Hati Tak Bernyawa

Hati Tak Bernyawa
PULANG BARENG


__ADS_3

Setelah pertandingan berakhir semua murid bubar meninggalkan lapangan basket karena jam olahraga sudah selesai, sebagian dari mereka ada yang pergi ke kelas ada juga yang pergi ke kantin.


Seperti yang dilakukan oleh tiga gadis cantik ini mereka lebih memilih pergi ke kantin karena merasa haus dan kelelahan, siapa lagi kalau bukan Jhika dan kedua sahabatnya.


"Aduh cape banget deh gue" celoteh Cindy Dengan wajah lesunya namun masih terlihat imut.


"Sama badan dedek juga pegel-pegel" ucap salsa yang wajahnya tak kalah lusuh dari Cindy.


"Aisss... alay lu pada, Mending buruan pesen dah, panggil noh Mang Ujang" Ucap Jhika yang tidak terlihat cape walaupun keringat membasahi pelipisnya dia masih terlihat cantik.


"Mang Ujang Jhika pesen bakso sama jus jeruk ya, baksonya yang pedes mang" lanjutnya sambil memanggil penjaga kantin.


"Siap neng, neng Salsa sama neng Cindy Mau apa?" Tanya mang Ujang dengan ramah .


"Kita samain aja mang sama punya Jhika" Ucap Cindy dengan tersenyum sopan.


"Baik neng, di tunggu ya neng-neng cantik" ucap mang Ujang sambil berjalan pergi.


Setelah menunggu beberapa menit kemudian mang Ujang datang kembali dengan membawa pesanan Jhika dan kedua sahabatnya.


"Ini pesanan neng-neng silahkan di nikmati" ucap mang Ujang dengan menyusun makan di meja.


"Makasih mang" jawab ketiganya bebarengan.


"Sama-sama Neng, saya permisi ya" ucap mang Ujang sambil berlalu pergi menjauh.


Mereka makan dengan asik tanpa mempedulikan orang-orang yang sedang memperhatikan mereka, ya mereka bertiga memang sering menjadi pusat perhatian siswa-siswi SMAGRAD selain parasnya yang cantik dan idaman para kaum Adam mereka juga membuat para kaum hawa lainnya iri, jadi tak heran banyak siswi yang tak menyukai mereka tapi tidak semuanya hanya beberapa dari mereka yang iri selebihnya ada yang menjadi fans mereka. sudah seperti Artis saja bukan mereka hehe


Saat sedang asik makan tak lama kantin di buat heboh dengan kedatangan brayn and the geng yang anggotanya terdiri dari Yoga, Cakra, Dafa, Trio dan di ketuai oleh Brayn pasalnya mereka termasuk kedalam jajaran most wanted di SMAGRAD.


"Woy... maen tinggalin kita aja parah lu Jhik" Ucap Cakra sambil menepuk pundak Jhika, Namun yang di tepuk pundaknya hanya melirik tajam kepada sang pelaku.


"Gue keselek, terus mati lu orang pertama yang gue gentayangin" Ucap Jhika dengan wajah jutek tapi terkesan imut.


"Aelah serem amet dah, sorry deh, oh sini gue minta dong bakso nya" ucap Cakra langsung duduk berhadapan dengan Jhika dan langsung menggeser mangkuk bakso yang sedang Jhika makan.

__ADS_1


"Ih kebiasaan banget sih lu, kalo lu laper kan bisa pesen Cak" Ucap Jhika dengan wajah yang sudah cemberut.


Cakra dan Jhika memang sudah biasa seperti itu maka orang lain tak aneh dengan apa yang mereka lakukan, mungkin orang yang tak tahu hubungan mereka akan menganggap mereka sebagai sepasang kekasih.


"Lu pesen lagi aja, gue udah terlanjur laper sekalian pesenin lagi buat gue" ucap Cakra sambil terus mengunyah makanannya ralat lebih tepatnya makanan Jhika.


"Cak kebangetan lu, itukan punya princess gue" celoteh Bryan yang dari tadi sudah duduk di sebelah Salsa.


"Hmm pengacau datang" celetuk Salsa dengan nada malas.


"Aihh, harusnya kalian tuh bangga kita samperin, cewek-cewek lain pada ngantri noh pengen duduk bareng kita" Ucap Yoga dengan sangat percaya diri.


"Hilih bangga apaan enek iya" jawab Cindy yang tak kalah sinis.


"Udahlah males gue udah gamood" Ucap Jhika masih dengan wajah kesalnya.


"Iyah gue juga, kita cabut gaes" ucap Salsa yang mulai berdiri dari tempatnya.


"Kalian sih nyebelin" kesal Cindy sambil melirik tajam ke arah Brayn and the geng.


"Iyah padahal kota cuma duduk ya" ucap Trio ikut berbicara


"Ayo Jhik, Sal" Cindy sambil menarik tangan Jhika dan Salsa.


"Cak bayar, Gue duluan" celetuk Jhika sambil berlalu pergi.


"Yah kirain gue udah bayar, emang bener-bener ya si Jhika" kesal Cakra tapi tak di gubris oleh Jhika


Ya begitulah persahabatan antara Cakra dan Jhika memang sangat dekat karena sedari kecil sudah bersama-sama terus dari TK, SD, SMP, sampai SMA pun mereka bersekolah di sekolah yang sama, walaupun kadang Jhika bosan dan kesal jika harus bertemu dengan Cakra tapi jika tidak bertemu dengan Cakra dunia Jhika merasa sepi.


Hari ini cuaca sedikit cerah, bukan sedikit tapi memang sangat cerah. panas terik matahari yang menyorot ke bumi seakan membakar kulit. suara bel pulang berbunyi kencang menandakan jam pelajaran sudah habis. Semua murid berhamburan keluar kelas tak jauh berbeda dengan Jhika and the geng mereka langsung keluar kelas dan berjalan menuju parkiran.


"Jhik Kita duluan ya" Ucap salsa dan Cindy bersama sambil melambaikan tangannya kepada Jhika.


"Iya ati-ati di jalan ya" balas Jhika sambil membalas lambaian tangan mereka.

__ADS_1


Setelah Cindy dan Salsa pergi Jhika berjalan mendekati motor kesayangannya itu dia segera memakai helm dan Langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Ketika sedang asik menikmati perjalanan tiba-tiba motor Jhika mendadak oleng dengan sigap Jhika mengendalikan motor tersebut dan berhenti dengan tepat.


"Lah,, lahh ini motor kenapa" Ucap nya dan Langsung turun dan memeriksa motornya.


"Yah bocor kan, Apes bener gue hari ini" ucap Jhika bermonolog sendiri dengan wajah kesal.


Akhirnya Jhika terpaksa mendorong motornya mencari bengkel terdekat, namun di belum lama dia berjalan tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya.


"Mobil siapa tuh?,, Eh bentar itukan!" belum selesai berbicara yang punya mobil sudah keluar dengan wajah datar namun masih terlihat cool siapa lagi kalau bukan Al.


"Kenapa?" Tanyanya singkat.


"Ban motor gue bocor Al" jawab Jhika dengan santai.


"Oh, masuk" celotehnya dengan Santai.


"Hah, maksudnya gimana? lu mau anterin gue balik" jawab Jhika dengan wajah kagetnya.


"Iya" Lagi-lagi Al hanya menjawab dengan singkat dan itu membuat Jhika sedikit kesal tapi masih bisa menutupinya.


Jhika masih terdiam dan berfikir apakah dia terima atau tidak tawaran dari Al, tapi jika dia menolak pasti dia akan terlambat pulang dan di marahi oleh ibunya jadi Jhika memutuskan untuk menerima tawaran Al.


"Terus motor gue kaya gimana?" Tanya Jhika dengan wajah bingung.


"Nanti biar gue yang urus" jawab Al sambil melenggang masuk kedalam mobil.


Jhika yang masih sungkan untuk naik hanya berjalan perlahan mendekati mobil Al dan lagi-lagi secara diam-diam Al memperhatikan gelagat dari gadis itu, Jhika yang tak sadar di perhatikan langsung masuk kedalam mobil dan langsung memasang **** bellnya. ketika sudah terpasang Jhika menoleh ke Al, Al yang tau Jhika akan menoleh kepadanya langsung membuang pandangannya ke depan.


"Al makasih ya, maaf gue ngerepotin lu" ucap Jhika sambil tersenyum manis kepada Al, Al yang melihat senyuman itu jantungnya mendadak berdegup kencang, dan sedikit gusar, namun dia masih bisa menyembunyikannya di depan Jhika.


"Anggap aja kita impas" ucap Al dengan nada rendah btapi masih bisa di dengar oleh Jhika.


"okey gue paham" jawab Jhika sekenanya.

__ADS_1


Mobil Al melaju Dengan kecepatan sedang, setelah percakapan tadi sudah tidak ada ucapan yang keluar dari mulut keduanya, keduanya lebih memilih diam memperhatikan jalanan namun entah apa yang ada di dalam pikiran mereka masing-masing hanya mereka dan tuhan yang tahu.


__ADS_2