum aku selesaikan" pamitku lalu meninggalkan ayah tanpa menunggu jawaban darinya
"tunggu Zura! kamu kenapa?" tanya ayah
aku terhenti
"aku baik baik saja, ayah tidak perlu khawatir" ucapku tanpa menoleh
__ADS_1
"tanganmu!" ucap ayah lalu ia menyentuh lembut tanganku
"kau menggoreskan silet pada pergelangan tanganmu?" tanya ayah
"tadi aku terjatuh di halaman belakang! aku permisi" ucapku lalu pergi meninggalkab rumah ayah mertuaku,
ya! aku menggores silet di tanganku! sebagai tanda jika Shino tak peduli padaku!.
"aku pulang!" ucapku setiba di depan rumah
"hais! aku lupa aku pulang sendiri, bagaimana keadaan Shino sekarang?" gerutuku
"baiklah! lebih baik aku membuat makanan daripada memikirkannya, dia saja tidak peduli padaku!" ucapku lalu segera menuju dapur setelah mengunci pintu rumah
"semua bahan sudah siap! tapi kenapa pikiranku tetap pada Shino! astaga!!! aku bodoh! jangan ungkit soal dia lagi!" ucap ku lalu membuat kue kesukaannya, kue coklat.
**nah lho!! siapa yang tau Shino kenapa, kok berubah jadi dingin? cuek? gak peduli sama Mayu?
"Author, Shino kenapa?" Zura
"jangan jangan Shino selingkuhin kamu lagi? hati hati lho! bisa jadi" aku
"bisa jadi tuh! awas aja kalo sampe beneran selingkuh! aku kubur dia hidup hidup!" Zura
"mana perih lagi nih tangan, tapi Shino tetep gak peduli!" Zura
"lah siapa suruh gores tangan?" aku ketawa
__ADS_1
"ish authornya jahad kayak Shino!" zura marah nih guys**