
"wah cantik sekali, bunga ini terlihat sangat segar dan warnanya sangat indah" ucapku sambil menghirup udara
"tentu saja, apa kah kau menyukai ini?" tanya Shino sambil menunjuk pada red rose yang sudah mekar
"hmm" ucapku lalu Shino memetik beberapa tangkai bunga mawar merah itu.
"untukmu" ucap Shino lalu memberikan bunga itu padaku.
"terima kasih, kau sangat baik padaku" ucapku sambil menerima bunga itu
"kau sangat menyukainya?" tanya Shino
"tentu saja, bunga ini sangat cantik, kau tak mengetahui apa yang wanita sukai" ucapku sambil melepas kelopak bunga bunga satu persatu dan membuatnya berhamburan di udara
"maafkan aku" ucap Shino
"tak apa, sekarang kau mengetahuinya kan?" tanyaku tanpa mengalihkan pandangan dari bunga
"kau sangat menyukainya, ikut denganku" ucap Shino sambil menarik tanganku
"kita kemana?" tanyaku sambil terus berjalan
"kau akan tau nanti" ucap Shino sambil terus berjalan
"Shino?" tanyaku terkejut karena melihat begitu banyak bunga mawar merah.
"kau menyukainya?" tanya Shino
__ADS_1
"tentu saja" ucapku sambil menangis
"eh? sepertinya kau tak menyukainya, sebaiknya aku buang semua bunga ini" ucap Shino sambil mengambil sebuah buket bunga
"jika kau membuangnya aku akan membunuhmu" ucapku sambil menghapus air mata dan merebut buket bunga itu dari Shino
"tertawalah, aku sangat bahagia jika kau tersenyum, dan jika kau menangis maka aku merasa diriku kurang pantas untuk membuatmu bahagia" ucap Shino sambil merangkulku
"baiklah, aku tidak akan menangis lagi, jika kau setiap hari membawakan aku buket bunga mawar" ucapku sambil tersenyum
"baiklah, sekarang kau harus membayarku untuk ini" ucap Shino
"eh? kau sungguh perhitungan padaku" ucapku
"karena ciuman pagi kau tak memberinya tadi" ucap Shino sambil mendekatkan wajahnya padaku
"kau ingin ciuman pagi?" tanyaku
"ini sudah siang, mungkin besok saja" ucapku sambil tertawa
"ya sudah, aku ingin Ciuman siang" ucap Shino
"tak ada ciuman siang sayang, kau harus belajar padaku kapan waktu yang tepat untuk ciuman dilakukan" ucapku sambil tertawa dan duduk di sebuah kursi
"baiklah, aku akan belajar padamu, karena aku akan belajar padamu maka aku harus mempraktekkannya sekarang" ucap Shino lalu mengecup keningku dengan lembut
"kau!" ucapku sambil memukul Shino pelan
__ADS_1
"ya? apakah aku salah?" tanya Shino
"tentu saja, kenapa kau melakukan itu padaku?" tanyaku
"kau tadi berkata harus belajar padamu, ciuman itu tanpa teori sayang, kau harus belajar dariku apa itu ciuman yang sempurna" ucap Shino membanggakan diri yang membuatnya terlihat sangat imut
"baiklah sekarang aku akan belajar padamu" ucapku lalu membalas ciuman tadi
"kau sangat nakal ya" ucap Shino sambil menyandarkan kepalanya pada pundakku
"oh iya Shino, kenapa kau melakukan semua ini?" tanyaku lalu menyandarkan kepalaku pada kepala Shino
"ini hadiah annyversary kita, kita melewatkannya kemarin" ucap Shino sambil memainkan rambutku
"maafkan aku" ucapku sambil menunduk dan kemudian air mataku jatuh
"sudah ku bilang, jangan menangis, kau hanya akan membuatku sedih, lagi pula kau adalah istriku, aku harus membuatmu bahagia" ucap Shino sambil menghapus air mataku
"kau sungguh membuatku mati karena cintamu" ucapku lalu memeluk Shino dengan erat seakan enggan untuk melepaskannya
"aku sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku" ucap Shino sambil membalas pelukanku
"hmmm" sahutku
"kau ingin bunga ini?" tanya Shino yang aku balas dengan anggukan
"kita akan membawanya pulang" ucap Shino
__ADS_1
"tapi sekarang aku ingin coklat, apa kau akan membelikannya untukku?" tanyaku dengan mata yang berbinar layaknya seorang penggemar yang bertemu idolanya
"sekarang kita akan membelinya" ucap Shino lalu bangkit dan kami pergi ke toko untuk membeli coklat