
"maafkan aku ya, aku tak akan mengulangnya lagi" ucapku
"hmm, aku akan terus mempercayaimu" ucap Shino lalu terdiam
"ada apa?" tanyaku bingung
"kau membuatku terangsang lagi" ucap Shino sambil melihat kebawah karena kakiku menempel padanya
"ah...maafkan aku" ucapku lalu beranjak
"tak apa" sahut Shino sambil tersenyum namun sesenggukannya belum menghilang
"apa kau cemburu?" tanyaku
"siapa yang cemburu?" tanya Shino sambil memalingkan wajahnya
"ahahahaha, lihatlah muka mu, kau tersipu malu" ucapku sambil tertawa saat melihat wajah Shino yang memerah
"ah......kau ini, beri aku ciuman" ucap Shino sambil mengembungkan sebelah pipinya
"hmm" sahutku lalu mengecup bibirnya
"terima kasih" ucap Shino sambil tersenyum
__ADS_1
"Shino sensi" panggil seorang wanita
"ada apa?" tanya Shino tanpa memalingkan wajahnya
"boleh aku temani?" tanya orang itu lalu aku terduduk dari tempat berbaringku
"mengapa kau kemari?" tanyaku
"memangnya ini tempat milikmu?" tanya wanita itu
"jika aku bilang aku akan membeli laut ini apa kau akan pergi dari bumi?" tanyaku sambil menyeringai hingga membuat wanita itu kesal
"mana ada yang mau menjual pantai ini untuk orang miskin sepertimu" ucap wanita itu dengan sombong dan kasar
"sayang, besok kita pergi ke pulau XX ya, kita pergi berbulan madu disana, bukankah aku bilang kau boleh menyentuhku setelah lulus" ucapku mengabaikan wanita sombong itu
"sayang, disini ada nyamuk, bagaimana kita ke tempat yang kau pesan untuk mengusir nyamuk itu?" tanyaku sambil melihat ke arah wanita itu lalu merangkak ke arah pangkuan Shino
"tunggu dulu, bukan kah kau ingin melihat sunset? kita lihat disana, jika kau mau kita akan menginap disini" ucap Shino sambil mengelus pipiku
"hmm, kau memang yang terbaik, kau adalah satu satunya dan orang pertama dan selamanya untukku" ucapku lalu menyandarkan kepalaku pada dada bidang Shino
"sayang, aku akan menghampiri paman dulu, kau tunggu disini sebentar" ucap Shino
__ADS_1
"bawakan aku cokelat ya" ucapku lalu bangkit dari atas tubuh Shino
"hmm" ucap Shino lalu mengecup bibirku tepat di depan mata wanita itu
"jangan terlalu lama" ucapku saat Shino meninggalkan aku dan wanita sombong itu
"tak diragukan bahwa kau memang seorang pel*cur ya, Mayu" ucapnya mengejekku
"apa yang kau maksud?" tanyaku kesal lalu bangkit dari tempat santaiku
"kau seorang j*l*ng kecil yang pandai menggoda" ucapnya
"hemph... jika aku seorang j*l*ng maka orang yang terus berusaha merebut suami orang itu disebut apa? bahkan gelar PELAC*R itu terlalu bagus untuk kau" ucapku sambil tersenyum dingin
"kau, kau....sungguh membuatku sangat marah!! aku akan melaporkannya pada ayahku" ucapnya
"hah? sudah sebesar ini masih mengadu pada ayah? sungguh kekanakan" ucapku meledek
"kau!" ucapnya lalu mendorongku hingga terjatuh dan tanganku terkena ujung tempat santaiku hingga membuat darah segar mengalir dari siku tanganku
"kau dapat mengadukannya kepada ayahmu, jika ia sanggup mengusikku maka keluargamu tamat" ucapku
"bahkan tuan putri dari inggris pun tak berani berkata seperti itu padaku, kau sungguh berani mengancamku seperti itu, kau tau siapa ayahku? dia adalah tokoh besar disini" ucapnya
__ADS_1
"Yuri!! kau ini terlalu sombong akan peringkat dan pangkat ayahmu, sekarang aku bisa saja berteriak memanggil Shino untuk melaporkan perbuatanmu padaku" ucapku lalu tersenyum pada orang dibelakang Yuri
"jika kau berani" ucap Yuri sambil tertawa