
"hei Mayu, kenapa kau datang terlambat? untung saja kau tidak dihukum" tanya Mia dengan nada cemas
"Sudah lah? aku sangat lelah, sekarang mending lihat saja Sensei sedang mengajar" ucapku
"haish, tumben sekali kau rajin dalam belajar?" ucap Mia sambil tertawa
"hush" ucapku lalu segera mengeluarkan buku dan belajar dengan serius.
bel istirahat pun berbunyi, aku segera mengeluarkan 2 kotak makan dan menghampiri Shino, sesaat sebelum sampai pada meja barisan depan, Yuri menghampiri Shino sambil membawa kotak makan, tak mau kalah aku pun menghampiri Shino sambil tersenyum
"Sensei" ucapku dan Yuri bebarengan
"ya?" tanya Shino dingin
"ah, sensei, karena tadi aku terlambat, mau kan kamu memakan makanan buatanku? mungkin ini tak seberapa, ini hanya untuk permintaan maafku karena terlambat" ucapku tak ragu
"sensei, aku membawakanmu makanan, apa kamu mau memakannya?" tanya Yuri sambil menatapku dengan sinis
"ah begini saja, nanti aku akan memakan makananmu" ucap Shino
"terima kasih sensei" ucap Yuri kegirangan
"ah, maksudnya lain kali aku memakan makananmu Yuri, sekarang aku akan memakan makanan dari Mayuzura" ucap Shino dingin
"ah, terima kasih sensei, kamu sangat baik padaku, lain kali kamu bisa memanggilku Zura" ucapku sambil tersenyum bangga
__ADS_1
"ya, seharusnya saya yang berterima kasih padamu, sudah membawakan aku makanan, terima kasih" ucap Shino sambil tersenyum
"ah, jika begitu selamat makan, aku kembali ke meja ku" ucapku lalu berbalik namun Shino menarik salah satu tangan ku
"temani aku makan disini" ucap Shino dengan tatapan dingin
"ah ta....ta...tapi... sensei, anu...., itu...." ucapku gugup
"Please" pinta Shino
"aiya,, baiklah kalau begitu" ucapku lalu mengambil kursi dan memindahkannya ke depan meja.
kami menjadi pusat perhatian, banyak yang melihat kami saat makan yang membuat selera makanku mejadi hilang.
"sensei, saya sudah selesai, jika sensei menginginkan kotak makan itu maka ambil saja." ucapku lalu beranjak pergi
"eh, kau sudah selesai? bagaimana bisa? apa kau benar benar makan?" tanya Shino
"nafsu makanku hilang karena ditonton banyak orang, mungkin lain kali aku tidak akan membawa makan untukmu lagi meskipun aku harus dihukum, dan juga porsi makan perempuan berbeda dengan laki laki" ucapku dingin
"ah benar juga, terima kasih untuk makanannya, ini adalah makanan favoritku, darimana kau tau?" tanya Shino
"ah benarkah? aku hanya membuatnya dengan asal, tak kusangka itu adalah makanan kesukaan sensei" ucapku
"ya, lain kali aku akan meminta istriku untuk membuatnya" ucap Shino sambil tersenyum
__ADS_1
"sensei, sekarang giliran pergantian jam pelajaran, apakah perlu aku bantu untuk menyimpan buku?" tanyaku sambil memasukkan kotak makan ke dalam tas
"jika begitu, aku minta bantuanmu" ucap Shino sambil membereskan kotak makan, lalu membereskan buku.
"sensei, biar aku saja yang menyimpan buku" ucap Yuri
"ah jika begitu tolong bantuannya" ucap Shino dingin.
kelas kami cukup jauh untuk ke ruang guru, hingga Yuri menghentikan keheningan
"sensei, apakah kau punya waktu sepulang sekolah?" tanya Yuri yang membuatku terkejut
"eh, memangnya ada apa?" tanyaku dengan sinis
"bukan urusanmu" sahut Yuri dingin
"hari ini, aku ada acara bersama keluarga, acara yang sangat istimewa" ucap Shino dengan senyuman yang masih terasa dingin
"apakah itu acara bersama istrimu sensei?" tanyaku
"ya, aku sangat menyayanginya, aku berharap kami segera memiliki bayi, untuk menjadi penerus keluarga kecil kami" ucap Shino dengan hangatnya
"eh bagaimana kamu tau?" tanya Shino
"aku hanya asal tebak sensei" ucapku lalu kami tertawa bersama, namun terlihat jelas wajah kesal dari Yuri yang membuatku tertawa terbahak bahak.
__ADS_1