
"akhirnya nyampe rumah juga ya" gumamku saat melihat isi rumah yang masih tertata rapi
"iya ya, aku pengen kita liburan lagi" ucap Shino sambil merangkulku
"gak ah, nanti kamu malah macem macem sama perempuan lain" ucapku kesal karena teringat Yuri yang selalu saja mepet untuk dekat dengan Shino
"enggak dong sayang, kan kamu itu yang paling ter the best buat aku" ucap Shino lalu meninggalkanku setelah mendaratkan kecupan di pipi ku
andai kamu tau, aku itu pengen banget kayak kamu, kamu yang selalu ada buat aku, tapi aku gak tau, aku mulai gak enak badan setelah mimpi buruk kemarin itu, jika seandainya aku tiada, aku mohon padamu untuk tetap melanjutkan hidup, hidup yang bahagia walau tanpa diriku. gumamku raut wajahku kini menjadi pilu, teringat jika mimpi itu akan menjadi kenyataan dan aku yang mulai tak sadarkan diri untuk selamanya.
"sayang aku laper!" teriak Shino dari dalam kamar
"sebentar, aku bikinin kamu makanan dulu, gak lama kok" sahutku lalu segera pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk Shino
10 menit kemudian
"Shino! makanan sudah siap" ucapku sambil menyiapkan makanan dalam piring, makanan kesukaan Shino
namun tak ada respon dari Shino yang membuatku khawatir
"Shino!" panggilku lalu menuju kamar
__ADS_1
"Shino kamu lagi mandi?" tanyaku seraya membuka pintu kamar
"Shin...." ucapku lalu terhenti karena melihat Shino sedang tertidur lelap di atas ranjang
"dasar!" pekik ku lalu aku turun ke bawah untuk menutup makanan yang tadi aku buat
sayang jika di buang. batinku
******
"Shino, kau belum mandi?" tanyaku saat Shino tengah duduk di pinggir ranjang
"tidak! aku yakin kau berniat untuk....., sudah lah sana mandi, aku ingin makan, kau tadi tak makan karena tertidur" gerutuku lalu meninggalkan Shino yang tertawa kecil karena aku marah padanya
******
"Shino kau.." ucapanku terhenti saat melihat Shino sedang menelpon seseorang dengan wajah seriusnya
"baik" ucap Shino pada seseorang di sebrang sana, orang yang sedang bertelponan dengan Shino
"Shino?" panggilku seraya bertanya
__ADS_1
"kita akan pulang ke rumah kita, ayah memanggilku untuk suatu urusan nanti hari Rabu, kamu ikut bersamaku, ayah memanggilmu juga" ucap shino sambil tersenyum
"hmm, Shino, apa kau sudah mengurus tentang sandiwara kita?" ucapku
"iya, ayahnya Yuri juga sudah menutup mulutnya, Yuri berhak bahagia bersama dengan orang yang mencintainya, begitupula kita, kita yang saling mencintai" ucap Shino
"mari makan, kau tampak seperti tikus kelaparan" ucapku
"ehmmn, Keringkan dulu rambutku" ucap Shino sambil menyodorkan handuknya padaku
"nanti saja, kau nampak sexy dengan rambut yang basah" godaku lalu terkekeh
"benarkah?" tanya Shino sambil memegang rambutnya, berpose yang menurutnya sangat sexy
"iya, tanyakan saya pada reader yang kali ini sedang membaca, mereka pasti tau jika dirimu itu sangat tampan, meskipun tak setampan husbu milikku" ucapku sambil tertawa kecil
"berarti aku masih kalah?" tanya Shino sambil cemberut
"tentu saja, jika kau mau, aku akan membuatmu layaknya pangeran impianku, hanya sedikit polesan make up diwajahmu itu akan membuatmu seperti Yurio dari Yuri on ice, kau tau, meskipun ia seorang guy tapi aku sangat menyukainya" ucapku sambil membayangkan Yurio yang asli
"terserah padamu, yang penting kamu bahagia" ucap shino
__ADS_1