
"selamat malam Shino" ucapku sambil membawa cokelat itu
"selamat malam, apakah kau akan memakan cokelat itu sekarang?" tanya Shino
"tentu saja, ini akan meleleh jika dibiarkan, kau harus melihatnya" ucapku sambil menyodorkan cokelatnya pada Shino
"benarkah?" tanya Shino lalu melihat ke arah cokelat itu dan ekspresinya itu sangat menggemaskan
"siapa dia?" tanya Shino
"siapa? disini hanya ada kita" ucapku lalu memandangi cokelat itu
"Shizura? siapa dia?" tanya Shino marah
"Shizura? Ooo, itu adalah nama anak kita nanti" ucapku sambil tersenyum
"benarkah? lalu apa arti dari nama ini?" tanya Shino
"tidak ada arti yang bagus hanya saja itu adalah singkatan dari Shino dan Mayuzura, kita akan tetap menjadi satu, selamanya" ucapku sambil tersenyum lalu menghampiri Shino
__ADS_1
"apa kau menyukainya?" sambungku
"tentu saja! kita akan memiliki banyak anak nanti" ucap Shino sambil memelukku dipangkuannya
"aku bukan mesin pembuat anak Shino, aku hanya ingin memiliki satu atau dua anak saja, jika lebih aku tidak menginginkannya" ucapku sambil menyandarkan kepala pada dada bidangnya Shino
"kenapa?" tanya Shino
"karena kita akan kesulitan untuk mengurusnya, jika kita memiliki anak, kita akan memberikan kasih sayang penuh terhadapnya, dan jika memiliki dua anak kita tidak terlalu sepi di rumah" ucapku sambil tersenyum
"baiklah, kita akan memiliki dua anak saja, anak pertama kita beri nama Shizura anak kedua kita beri Shizuru, bagaimana?" tanya Shino
"tentu saja, kita akan membuat anak kembar nanti" ucap Shino lalu memakan cokelat itu dengan senyumannya yang tak pudar
"kau juga menyukai cokelat?" tanyaku sambil menyuapi Shino
"semua yang kau suka aku juga menyukainya" ucap Shino sambil tersenyum
"jika aku seorang fujoshi, kau akan tetap bersamaku?" tanyaku lalu memakan cokelat
__ADS_1
"tentu saja, asalkan jika bukan kau yang homo, aku akan terus menyayangi mencintaimu sepenuh hati" ucap Shino sambil mengecup keningku
"jika aku homo aku tak akan menikah denganmu bodoh" ucapku lalu memakan cokelat itu lagi
"Shino, cepat tidur, aku sangat mengantuk setelah makan cokelat itu, aku memakannya sangat banyak hingga perutku menjadi besar" ucapku sedih
"kau hanya memakan setengah potong dari milikku, itu tak akan membuatmu menjadi gendut, bahkan jika dikalikan dengan makan makananku itu hanyalah 1 dari 3 kali makananku untuk 1 kali makan, lihatlah, aku tidak menjadi gemuk" ucap Shino
"porsi makan seorang wanita dan pria itu berbeda Shino, kau harus mengerti" ucapku lalu pergi ke kamar setelah menyimpan sisa cokelat itu
"baiklah, aku akan tidur sekarang, tapi kau harus terus bersamaku" ucap Shino lalu menyusulku ke kamar
"aku akan terus bersama denganmu Shino, kau adalah segalanya bagiku" ucapku lalu berbaring di ranjang
"Zura? kau sudah tidur?" tanya Shino tak lama setelah aku mengenakan selimut hingga menutupi seluruh tubuhku
"hmm? aku belum sepenuhnya tidur, ada apa?" tanyaku
"aku sulit tidur akhir akhir ini, kau bisa membantuku untuk dapat tertidur tanpa ada rasa khawatir?" tanya Shino
__ADS_1
"tentu saja, kau harus berdoa sebelum tidur, dan kau seharusnya membayangkan sesuatu hal yang baik sebelumnya, agar tak menjadi kembang tidur yang akan membuatmu khawatir, sekarang kau kemari, aku akan menceritakan sebuah kisah yang akan membuatmu tertidur" ucapku lalu memeluk Shino dan mengingat apa yang harus aku ceritakan pada Shino